Cita-cita dan gagasan kreatif dari pak AS sangat manjangkau jauh dan harus 
dimulai dari sekarang. Perubahan sangat cepat, dan disegala bidang. Alamnya 
saja sudah tidak cukup untuk mengejar penyesuaian dan perubahan dunia. Alam 
tidak bergerak menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan kebutuhan 
kemanusiaan. Mengembangkan pesona wisatanya dengan sentuhan masyarakat dan 
sarana pendukung dari pemerintah. Kiranya tidak ada jalan lain. Bujur Pak AS, 
dan selamat bertugas ditempat baru.
MUG

--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote:
BERASTAGI â€" Meski memiliki potensi daerah yang sangat tinggi, Kabupaten Karo 
tidak dapat selamanya bergantung dari kondisi alam. Daerah ini harus 
mempercantik pesona wisatanya dengan sentuhan masyarakat dan pemerintah lewat 
pembangunan sarana pendukung.

“Meski lebih cantik dan indah dibandingkan Swiss, namun daerah ini perlu 
disolek untuk mempercantik pesona wisatanya. Jika tidak, potensi itu akan 
tergerus dengan zaman dan tidak berkembang kemanapun,” ujar Andreas Sitepu, 
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Papua Nugini 
dan Kepulauan Salomon, di Greeen garden Hotel Berastagi.

Dikatakannya, dalam perkembangannya, daerah ini butuh pendirian beberapa 
lembaga sosial yang ditujukan sebagai wadah dan media bagi banyak putra asal 
Karo baik yang berdomisili di dalam negeri maupun manca negara dalam memberikan 
apresiasi dan bantuan mereka terhadap perkembangan Kabupaten Karo.

“Lembaga itu perlu, agar ada tujuan dari kawan-kawan memberikan bantuan 
mereka dan sebaliknya kita juga tahu akan kebutuhan disini (Karo),“ ujarnya.

Dalam acara syukuran atas pelantikannya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan 
Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan, Salomon 
kemarin setelah dilantik pada 10 Agustus 2010 lalu di Istana Merdeka, Jakarta 
oleh Presiden SBY ini, Andreas menerangkan kalau jabatannya ini merupakan 
amanah yang cukup besar bagi dirinya dan masyarakat Karo secara umum.

“Setelah 36 tahun lalu, baru sekarang lagi ada Duta Besar yang berasal dari 
daerah ini. Tentu ini sebuah ekspektasi yang terbilang tak banyak saya duga, 
karena setelah menjalani fit and proper test di DPR, baru ada bayangan kalau 
pada akhirnya dapat menjadi wakil bangsa di Negara orang lain,“ katanya.

 Ayah dari tiga orang anak ini juga menjelaskan kalau ke depan dalam 
penugasannya di Papua Nugini ia harus berhadapan dengan isu seputar Separatis 
dan arus perjalanan atau migrasi masyarakat dari wilayah Indonesia ke Papua 
Nugini. Namun, sebagai seorang diplomat pria yang pernah bertugas di Nairobi 
Kenya, Manila Filipina, Paris Perancis dan berbagai jabatan di dalam negeri ini 
mengaku siap sebagai Duta bangsa.

Sumber: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138669:pesona-wisata-karo-perlu-disolek&catid=15:sumut&Itemid=28

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community
 




Kirim email ke