Kamis, 26/08/2010 18:23 WIB
Identitas Sofyan Tsauri di Jaringan Aceh Dipertanyakan 
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews
Jakarta - Identitas Sofyan Tsauri mulai dipertanyakan. Sofyan diduga sebagai 
intelejen yang ditanam oleh pihak tertentu untuk mendesain gerakan di Aceh yang 
menyudutkan salah satu pihak sebagai teroris.
"Dia itu ditanam, dia juga merekayasa dan mendesain gerakan yang kerjaanya 
tertentu yang disebut polisi terorisme, yang bisa ditangkap secara hukum," ujar 
Direktur An Nashr Institute Munarman.
Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan 
(KKSK) bertajuk "Polisi Dalang Terorisme?", di Intiland Tower, Jl Jenderal 
Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2010).
Kecurigaan Munarman dikarenakan pada tahun 2009 lalu, FPI yang melakukan 
pelatihan relawan ke Gaza, Palestina tiba-tiba didatangi oleh Sofyan dan 
menawarkan dirinya untuk melatih para anggota FPI.
"Pada tahun 2010, dia memanggil 15 orang ke Jakarta dan dibiayai sampai pada 
uang saku mereka," terang Munarman.
Dari 15 orang yang dipanggil ke Jakarta, hanya 6 orang yang kembali melanjutkan 
pelatihannya di Aceh. "9 orang lainnya kita tampung karena mereka sadar ada 
yang aneh dengan Sofyan," jelasnya.
Dari kesaksian 9 orang tersebut, lanjut Munarman, Sofyan sering mangajarkan 
bahwa merampok di luar golongan mereka adalah halal.
"Juga pernah Sofyan menunjukkan 3 surat alasan dia dikeluarkan dari kepolisian, 
yaitu karena jarang masuk, lalu karena Sofyan poligami, dan terakhir karena 
terlibat jihad," tutur Munarman.
Munarman menyatakan keheranannya kepada Kapolri dan Menkopolhukam yang tidak 
menyebut peran sentral Sofyan Sauri dalam pelatihan terorisme di Aceh.
"Baru karena didesak akhirnya Kapolri menjelaskan posisi Sofyan, Abdi Tunggal, 
dan Tatang," katanya.
(fiq/fay)
 

Kirim email ke