Sumatera bagian Utara dari masa ke masa

Jauh sebelumnya belumlah dikenal Melaka...
apalagi Singapura...

Dari dulu hingga kini... kawasan tempur berbagai kepentingan,
baik atas nama materi, agama, keyakinan juga lainnya,

dan besok...masih akan sama....
alu, aru, haru, karrow, arw, harw, ghuri, gori, deli, medan, madan, medinah 

dan mayirudingam...???
  
MAYIRUDINGAM dalam Prasasti Tanjore (tahun 1025)
Hari ke 242 tahun ke-19 Pemerintahan ko Parakesarivarman, Paduka Sri Rajendra 
Chola Deva, yang ... menaklukkan dengan pasukannnya yang dahsyat dan galak ... 
keseluruhan Ira-mandalam (Sri Lanka) yang terletak di lautan, Oddavisayam 
(Orrisa), yang sukar untuk didekati ... Kasalai-Nadu yang baik dimana bertemu 
dengan para Brahmana, Tandabutti yang kebun-kebunnya penuh dengan lebah, 
Vangaladcam (Bengali) yang hujannya tak pernah berhenti, Ganja ... dan yang 
setelah mengirimkan banyak kapal ke tengah lautan yang bergelombang, telah 
menahan Sangramavijayottungavarman, Raja Sriwijaya, dengan gajah-gajah 
tunggangannya dan yang menggempur pantang mundur bagai ombak lautan di medan 
perang, beliau juga mengambil sebagian besar harta Raja Kadaram yang 
diantaranya 
adalah Vidayadharatorana (gerbang perang) dari musuh besar kota, gerbang 
permata, gerbang permata akbar, Sriwijaya yang makmur (Palembang); Pannai 
(Panai) dikepung oleh sungai, Malayur-lama dengan bentengnya yang berada di 
atas 
bukit yang tinggi, Mayirudingamyang dikelilingi oleh laut yang dalam bagai 
parit-parit yang mengelilingi sebuah kastil, Mappapalam (Pegu) yang dilindungi 
oleh air yang dalam, Ilangasogam (Langkasuka) yang tak mengenal takut di medan 
tempur, Mevilambangan yang dipertahankan oleh dinding-dinding yang kokoh, 
Vailapanduru (Pandurunga) ... Talaittakkolam (Takkola), Damalingan 
(Tambralinga) 
yang hebat, yang pantang mundur dan gagah berani dalam bertempur, Ilamuri-desam 
(Lamuri) ... Manakkavaram (Nikobar) dan Kadaram (Kedah) yang memiliki kekuatan 
hebat dan dikelilingi oleh lautan ... 




________________________________
From: MU Ginting <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Fri, August 27, 2010 4:40:34 PM
Subject: [tanahkaro] perang profit . . .

  
Inggris & Aussie Bantu Malaysia Lawan Indonesia

________________________________

NILAH.COM, Jakarta - Satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menyatakan 
perang melawan Malaysia adalah kekuatan aliansi internasional.

Apabila Indonesia menyatakan perang terhadap Malaysia, maka Inggris dan 
Australia tak akan tinggal diam. Sebab Malaysia merupakan salah satu anggota 
negara persemakmuran di bawah komando Inggris dan sekutunya Australia.

"Kalau perang pasti Inggris dan Australia akan bantu Malaysia, sementara 
negara-negara Islam belum tentu bantu Indonesia karena Malaysia juga negara 
berpenduduk Muslim. Posisi Indonesia terjepit," ujar pemerhati pertahanan Ade 
Daud Nasution kepada INILAH.COM Jumat (27/8).

Kekuatan aliansi internasional sangatlah menentukan untuk bisa memenangi 
pertempuran. Sebab dalam pergaulan internasional saat ini tak ada negara yang 
hidup sendiri.

"Indonesia hanya akan mengandalkan PBB sebagai pelindungnya, negara-negara 
Islam 
akan mengambil posisi netral. Harapan lain adalah Rusia dan China," ujar Ade.

Sebagaimana diberitakan, hubungan Indonesia dan Malaysia makin memanas pasca 
aksi demonstrasi pelemparan kotoran manusia (tinja) ke pekarangan kantor 
Kedubes 
Malaysia di Jakarta, Senin (23/8). Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Sri 
Anifah 
Aman mengeluarkan pernyataan keras terhadap sikap Indonesia. "Indonesia harus 
melakukan sesuatu guna memastikan unjuk rasa bisa dikendalikan, sebelum 
Malaysia 
kehilangan kesabaran."[mah]
http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/08/27/775341/inggris-dan-aussie-bantu-malaysia-lawan-indonesia/
 
-- 
  
KOMENTAR: 
"Indonesia hanya akan mengandalkan PBB sebagai pelindungnya, negara-negara 
Islam 
akan mengambil posisi netral. Harapan lain adalah Rusia dan China," ujar Ade.


Jika terjadi perang maka adalah satu kepastian bahwa Indonesia hanya bisa 
mengandalkan dirinya sendiri. Dari contoh Palestina, jelas PBB tidak bisa 
mengubah posisi atau nasib Palestina, karena di PBB juga ada dominasi yang 
mengendalikan. PBB dalam sejarahnya selama terbentuk belum pernah netral, 
tetapi 
telah bisa berfungsi sebagai alat/tempat adu argumentasi, dan pemenangnya 
selalu 
dilapangan bukan di sidang.   Perang sekarang adalah perang menentang 
ketidakadilan yang pada dasarnya diciptakan atau dipaksakan oleh pencari 
keuntungan global (penguasa kapital global). Jika terjadi perang antara 
Indonesia dan Malaysia tidaklah sulit mencari siapa yang diuntungkan, tidak 
tergantung siapa kalah/menang antara kedua negeri. Pertama pemegang saham 
pabrik 
senjata, selebihnya peminjam duit tipe IMF, Bank Dunia + semua kolaboratornya 
di 
Indonesia/Malaysia, begitu juga semua perusahaan Penambang Asing yang semakin 
aman (pemerintah dan rakyat tak akan sempat ada perhatian kesana) dan semakin 
banyak untung, dan lewat bank dunia dipinjamkan lagi ke negara untuk beli 
senjata. Negeri berperang semakin dijepit utang, dan semakin gampang 
dikendalikan. 

Secara fisik tidaklah terlalu berlebihan kalau Malaysia tidak akan mungkin 
pernah mengalahkan Indonesia, apalagi kalau perang berjangka panjang. Tetapi 
semakin panjang perangnya semakin banyak pula keuntungan bagi 'pengusaha 
internasional' tadi. 

Bahwa berbagai negeri bertetangga sering 'diatur' untuk berperang adalah trend 
dunia segala zaman. Siapa atau kepentingan apa dibelakangnya, itulah agaknya 
yang membedakan tiap kejadian atau tiap zaman. Perang era sekarang ini sudah 
kelihatan lebih jelas, terlebih kalau ditinjau dari kontradiksi pokok dunia 
sekarang ialah perjuangan menentang ketidakadilan. Perjuangan ini adalah 
perjuangan bersama rakyat Malaysia dan Indonesia. Tetapi laba besar tadi . . . 
duit berlimpah, dan bisa digunakan untuk apa saja termasuk membeli kolaborator 
dan terpenting seterusnya mengendalikan satu negara. 

MUG 




      

Kirim email ke