Nande Iting: "Dan please kade-kadeku kerina, jangan merasa bijaksana sendiri. Sperti kejadian kemarin sore, banyak warga yang kembali ke desanya masing-masing dan nyatanya tadi malam, jam 12 malam, terjadi letusan hingga warga Kabanjahe sendiri banyak yang mengungsi menuju Tigapanah. (tel, keluargaku dari Kabanjahe)."
Hal itu mereka lakukan karena mendapat informasi yang salah. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono dan Staf Khusus Presiden Bencana Alam Andi Arief mengatakan: "Kepulan asap dan hujan debu dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak akan disusul dengan letusan gunung. Kemungkinan Gunung Sinabung meletus sangat kecil. Untuk itu, warga tidak perlu panik". "Mengenai munculnya asap dan debu karena hujan lebat yang mengenai magma statis pada gunung akan berubah menjadi uap air atau asap. Pada saat bersamaan, material-material halus gunung ikut terbang bersama dengan tekanan atau hentakan uap air tersebut sehingga memunculkan debu", sambungnya lagi. Padahal di daerah itu sering terjadi hujan lebat dari dulu. Soalnya, mengapa pada dua atau tiga tahun terakhir ini sudah dua kali kasus serupa terjadi? Alasan munculnya asap dan debu karena hujan lebat sangat mudah terbantahkan. Berdasarkan informasi dari Kepala PVMBG dan staf khusus itu, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Karo mengimbau warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing. Walau pun sebagian besar pengungsi tersebut tidak mengindahkan imbauan pemkab dan bertahan di lokasi evakuasi, hanya sebagian warga yang kembali ke kediaman mereka. Mari kita simak komentar Kepala Desa, Paten Sitepu: "Masyarakat sekitar Gunung Sinabung tidak menduga gunung akan meletus karena mendapat informasi dari petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gunung tersebut masih dalam kondisi aman, namun tiba-tiba meledak." Begitulah kronologi yang terjadi sebelumnya sehingga timbul kepanikan yang luar biasa. Sebagai informasi saja, dan ini sudah saya tuliskan di facebook, metro tv dan kompas menjelang gunung sinabung meletus. Tahun 80-an, saya pernah mendapat cerita dari kakek dan ibu saya, di tahun 50-an konon ada seorang ahli Belanda mengingatkan masyarakat sekitar gunung sinabung kalau gunung sinabung akan meletus tahun 2000. Jika kita boleh meminta kepada pemerintah, pejabat model Surono dan Andi Arief itu musti minggir. Untuk apa negara menggaji orang seperti itu kalau informasi penting yang diberikan salah besar dan menyusahkan masyarakat. Jadi, kesalahan bukan terjadi pada masyarakat seperti yang diutarakan Nande Iting. Sekarang yang perlu kita diskusikan pula, berdasarkan pengalaman pada letusan gunung yang lain, apakan hanya sekali saja letusan atau berulang-ulang? Kelihatannya, kita tidak bisa percaya 100 % kepada mereka itu. Kita persilahkan "ahli" gunung meletus anggota milis ini. Ersumekah kam! Semoga tidak ada kepanikan lagi ke depan dalam menghadapi letusan gunung sinabung ini. Bang KT --- On Sun, 8/29/10, katepul <[email protected]> wrote: From: katepul <[email protected]> Subject: [tanahkaro] Re: TOP News Seputar Karo To: [email protected] Date: Sunday, August 29, 2010, 4:54 AM Moga saja tidak sampai menelan korban..... Harap agar warga menerapkan budaya, si sampat-sampaten, si keleng-kelengen. Dan rasa si kade-kaden kuat sekali pada saat-saat seperti ini. Moga instansti yang terkait juga benar-benar alert akan perkembangan Sinabung. Dan please kade-kadeku kerina, jangan merasa bijaksana sendiri. Sperti kejadian kemarin sore, banyak warga yang kembali ke desanya masing-masing dan nyatanya tadi malam, jam 12 malam, terjadi letusan hingga warga Kabanjahe sendir banyak yang mengungsi menuju Tigapanah. (tel, keluargaku dari Kabanjahe.) Nande Iting
