Katanya sih, Sibayak gak 'ngambe'k Bang, tapi takut ketularan 'batuk' Sinabung sehingga mengeluarkan laharnya. Hingga sekarang, kata dokter (BVMKG) Sinabung masih saja sakit 'perut'. Akibatnya gempa-gempa kecil masih terjadi. Untuk itu, warga desa yg radius 6 kilometer masih dilarang pulang. Dan status Sinabung masih awas. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: Inigo Tarigan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 1 Sep 2010 20:11:23 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [tanahkaro] Mungkinkah Sibayak juga ngambek? Bahkan, ahli sekalipun bisa luput..., Hanya saja sebenarnya jarak Sibayak-Sinabung-Toba (lama) sebenarnya sangat dekat untuk ukuran bumi... Kembali ke 400 tahun lalu, terawal pencatatan letusan gunung berapi.... adakah kaitannya dengan 'serangan gargasi' Lobu Tua (Barus) yang berakhir di abad 12 ?? ________________________________ From: katepul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, September 2, 2010 2:43:00 AM Subject: [tanahkaro] Mungkinkah Sibayak juga ngambek? Mejuah-juah kade-kade... Ada/tidak adakah kemungkinan Sibayak juga ikut "nembeh"? Mengingat jarak Sibayak dan Sinabung dekat sekali. Apakah kedua-duanya dalam pengawasan ? Just sedikit worry....,dan persingeti si lupa ta. Bujur, Nande Iting.
