Minggu, 05/09/2010 23:01 WIB
Pencarian Sistem Politik Ideal Harus Mulai Dipikirkan
Luhur Hertanto – detikNews
Jakarta - Banyak yang mempertanyakan apakah memang sistem politik gegap gempita 
seperti beberapa tahun terakhir yang hendak dibangun Indonesia. Wacana yang 
sudah muncul cukup lama itu perlu mendapatkan jawaban konkrit.

Demikian salah satu poin pidato dari Presiden SBY saat berbuka puasa bersama 
partai koalisi. Acara digelar di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kabupaten 
Bogor, Minggu (5/9/2010).

"Dengan pikiran jernih, mari kita menjawab pertanyaan yang muncul itu. Bukan 
hanya dengan kata-kata, tetapi melalui aksi reaksi keseharian yang mewarnai 
wacana itu," kata SBY.

Presiden menegaskan, sejarah politik bangsa akhirnya memilih untuk menganut 
sistem presidensial dalam multi partai dan demokrasi. Di dalam perjalanannya, 
bangsa melakukan seleksi sistem apa yang dianggap paling pas dan sesuai dengan 
kondisi Indonesia.

Caranya adalah dengan mengadopsi lantas meneruskan bagian positif dan membuang 
bagian negatif sembari memperbaiki ekses buruk yang terjadi. Hingga akhirnya 
kelak akan terbentuk sistem politik dan tata negara yang sesuai dengan 
kebutuhan Indonesia.

"Mari berpikir menjemput ke depan, 10-20 tahun lagi bagaimana sistem politik 
nasional yang hendak kita bangun. Jelas itu bukan era kita semua yang hadir di 
sini, tapi mari buka ruang publik sebesar-besarnya," sambung SBY.

Polemik yang terjadi dalam ruang publik itu memang merupakan bagian dari 
demokrasi. Meski demikian tidak tepat pula bila polemik terus dibiarkan 
berlangsung tanpa keputusan apa yang terbaik dan final.

"Tidak bisa kita dari hari ke hari hanya terus berputar-putas dalam satu 
diskursus tanpa temukan sistem politik bagaimana yang kita harapkan dalam 
agenda politik dalam negeri," tegas SBY.
(lh/irw)
 
--
 
KOMENTAR:
 
"Tidak bisa kita dari hari ke hari hanya terus berputar-putas dalam satu 
diskursus tanpa temukan sistem politik bagaimana yang kita harapkan dalam 
agenda politik dalam negeri," tegas SBY.


A government is the organization, or agency through which a political unit 
exercises its authority, controls and administers public policy, and directs 
and controls the actions of its members or subjects.[1] (Wikipedia)
Quality of Government (QoG) - that is, trustworthy, reliable, impartial, 
uncorrupted and competent government institutions (University of Gothenburg 
Sweden)
 
SBY sebagai government (authority) "Tidak perlu terus berputar-putar dalam satu 
diskursus", sambil berdebat punya tugas utama memperbaiki tingkat hidup 
masyarakat dengan meningkatkan kualitas government menjadi lebih trustworthy, 
reliable, uncorrupted dsb. Yang lain tak punya authority seperti dia. Dan 
tugasnya juga berlainan yaitu: mengeritik (positif-negatif) dan melancarkan 
serta menghidupkan perdebatan/polemik dalam banyak soal kehidupan masyarakat.  
Dan ini pada garis besarnya "hanya dengan kata-kata" dan "aksi reaksi 
keseharian" dalam melaksanakan putusan/'wacana' tetap yang bisa bikin hanyalah 
government (sebagai pemegang authority). 
"Dengan pikiran jernih, mari kita menjawab pertanyaan yang muncul itu. Bukan 
hanya dengan kata-kata, tetapi melalui aksi reaksi keseharian yang mewarnai 
wacana itu," kata SBY.  SBY tidak bisa menuntut orang lain diluar pemerintahan 
sama dengan dia (government, authority). 
Salam mejuah-juah
MUG



Kirim email ke