On Fri, Jul 29, 2005 at 03:18:36PM +0700, Poltak S. Lumbanbulus wrote: > Mengapa para perancang perangkat lunak email TETAP > menyediakan fasilitas "rich formatting". Belum lagi, trend > belakangan ini ialah menetapkan rich formatting sebagai "default"
Saya bukan orang yang representatif menjawab pertanyaan tsb. Walaupun (mungkin) kurang tepat, pertanyaan di atas bisa dianalogikan dengan pertanyaan berikut: - kenapa video klip MTV atau O Channel rata-rata kurang cukup duit buat pasang AC - kenapa orang masih mau mengeksploitasi hukum homeostasis orang dengan menyediakan pil koplo? Walaupun kulit saya hitam, saya pribadi kurang suka melihat segala sesuatu harus hitam atau harus putih sih .. tapi, ingat selalu hukum eyang murphy ya :-) Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis Tidak bisa posting? Baca: http://linux.or.id/problemmilis http://linux.or.id/tatatertibmilis
