Saya sebagai guru SMK bikin standar kalau anak SMK bidang TI saat
pelajaran S/O Linux kudu pake slackware. ini setidaknya berlaku di 3
SMK.
tujuannya karena slackware distro yang sederhana, setidaknya mereka
bisa :
1. install dari source
2. menggunakan konsole
3. mengerti isi dari /etc
kalau untuk topik 1, 2, 3 .... bukankah "hampir semua distro" punya ?
lagian .... takutnya si-murid ntar cuman "hafalan isi /etc" ...
si-murid juga pikir semua "isi directory /etc sama".
cuman yg "sangat kelihatan bedanya pada slack" adalah "sysV dan bsd"
system nya.
Saya setuju ... slack cocok untuk mendalami linux. tapi kalau untuk
"newbie" ... apa ngak bikin mereka trauma ? ..... :)
kalau didebatkan susah deh :), apalagi saya tahu di linux banyak yang
nerd :) :) :)
based on pengalaman, kalau anak2 dah bisa nginstall dan mengerti slack
maka "kemanjaan" terhadap GUI based config berkurang.
Masalahnya adalah anak-anak SMK itu ditujukan untuk keterampilan teknis,
dan masalah teknis di linux sangat erat kaitannya dengan teori dasarnya.
Jadi, penggunaan slack sebenarnya memudahkan mereka memahami teori dasar
kompilasi maupun konfigurasi service. Dan ini sudah dibuktikan di lomba
kompetensi SMK tingkat nasional.
Btw, saya juga penggemar GUI dan bukan anti-ms kok. Desktop saya di
rumah Mandriva, notebook untuk korespondensi WinXP (license) +
Thunderbird (see mail header), yang penting tidak membajaknya bukan ?
AR
--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis