Dear All,

Saya tidak menyarankan utk menggunakan ICA, bukannya tidak cinta
produk dalam negeri, tetapi juga tidak bermaksud menjelek2kan, 2 kali
saya pakai ICA dan 2x saya dikagetkan oleh ledakan yang tidak
disangka2 :)

Biasanya terjadi ketika listrik dari PLN terputus, terus on battery,
setelah itu itu on PLN lagi, eh mati lagi, kurang lebih seperti itu.

Bagi saya, untuk level server ICA adalah yang diharamkan. Mohon maaf
buat yang bekerja di ICA ya.

Untuk Server, UPS yang disarankan adalah UPS yang bisa double
conversion, artinya dimana UPS tersebut melakukan proses konversi 2x,
pertama konversi dari jala2 PLN ke DC (AC->DC) kemudian dari DC
dikonversi lagi ke AC dengan sinus wave, inget ya mesti sinus wave,
jangan kotak wave atau malah saw wave hehehe...

Jika UPS melakukan proses Double Conversion maka tidak diperlukan lagi
stabiliser, ataupun anti surge, anti petir, anti blackout, anti
brownout, atopun anti cholesterol, eits.. salah. Sebab proses double
conversiona akan melakukan filtering semua sinyal yang tidak baik,
direduce, dan mengeluarkan sinyal AC yang ideal tanpa gangguan, selama
baterry masih sehat.

Tentang daya:
Bilamana UPS Double Conversion menyatakan daya sebesar 1000VA atau
1kVA maka artinya UPS tersebut menyerap daya sebesar 1000Volt Ampere,
bukan Watt, disini pengertiannya berbeda, sebab watt adalah daya
terpakai sedangkan VA adalah potensi daya.
dengan kemampuan 1000VA maka daya yang dapat dipakai itu kurang lebih
antara 65%-75% dari VAnya, jadi sekitar 750Watt. Kita tidak boleh
mencadangkannya utk beban 1000Watt.
Untungnya untuk UPS APC cukup baik, maaf tidak bermaksud promosi,
tetapi kenyataan yang saya alami sendiri, sehingga kita bisa
mengenakan beban maksimalnya. Bagi saya 75% dari kemampuan UPS itu
sudah cukup maksimal, lebih dari itu hampir sama saja tidak pakai UPS.

Ohya, karena UPS Double Conversion itu melakukan 2x proses konversi
daya maka sesuai dengan hukum energi maka terjadi pembuangan energi
disetiap proses konversinya, sehingga daya terserap kedalam UPS itu
bisa hampir 2x dari daya yang disediakan oleh UPS itu sendiri. Hal ini
belum saya measure dengan tepat karena kebetulan jala2 PLN kita
dayanya cukup besar sehingga belum mengalami masalah berarti, tetapi
untuk yang sensitif dengan quota jala2 listriknya harus kita
perhatikan baik2.

Semoga membantu,

Jul.

Wednesday, October 24, 2007, 8:34:05 AM, you wrote:

> On 10/24/07, Popo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> On Tue, Oct 23, 2007 at 06:54:35PM +0700, farid wrote:
>> > "cari yang 1 k" k itu artinya apa mas?, biar
>>
>> 1000 W mungkin :)
>>
>> > Berarti topologinya begini ya ...
>> > UPS----------\
>> >               --Stavolt--Server.
>> > PLN--Genset--/
>> >
>> > Bener gak ?
>>
>> kalo begini :
>>
>> Genset-----\
>>             ---UPS--Server
>> PLN--------/
>>
>> di aku kebetulan ada genset 5KW, aku buat konfigurasi spt diatas tetapi
>> tidak bisa nginput UPS 5KW nya ? padahal tegangan output genset sesuai range
>> tegangan input UPS, kira2 kenapa ya ?
>> klo topologi spt diatas apa harus memakai stabilizer juga ? btw, ada
>> rekomendasi merk stabilizer dan berapa watt nya ?
>>
>> > > - kalau yg besar cari yg caterpilar (bukan promosi)
>>
>> caterpilar maksudnya merk ?
>>
>> salam,
>> Popo
>>
>>

> caterpilar = merk betul mas popo...
> kalau kasus anda saya curiga di frekuensi genset-nya.
> saya juga pernah dulu pakai ups ica 1k (bukan promosi) langsung colok
> ke genset 5k itu ups bunyi tit... terus, setelah di cegat stabilizer
> baru jalan deh itu ups dan bunyi ilang...
> genset - stabilizer - ups - pc.
> kita pakai stabilizer ori japan 5k rotary (barang jaman doeloe...)

> -- 
> Salam hormat,


> yo2k





-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke