> terima kasih mas jul atas informasinya, tambahan juga saya pernah > tanya ke toko penjual ups mereka tidak tahu apakah ups yg di jual > sudah include stabilizer untuk input-nya. > karena yg saya tahu ups itu pengganti pln sementara jika pln mati > (gampangnya gitu). > justru yg perlu diperhatikan (menurut saya) output dari ups itu apakah > kisaran 220Volt atau berapa gitu. > masalah berapa lama daya tahan untuk mem-backup tergantung tenaga yg > di punya dan beban ups tersebut (betul tidak ya?) Betul, tetapi jangan lupa, beban yang ditanggung itu ditentukan oleh konverter dc-ac nya, jika 2000VA ya jelas tidak bisa supply sampai dengan 3000Watt. maksimum kurang lebih 65%-75% dari kapasitas terpasang. Meski pake batre ada 10 biji tetap saja kemampuan supply dayanya tidak bertambah, hanya bisa menanggung beban semakin lama saja.
Oh ya, kalo UPS tidak ada stabiliser sebetulnya belum bisa disebut sebagai UPS melainnya dc-ac converter with switch ( no hard feeling ya) sebab setahu saya yang namanya UPS iya harus bisa tanganin dari mulai brown out, blackout, surge, spike, dll. sedangkan UPS yang double conversion sudah dengan sendirinya lengkap, sebab daya yang disupply ke appliance kita adalah daya yang sudah murni konversi dari dc, sehingga sudah pasti tenang tidak akan ada blackout (kecuali baterai abis), brownout (kecuali perangkat converter rusak), surge, ataupun spike. > dulu pernah juga ngajuin ups victron (bukan promosi) ke bos tidak di > acc, karena yg sudah ada pakai ica bagus, tdk pernah masalah (bukan > promosi juga) yaa.. saya ikut aja. > (maaf jika tambah oot) > -- > Salam hormat, > yo2k -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
