Mungkin maksudnya memory effect? untuk kasusnya UPS yang double
conversion emang harus di charge terus menerus, hal ini tidak masalah
sebab sudah ada teknologinya untuk menghilangkan atau setidaknya
mengurangi memory effect. Memang yang namanya battery itu punya umur,
jadi dalam kasus double conversion pun ada masanya harus diganti,
kalau tidak salah setelah 2 atau 3 tahun tergantung specnya, ada kok
rasanya dijelaskan. seperti hal nya Ban Mobil, meski blom botak pun
sebaiknya diganti setelah berumur 3 tahun, menghindari
failure-in-duty, yang tentunya lebih beresiko dan lebih merugikan
daripada melakukan pergantian secara berkala.

ps: memory effect biasanya hanya ditemukan untuk sel battery kering
type NiCD, untuk Li-Ion saya kira cukup baik, apalagi kalau batterynya
UPS biasanya sih lebih endurable daripada battery2 kecil.

> Setuju om, satu lagi UPS yang bagus justru tidak terus-menerus melakukan
> charging ke battery-nya. Tanya kenapa ? Battery yg dicharge
> terus-menerus akan menghasilkan 'tegangan sampah' ( atau apalah
> istilahnya ) yg mengendon di cell battery tsb, yg akan mempersingkat
> umur battery. Jadi UPS harus smart : kapan harus charging battery, kapan
> harus melepas charging tsb.


Jul


Quote
"Iki jaman edan, sing ora melu edan ora keduman, nanging sing eling selamet"


-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke