Mamad wrote: > thanks reply-nya pak Ilham dan pak sabri. tapi jalan pintas yang anda > maksudkan kok ndak mendidik yah :p > > Untuk yang nomor 2 dan 3 sudah sangat jelas pak penjelasannya. > Untuk yang nomor 1 mungkin pertanyaan saya yang kurang jelas. > Maksud saya urutan pembuatan partisinya pak. Contoh nih di kompi saya : > /dev/sda6 = /boot > /dev/sda/7 = /home > /dev/sda8 = /opt > /dev/sda9 = / > /dev/sda10 = swap > Brati urutan pembuatan partisi, saya bikinnya dari boot, home, opt, > root, baru bikin swap. > Pertanyaan saya : apakah urutan pembuatan partisi itu bebas-bebas saja, > atau ada saran-saran atau aturan-aturan tertentu dalam urutan pembuatan > partisi. misal harus root dulu karena alasannya abcd, kemudian disusul > buat partisi /boot dll. > Maksud saya seperti itu pak. Terima kasih > > Rgds, > Mamad
Wah, kok bisa berkesimpulan urutan menentukan hasil? :D Bikin partisi ya bikin aja. Partisi kan ibaratnya sekat yang membatasi ruangan yang besar. Ga ada pengaruhnya yang mana duluan yang dibuat. Hanya saja, aplikasi partisi membuat partisi berurutan, baik dari awal disk, maupun akhir disk. Mau /dev/sda6 jadi boot, atau jadi home, atau jadi / ga ada pengaruhnya. Yang berpengaruh hanya urutan pembuatan, mesti dari akhir partisi yang telah ada ke arah bagian disk yang masih 'Unpartitioned'. Anda ga akan bisa bikin partisi di tengah2 bagian 'Unpartitioned', kalaupun bisa, ga ada manfaatnya. Rencanakan partisi dengan baik, mengantisipasi keperluan di masa depan. Kalau memang butuh pertisi terpisah untuk opt, home, dan usr, pertimbangkan menggunakan LVM. -- Donny Kurnia http://hantulab.blogspot.com http://www.plurk.com/user/donnykurnia -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
