2009/5/7 Adi Nugroho <[email protected]>: > On Thursday 07 May 2009 10:15:55 doby nurcahyo wrote: >> Atau gimana kalau sekiranya dipasang 1 AP untuk melayani 10 client, >> kemudian satu lagi untuk 10 client lagi. Jadi total 2 AP, dan mesti >> beda subnet ya?. >> Berarti kalo beda subnet mesti pasang router lagi dong... > > 1. Kalau tidak mau pakai router, ya di-bridge, jangan di-route. > 2. Banyak AP yang bisa sekaligus pakai router. > 3. Salah satu cara lain, pakai AP yang bisa diformat lalu di-instalin Linux. > Maka si AP bisa jadi apa saja yang kita inginkan :) > > -- > Salam, > > Adi Nugroho - http://adi.internux.co.id/ > iNterNUX --- http://www.internux.net.id/ > Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 53J Makassar > Tel. +62-411-834690 Fax. +62-411-834691 > CDMA:+62-411-6109535 GSM:+62-816-27-9193 > > -- > FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab > Unsubscribe: kirim email ke [email protected] > Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis > >
Trima kasih teman sekalian...yang saya tangkap berati solusi terbaik (paling praktis) menggunakan bridge. Saya juga ada pertanyaan yg menggilitik menggunakan bridge ini...CMIW ya.. Dengan traffict yg besar tersebut apakah bisa menjamin traffict data transfer mengunakan bridge tidak terjadi gangguan berarti, karna menurut pemahaman saya...masih dalam satu subnet dan broadcast pada subnet yg sama akan terjadi traffict padata juga... -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
