hi pak sutarno :)

senang mengetahui ada minat migrasi menggunakan linux. kondisi pak
tarno saat ini sudah bagus menggunakan server berbasis linux.

sebelum melakukan migrasi, ada baiknya pak tarno melakukan
inventarisasi penggunaan aplikasi. hal ini bertujuan untuk mengetahui
aplikasi apa saja yang memang diperlukan dan hanya bisa berjalan
dengan platform windows. jangan lupa, siapkan juga aplikasi pendukung
perusahaan dan aplikasi pengganti (misal open office mengganti
office). Beli beberapa buku tentang open office calc karena excel
sering digunakan di kantoran.

kebanyakan memang kasus migrasi sukses bila ada dukungan langsung dari
beberapa orang di jajaran top level manajemen. sedangkan untuk
mengubah paradigma "Linux itu SUSAH", cukup pak tarno menggunakan
distro yang modern misal ubuntu versi 10 ke atas, atau mandriva 2010
ke atas ditambah dengan kehadiran tim support pak tarno, katakanlah 1
bulan pertama. pendampingan langsung akan membesarkan hati calon user
yang was-was di saat awal.

bila target awal 33%, mungkin pak tarno bisa mempertimbangkan dimulai
dari komputer produksi? pengalaman saya paling mudah melakukan migrasi
dari unit komputer bagian produksi. di area ini fungsi komputer hanya
spesifik, juga resistensi paling sedikit. user cukup diberitahu harus
pakai dengan cara tertentu, selesai sudah.

resistensi terbesar sering muncul dari kalangan staf karena faktor
kebiasaan. nah di sini akan lebih baik bila pak tarno memulai program
migrasi dibarengi dengan kebijakan perusahaan untuk peremajaan
komputer. pak tarno tinggal memberikan unit komputer baru untuk user
yang terlebih dahulu pakai linux. pasti animo dan reaksi positif
kehadiran linux akan meningkat :)

untuk perbandingan, masalah security jelas linux menang. ini udah
state of the art linux. saya tidak pernah mengurusi masalah virus di
client saya sejak 2006. jadi saya sudah 5 tahun hidup enak. sebagai
3rd party, dulu saya cukup sering dipanggil hanya masalah virus.

bila kasus pak tarno toko atau distributor, maka strateginya adalah
mencoba dahulu software utama. karena jenis usaha ini biasanya
tergantung pada 1 jenis software yang tailored. bila aplikasi berbasis
web, mungkin akan lebih nyaman. konsultasikan dengan programmer yang
membuat. bila software berbasis DOS [clipper, foxbase, dbase], yakin
bisa pak dengan DOSEmu. setelah lolos dari percobaan, langsung ubah
aja habis. biasa sang pemilik tidak akan ambil pusing selama
aplikasinya bisa berjalan dan aman [keyword menakutkan pemilik:
lisensi, bayar lagi, kena sweeping].

masalah fleksibilitas, ini agak bias. maksud pak tarno fleksibilitas
di windows yang bagaimana? sebab linux sejak 2007 sudah sangat
fleksibel termasuk install driver.

kalau masalah user friendly, percaya pak, linux hanya masalah
kebiasaan. banyak pabrik sudah menggunakannya, terutama di jawa
tengah. bahkan di rumah saya pun anggota keluarga menggunakan linux
untuk kebutuhan sehari-hari. hal ini bukan karena saya pro linux [saya
juga masih buat system berbasis windows kok], namun cenderung ke
keamanan. browsing with peace of mind.

untuk linux desktop, saya menyarankan pada ubuntu, kubuntu [ubuntu
versi KDE karena ada beberapa software saya yang berjalan dengan KDE],
mandriva.



-Iwan P-

2011/5/17  <[email protected]>:
> Dears Linuxer,
>
> Di perusahaan tempat bekerja saya saat ini based on windows 99 persen, hanya 
> beberapa yg digunakan untuk server menggunakan linux.
>
> Step2 apa saja yg perlu Saya lakukan untuk merubah OS ke Linux Desktop target 
> awal 33 persen terutama merubah paradigma LINUX itu SUSAH.
>
> Mohon bantuannya :
> 1. Perbandingan LInux dan Windos dari sisi securitas,flexibilitas,user 
> friendly.
> 2. Linux Desktop tipe apa yang cocok untuk user Pemula
>
> Mudah2an ada yg bisa memberikan pemahaman dan pencerahan dan referensi
>
> Salam
> Sutarno
> Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke