Trimakasih responder sharing pengalamannya. Banyak masukan yang Saya dapat.
Saya akan coba mulai start observasi. Mudah2an tidak terlalu lama sedikit demi sedikit bisa berubah dan duduk manis seperti mas Ferry dan rekan2 linuxer. good forum 4 me Rgd Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Ferry Kristianto <[email protected]> Date: Tue, 17 May 2011 13:44:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [tanya-jawab] Windows vs linux On 05/17/2011 11:47 AM, Iwan Prasetyo wrote: > hi pak sutarno :) > > senang mengetahui ada minat migrasi menggunakan linux. kondisi pak > tarno saat ini sudah bagus menggunakan server berbasis linux. > > sebelum melakukan migrasi, ada baiknya pak tarno melakukan > inventarisasi penggunaan aplikasi. hal ini bertujuan untuk mengetahui > aplikasi apa saja yang memang diperlukan dan hanya bisa berjalan > dengan platform windows. jangan lupa, siapkan juga aplikasi pendukung > perusahaan dan aplikasi pengganti (misal open office mengganti > office). Beli beberapa buku tentang open office calc karena excel > sering digunakan di kantoran. > > kebanyakan memang kasus migrasi sukses bila ada dukungan langsung dari > beberapa orang di jajaran top level manajemen. sedangkan untuk > mengubah paradigma "Linux itu SUSAH", cukup pak tarno menggunakan > distro yang modern misal ubuntu versi 10 ke atas, atau mandriva 2010 > ke atas ditambah dengan kehadiran tim support pak tarno, katakanlah 1 > bulan pertama. pendampingan langsung akan membesarkan hati calon user > yang was-was di saat awal. > > bila target awal 33%, mungkin pak tarno bisa mempertimbangkan dimulai > dari komputer produksi? pengalaman saya paling mudah melakukan migrasi > dari unit komputer bagian produksi. di area ini fungsi komputer hanya > spesifik, juga resistensi paling sedikit. user cukup diberitahu harus > pakai dengan cara tertentu, selesai sudah. > > resistensi terbesar sering muncul dari kalangan staf karena faktor > kebiasaan. nah di sini akan lebih baik bila pak tarno memulai program > migrasi dibarengi dengan kebijakan perusahaan untuk peremajaan > komputer. pak tarno tinggal memberikan unit komputer baru untuk user > yang terlebih dahulu pakai linux. pasti animo dan reaksi positif > kehadiran linux akan meningkat :) > > untuk perbandingan, masalah security jelas linux menang. ini udah > state of the art linux. saya tidak pernah mengurusi masalah virus di > client saya sejak 2006. jadi saya sudah 5 tahun hidup enak. sebagai > 3rd party, dulu saya cukup sering dipanggil hanya masalah virus. > > bila kasus pak tarno toko atau distributor, maka strateginya adalah > mencoba dahulu software utama. karena jenis usaha ini biasanya > tergantung pada 1 jenis software yang tailored. bila aplikasi berbasis > web, mungkin akan lebih nyaman. konsultasikan dengan programmer yang > membuat. bila software berbasis DOS [clipper, foxbase, dbase], yakin > bisa pak dengan DOSEmu. setelah lolos dari percobaan, langsung ubah > aja habis. biasa sang pemilik tidak akan ambil pusing selama > aplikasinya bisa berjalan dan aman [keyword menakutkan pemilik: > lisensi, bayar lagi, kena sweeping]. > > masalah fleksibilitas, ini agak bias. maksud pak tarno fleksibilitas > di windows yang bagaimana? sebab linux sejak 2007 sudah sangat > fleksibel termasuk install driver. > > kalau masalah user friendly, percaya pak, linux hanya masalah > kebiasaan. banyak pabrik sudah menggunakannya, terutama di jawa > tengah. bahkan di rumah saya pun anggota keluarga menggunakan linux > untuk kebutuhan sehari-hari. hal ini bukan karena saya pro linux [saya > juga masih buat system berbasis windows kok], namun cenderung ke > keamanan. browsing with peace of mind. > > untuk linux desktop, saya menyarankan pada ubuntu, kubuntu [ubuntu > versi KDE karena ada beberapa software saya yang berjalan dengan KDE], > mandriva. > > > > -Iwan P- > > 2011/5/17<[email protected]>: >> Dears Linuxer, >> >> Di perusahaan tempat bekerja saya saat ini based on windows 99 persen, hanya >> beberapa yg digunakan untuk server menggunakan linux. >> >> Step2 apa saja yg perlu Saya lakukan untuk merubah OS ke Linux Desktop >> target awal 33 persen terutama merubah paradigma LINUX itu SUSAH. >> >> Mohon bantuannya : >> 1. Perbandingan LInux dan Windos dari sisi securitas,flexibilitas,user >> friendly. >> 2. Linux Desktop tipe apa yang cocok untuk user Pemula >> >> Mudah2an ada yg bisa memberikan pemahaman dan pencerahan dan referensi >> >> Salam >> Sutarno >> Powered by Telkomsel BlackBerry® Semua saran diatas penting, tapi menurut saya... Yang paling penting, hardware nya! Terutama bila migrasi ke Linux Desktop untuk semua user. Minimal anda harus pakai RAM 512Mb untuk mendapatkan kesan bagus dari user. Buat apa di-oprek susah2 kalau user tahunya sekarang komputer jadi lambat. Buka apa-apa nunggu loading lama. Tampilan jelek karena cuma bisa pakai Windows Manager yang ringan. Kalau memang serius untuk migrasi, ada baiknya budget penambahan hardware diajukan sekalian. Saya bekerja di sekolah, 90% sudah menggunakan Linux, dan sekarang malahan beberapa guru sudah tertarik untuk menginstall full Linux (ubuntu) di laptop pribadi mereka. tapi tentu saja RAM mereka 1 GB. Mereka malah mengakui bahwa menggunakan Linux malah jauh lebih praktis daripada Windows! RAM yang cukup akan memberi kesan baik di kalangan end-user yang pemula. Siapa bilang Linux itu rumit? Itu pemikiran masa lalu. Sekarang Linux jauh lebih mudah daripada Windows. Sulit migrasi ke OpenOffice? Kalau nanti sudah mentok, ada dokumen yang tidak bisa dikonversi karena rumit. Bagaimana bila menggunakan wine+MS Office? Ya jelas kemungkinan besar disini MS Office nya sulit untuk legal. :P But to achieve greater purpose, why not? Cara ini berhasil saya terapkan untuk mengubah pola pikir dari user. Saya malahan menggunakan Ubuntu+wine+virtualbox. Virtualbox saya perlukan karena kadang saya perlu editing video. user di tempat saya sudah begitu terbiasa dengan Linux sehingga sekarang mereka bingung bila harus membuka Windows. Yang jelas, satu-satunya OS yang berjalan "out of the box" hanyalah Linux. Tancapkan peralatan apa saja, Linux 99% akan langsung mengenali. Bandingkan dengan windows. Saran saya: 1. kenali kebutuhan user, buat daftar. Apakah user hanya butuh untuk aplikasi perkantoran, browsing, chatting. Baru sesuaikan softwarenya 2. Saya sangat menganjurkan menggunakan Ubuntu untuk migrasi awal. Ada banyak kemudahan yang bisa anda peroleh dengan distro ini. Pakai yang Ubuntu 10.04 saja daripada Ubuntu 11.04 karena lebih standar dan mudah dimengerti. info lengkap bisa bandingkan dengan yang ada web saya: http://betweenmeandlinux.wordpress.com/category/migrasi-2/ Saya teringat dengan editorial di sebuah majalah (InfoLinux?) yang mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada keluhan dari user yang berpindah dari symbian ke android, atau dari java-phone ke Blackberry. Walaupun merk berbeda2, tapi tidak ada keluhan yang sampai membuat orang kesal karena harus belajar lagi. Kenapa? Karena semua sistem yang mereka jalankan di hape benar2 sudah berjalan seperti seharusnya. Harusnya untuk Linux: Install - Setting - Jalan lancar, cepat dan mudah. Tapi seringkali sysadmin bisa menerapkan migrasi, tapi melupakan user juga perlu didampingi, dipermudah, cepat mengakses segala sesuatu. Kalau dikit2 loading lama, dikit2 buka terminal, mount-umount USB aja perlu ketik2. Lha buat apa migrasi?? Kok kesannya Linux susah banget. Padahal bukan salah Linux-nya, tapi sysadmin-nya. :) regards Ferry -- -------------------------------------------- http://betweenmeandlinux.wordpress.com -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
