On Fri, 13 Apr 2012 23:19:33 +0700
tukang ketik <[email protected]> wrote:

> Kapan atau dalam kasus apa kita gunakan PRE dan
> kapan/kasus apa menggunakan POST.
> 
> kapan/kasus apa pakai statement:
> iptables -t nat PREROUTING bla..bla..bla...
> dan kapan/kasus apa pakai statement
> iptables -t nat POSTROUTING bla..bla..bla..
> 

Bila anda sudah memahami prinsip-prinsip Jaringan IP maka penggunaan
PRE atau POST bergantung pada apakah kita mau memanipulasi paket header
sehingga memengaruhi _routing_decision_ (PREROUTING) atau
_return_destination_ (POSTROUTING).

Biasanya POSTROUTING dipake untuk SNAT (atau masquerade) sehingga IP
private bisa ke Internet dengan SRC-IP alamat publik milik gateway,
dengan demikian DST bisa me-reply ke SRC karena SRC-IP adalah publik.

Sedangkan PREROUTING dipake untuk DNAT sehingga paket dari Internet
bisa masuk ke LAN (original SRC) karena DST-IP sudah diubah menjadi
privat oleh gateway.

Manipulasi alamat IP ini tidak terbatas hanya dari IP-privat ke
IP-publik saja melainkan semuanya, yaitu privat-ke-privat,
privat-ke-publik, publik-ke-publik, publik-ke-privat.

contoh: perjalanan kereta dari yogya (tugu) ke jakarta (gambir)
* anggap kereta jalan terus dan hanya ngikutin rel sampai tujuan.
* anggap setelah sampai tujuan kereta balik lagi.
* anggap rute normalnya melalui jalur utara (lewat cirebon).
* ketika sampai di purwokerto, kepala stasiun mengalihkan jalur rel
sehingga kereta melalui jalur selatan lewat bandung (PREROUTING).
* sampai di jatinegara asal kereta diubah menjadi solo (balapan)
(POSTROUTING). kereta jalan terus hingga sampai gambir, lalu balik lagi.
QUIZ: kemana kereta akan menuju? mengapa?
CATATAN: contoh diatas tidak 100% tepat, anggap sebagai ilustrasi saja.

kalo masih belum paham, silahkan baca-baca dulu "NetFilter HOWTO"
sampai khatam (mungkin perlu dibaca 2-3x).

salam
YK

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke