> From: Gaffar, Abdul (Abdul)[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > 2. apakah perlu ada tasawuf (sufi) dalam Islam, apakah rasulullah > pernah memerintahkan manusia untuk masuk agama islam kemudian menjadi sufi Secara tekstual tidak ada perintah untuk menjadi sufi. Kata tasawuf pun sesungguhnya tidak ada dalam al-Quran. Akan tetapi al-Quran penuh dengan ajaran-ajaran keluhuran moral yang menjadi dasar bagi amalan-amalan para sufi. Dalam memahami pola hidup sufi, sebaiknya kita tidak terlalu terjebak dengan kerangka atau pola pikir para fuqoha yang bergerak dalam bahasan halal-haram, diperintah atau tidak diperintah. Pola pikir tetap perlu kita pegang. Akan tetapi hendaknya kerangka berfikir kita lebih diperkaya dengan perspektif lain, yaitu perspektif cinta (mahabbah) kepada Allah swt. Sesungguhnya energi cinta inilah yang menjadi paradigma pemikiran pada sufi. Berikut ini sedikit penjelasan tentang tarekat Chishtiyyah. Bagi kaum Sufi dalam Tareat Chishtiyyah, hal paling penting adalah kecintaan Allah. Beginilah mereka menjelaskannya. Manakalan ada orang jatuh cinta pada seseorang, ia akan terus-menerus memikirkan kekasihnya, dan setiap saat kerinduan kepadanaya semakin bertambah. Begitu pula halnya dengan cinta sejati, atau Kecintaan Allah. [4,hal.40] Abu al-Wafa al-Ganimi al-Taftazani, mengatakan bahwa semua tahapan (maqamat) dan keadaan (ahwal) para sufi, yang pada dasarnya merupakan tema pokok ajaran tasawuf, berlandaskan al-Quran. Berikut ini adalah ayat-ayat al-Quran yang menjadi landasan sebagian maqamat dan ahwal: [1,hal.197-203] a. Tentang mujahadah al-nafs: 29:69, 79:40-41 b. Tentang maqam takwa: 49:13, 2:194 c. Tentang maqam zuhd: 4:77, 57:20 d. Tentang maqam tawakkal: 65:3, 9:51 e. Tentang maqam syukur: 14:7, 3:145 f. Tentang maqam sabar: 16:127, 2:155 g. Tentang maqam ridho: 5:119, 89:28 h. Tentang maqam cinta: 5:54, 3:31 i. Tentang maqam ma'rifah: 2:282, 18:65 j. Tentang hal muraqabah: 96:14, 63:11 k. Tentang kondisi khauf (takut): 32:16, 3:175 l. Tentang kondisi raja' (harapan): 29:5, 2:218 m. Tentang kondisi tumaninah: 89:27-28, 13:28 Referensi: [1] Drs. Asmaran As., M.A., Pengantar Studi Tasawuf, Rajawali Pers, 1996 [2] Syaikh Syihabuddin Umar Suhrawardi, 'Awarif al-Ma'arif, Pustaka Hidayah, 1998 [3] Jalaluddin Rakhmat, Renungan-Renungan Sufistik, Penerbit Mizan, 1996 [4] Dr. Mir Valiuddin, Zikir & Kontemplasi dalam Tasawuf, Pustaka Hidayah, 1997 --------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
