KEHIDUPAN SUFISTIK Oleh : Muhammad Zuhri Makalah dalam Bedah Buku "Risalatul Qusyairiyah" di ICMI Pusat Jakarta, 30 Oktober 1997. MUQODDIMAH Nun jauh di ufuk lalu planet kita yang mungil ini sering dikunjungi oleh hamba-hamba robbani yang telah mengukir sejarah ummat manusia dengan ornamen surgawi. Mereka adalah para penempuh jalan kebenaran yang tiada tanding, para pencari yang berhasil menemukan dirinya yang bukan anak struktur, dan para piawai yang telah menyelamatkan bumi dari kefanaannya. Mereka datang dari puncak gunung, dari tepi ngarai, pinggir samodera dan dari padang pasir yang tandus bukan untuk berburu dan mengumpulkan kekayaan duniawi, melainkan hendak mengajak ummat manusia untuk menunda datangnya hari kiamat dan sekaligus mengurungkan kematian. Mereka menulis puisi bukan untuk berpuisi, karena dirinya telah berupa puisi-konkret yang didendangkan oleh para Malaikat. Mereka juga meninggalkan wacana-wacana tetapi tidak untuk berwacana, karena perilaku mereka telah berwujud wacana-wacana yang dinyanyikan oleh bintang-bintang di langit, embun pagi, arakan awan dan ombak di lautan. Mereka tidak memiliki sesuatu dan tidak pula dimiliki oleh sesuatu, karena pada hakekatnya mereka milik semua dan pemilik semua. Mereka dikenal oleh kebanyakan manusia sebagai para Rasul, para Nabi dan para penempuh jalan kebenaran atau Sufi. Bagai kendaraan mereka turun dari langit, ketika Sang Maha Pengasih rindu menjenguk makhluk-Nya. Mereka juga kereta-kereta pada saat Sang Pemelihara semesta mencemaskan keadaan hamba-hamba-Nya. Berbahagialah bangsa yang dikunjungi, lestarilah negeri yang disinggahi dan cemerlanglah dataran planet yang diinjaknya. Bagai sayap-sayap raksasa mereka menaungi ummat manusia dari murka Tuhan dan duka berada. Semoga berkilau maqam mereka hingga hari kebangkitan. SEBUAH KARYA ENSIKLOPEDIK TENTANG TASAWUF Salah satu dari warisan kepustakaan para sufi adalah Risalatul Qusyairiyah yang ditulis oleh Imam Qusyairi dari Naisabur. Sebuah karya ensikiopedik yang menghimpun pendapat-pendapat para Sufi terdahulu tentang Prinsip-prinsipTauhid dalam pandangan Kaum Sufi, Terminologi Tasawuf dan Maqamat Para Penempuh Jalan Sufi. Di awal penjelasan tentang Terminologi Tasawuf, penulis memperke-nalkan identitas Sufi sebagai 'anak sang waktu'. Maka menjadi jelas bagi kita bahwa mujahadah seorang mutasawwif bersifat internal dengan fokus perjuangan menemukan identitas diri yang paling final. Sesungguhnya dimensi yang mereka arungi merupakan sisi gelap manusia yang tak mungkin dapat disingkapkan dengan kunci-kunci keruangan. Hal itu disebabkan kelemahan ilmu pengetahuan obyektif di dalam menembus dinding subyek. Memang demikian kenyataannya. Pencarian diri dengan berorientasi keluar tidak pernah dapat menyelesaikan masalah, bahkan berdampak memecah kesatuan ummat manusia di dalam berbagai paham falsafah. Karena apa yang didapatkan dengan upaya tersebut hanya sebuah persepsi tentang diri, bukan kenyataannya. --------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
