Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

TULISAN-TULISAN  HAZRAT  MIRZA  GHULAM  AHMAD  A.S.  SEHUBUNGAN  DENGAN
BAI'AT.....2)

HIMBAUAN BAI'AT........

Pada  tanggal 1 Desember 1888, Hz. Masih Mau'ud a.s. menerbitkan sebuah
selebaran berjudul "Tabligh" berisikan himbauan "bai'at"......

Tabligh......

Disini saya menyampaikan sebuah amanat lagi, untuk umat manusia umumnya
dan  khususnya  untuk  saudara-saudara saya orang  Islam.  Yakni  telah
diperintahkan  kepada saya agar orang-orang pencari kebenaran  "bai'at"
kepada  saya untuk mempelajari keimanan sejati, kesucian imaniah hakiki
dan jalan kecintaan Ilahi, serta untuk meninggalkan kehidupan kotor dan
kehidupan  yang  malas  dan durhaka. Jadi, orang-orang  yang  menemukan
kekuatan  ini dalam kadar apa pun pada diri mereka, wajib  bagi  mereka
untuk  datang kepada saya, supaya saya ikut serta dalam kedukaan mereka
dan  akan  berusaha  meringankan beban mereka.  Dan  Allah  Taala  akan
memberikan  berkat dalam doa serta perhatian saya untuk mereka.  Dengan
syarat,  mereka siap sepenuh hati untuk menempuh persyaratan  Rabbaani.
Ini adalah perintah Rabbaani, yang telah saya sampaikan pada hari ini.

Berkenaan   dengan   itu,   wahyu  Allah   yan   diturunkannya   kepada
saya.....(yang artinya),

"Apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah.  Dan
buatlah  perahu  dihadapan mata Kami dan wahyu Kami.  Orang-orang  yang
bai'at  kepada  engkau sesungguhnya mereka bai'at kepada Allah.  Tangan
Allah ada diatas tangan mereka"

......(Maj'mu'ah Isytiharaat Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Mau'ud wa
Mahdi  Mau'ud  a.s. , Add Nazir Isyaat, London 1986, jilid  I,  halaman
188).

SYARAT-SYARAT BAI'AT.....

Pada  tanggal  12  Januari 1889, Hazrat Masih Mau'ud  a.s.  menerbitkan
selebaran berjudul "Takmil Tabligh" (Perlengkapan Amanat) yang  berisi-
syarat "bai'at",

Takmil Tabligh......
Artikel "Tabligh" yang telah hamba terbitkan dalam selebaran tanggal  1
Desember  1888,  yang didalamnya para pencari kebenaran telah  dihimbau
untuk  "bai'at",  penjabaran syarat-syarat  ringkasnya  adalah  sebagai
berikut:

1.  Orang  yang  "bai'at",  berjanji dengan  hati  jujur  bahwa  dimasa
mendatang, sampai masuk kedalam kubur, akan senantiasa menjauhi syirik.

2.  Akan  senantiasa  menghindarkan diri dari  dusta,  zina,  pandangan
berahi,   perbuatan  fasiq,  kejahatan,  aniaya,  khianat,   huru-hara,
pemberontakan,   serta  tidak  akan  dikalahkan  oleh   gejolak-gejolak
nafsunya  tatkala  bergejolak,  meskipun  sangat  hebat  dorongan  yang
timbul.

3.Akan  senantiasa  mendirikan shalat lima waktu  tanpa  putus,  sesuai
dengan  perintah  Allah  dan Rasul. Dan sedapat mungkin  akan  berusaha
dawam  mengerjakan  shalat Tahjjud, mengirimkan  shalawat  kepada  Nabi
Karimnya,  "shallallahu  'alaihi wassalam",  dan  setiap  hari  memohon
ampunan  atas dosa-dosanya serta melakukan istighfar. Dan  dengan  hati
yang  penuh  kecintaan mengingat kebaikan-kebaikan Allah  Ta'ala,  lalu
menjadikan  pujian serta sanjungan terhadapNya sebagai ucapan  wiridnya
setiap hari.

4.  Tidak akan mendatangkan kesusahan apapun yang tidak pada tempatnya-
karena gejolak-gejolak nafsunya-terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum
Muslimin khususnya, melalui lidah, tangan atau melalui cara lainnya.

5.  Dalam segala keadaan -sedih dan gembira, suka dan duka, nikmat  dan
musibah, akan tetap setia kepada Allah Taala. Dan dalam setiap  kondisi
akan rela ats putusan Allah. Dan akan senantiasa siap menanggung segala
kehinaan  serta  kepedihan  dijalan-Nya.  Dan  tidak  akan  memalingkan
wajahnya dari Allah Taa'la ketika ditimpa suatu musibah, melainkan akan
terus melangkah maju...

6.  Akan  berhenti  dari adat kebiasaan buruk dan  dari  menuruti  hawa
nafsu. Dan akan menjujunjung tinggi sepenuhnya perintah Al-Qur'an  Suci
atas  dirinya. Dan akan menajdikan firman Allah dan sabda Rasul sebagai
pedoman dalam setiap langkahnya.

7.  Akan  meninggalkan  takabbur dan kesombongan sepenuhnya,  dan  akan
menjalani  hidup dengan merendahkan diri, dengan kerendahan hati,  budi
pekerti yang baik, lemah lembut, dan sederhana.

8.  Agama  dan  kehormatan agama serta solidaritas Islam akan  dianggap
lebih  mulia  dari pada nyawanya , hartanya, kehormatan  dirinya,  anak
turunannya, dan dari segala yang yang dicintainya.

9.  Semata-mata demi Allah, senantiasa sibuk dalam solidaritas terhadap
makhluk Allah umumnya, dan dengan kekuatan-kekuatan serta nikmat-nikmat
yang   telah  dianugerahkan  Allah  kepadanya,  sedapat  mungkin   akan
mendatangkan manfaat bagi umat manusia.

10.  Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini, semata-mata demi
Allah,  dengan  ikrar taat dalam hal yang "ma'ruf" dan akan  senantiasa
berdiri  teguh  diatasnya sampai akhir hayatnya. Tali persaudaraan  ini
begitu  tinggi  derajatnya, sehingga tidak akan diperoleh  bandingannya
dalam  ikatan persaudaraan maupun hubungan-hubungan duniawi atau  dalam
segala bentuk pengkhidmatan dan penghambaan.

Inilah  syarat-syarat penting bagi para pelaku "bai'at" yang rinciannya
belum  dituliskan dalam selebaran 1 Desember 1888. Dan hendaknya jelas,
perintah  bai'at ini sudah turun dari Allah Taala sejak  sekitar  bulan
yang  lalu.  Namun  sebab  kertelambatan  dalam  penerbitannya  adalah,
dikarenakan  perasaaan saya selalu tidak enak jika segala  macam  orang
yang  baik  dan  orang  yang burukpun  masuk  kedalam  silsilah  bai'at
ini.Dan   hati  saya  senantiasa  mendambakan  agar  orang-orang   yang
beberkatlah  yang masuk dalam silsilah beberkat ini, yaitu  orang-orang
yang dalam fitrat mereka terdapat benih kesetiaan; dan orang-orang yang
tidak mentah , cepat berubah dan bimbang.

Oleh  karena  itulah  (saya)  selalu menanti  suatu  "kesempatan"  yang
menampilkan perbedaan antara orang-orang benar dan dengan yang  mentah,
dan antara orang-orang yang ikhlas dengan yang munafik.  Dan Allah juga
telah   memperlihatkan  secara  terpisah  orang-orang  yang  berpikiran
dangkal,  mentah,  serta  yang berprasangka  buruk.  Dan  yang  tinggal
bersama  kami adalah orang-orang yang memiliki fitrat yang layak  untuk
tinggal  bersama kami. Sedangkan orang-orang yang secara  fitrat  tidak
teguh  dalam iman, letih dan penat, mereka semua telah terpisah,  serta
tenggelam dalam kebimbangan dan keraguan.

Jadi  karena  itulah  pada kesempatan seperti ini  menerbitkan  artikel
"bai'at"  tampaknya  sangat  tepat. Supaya kepergian  orang-orang  yang
tidak layak, manfaatnya dapat kami peroleh, dan supaya orang-orang yang
tidak  sadar tidak perlu menanggung kepahitan dampak akhir mereka.  Dan
supaya  orang-orang dalam suasana cobaan ini menyambut imbauan "bai'at"
ini  lalu masuk kedalam silsilah berberkat ini, merekalah yang dianggap
sebagai Jemaat kami dan merekalah yang dianggap sahabat murni kami. Dan
merekalah  yang  mengenainya Allah Ta'ala berfirman kepada  saya,  "Aku
akan  memberikan keunggulan pada mereka atas pihak-pihak selain  mereka
hingga  Hari Kiamat, dan berkat serta rahmat akan senantiasa  menyertai
mereka".

Dan  juga  difirmankanNya kepada saya: "Engkau  buatlah  perahu  dengan
seizin-Ku  dihadapan mata-Ku. Orang-orang yang "bai'at" kepada  engkau,
mereka  itu  "bai'at"  kepada Allah. Tangan  Allah  ada  diatas  tangan
mereka. Hadirlah engkau dengan seluruh kekuatan engkau dihadapan  Allah
Taala,  dan jangan tinggalkan "Rabb Karim" engkau sendirian,  seseorang
yang meninggalkan-Nya sendirian, dia akan ditinggalkan sendirian."

Jadi,  sesuai  firman  Allah,  selebaran  umum  himbauan  "bai'at"  ini
disebarkan.  Dan  bagi  mereka yang menjunjung  syarat-syarat  tersebut
diatas,  diizinkan secara umum untuk datang kepada hamba guna melakukan
"bai'at" setelah mengerjakan "sunnah istikharah". Semoga Allah  menjadi
Penolong  mereka, dan menimbulkan perubahan suci didalam hidup  mereka,
serta menganugerahkan kepada mereka kebenaran, kesucian, kecintaan  dan
kecemerlangan  pikiran.  "Aamiin tsumma  aamiin.  Wa  aakhiru  da'wanaa
anilhamdulillaahi rabbil 'aalamiin"......

Al-Muballigh, hamba ahqar 'abdullaah,
Mirza Ghulam Ahmad,
Dari Qadian, distrik Gurdaspur, Punjab,
9 Jumadil Awwal 1306 H / 12 Januari 1889.

......(Majmu'ah Isytiharah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad , Masih Mau'ud  wa
Mahdi Ma'hud a.s., Add. Nazir Isyaat, London 1986, jilid I, halaman 189-
192).

bersambung......

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke