Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr.wb. TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD A.S. SEHUBUNGAN DENGAN BAI'AT.....3) HAKIKAT BAI'AT............ Pada tanggal 14 Mei 1900, Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan selebaran yang berisi: Kalian melihat bahwa di dalam "bai'at", saya meminta ikrar berupa "Aku akan mendahulukan agama daripada dunia." Ini adalah supaya saya melihat apa yang diamalkan atas hal itu oleh orang-orang yang "bai'at". Tanah dan bumi baru.... Jika seseorang memperoleh sedikit tanah baru, maka dia akan meninggalkan keluarganya lalu pergi menetap disana (untuk bertani). Dan dia tinggal disana memang penting supaya tanah itu berpenghuni. Seperti halnya Muhammad Hussein Batalwi (salah seorang Ulama yang sangat memusuhi Masih-Mau'ud a.s., red) yang terpaksa perlu "menetap" di pengadilan. Lalu, adapun kami yang memberikan suatu tanah baru dan tanah itu jika dibersihkan serta diolah dengan rajin dapat tumbuh buah-buah-an abadi, mengapa orang-orang tidak datang dan membuat rumah disini? Dan jika ada yang mengambil tanah ini dengan tidak sungguh-sungguh, yakni setelah "bai'at", untuk datang kesini (...Qadian, red) dan menetap beberapa hari pun dia merasa susah serta sulit, maka bagaimana mungkin bisa diharapkan matangnya panen dan berbuah? Allah Ta'ala juga telah menamakan kalbu sebagai tanah dan bumi: "I'lamuu annallaha yuhyil ardha ba'da mautihaa" ..... Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi sesudah matinya (QS. Al-Hadied, 57:17). Betapapun tanah itu harus diolah. Sapi dan kerbaupun dibeli, tanah dibajak, ditaburi benih, diairi dan ringkasnya benar-benar kerja keras. Dan selama seseorang itu sendiri tidak terlibat didalamnya, maka tidak akan ada hasilnya sedikitpun. Ada tertulis bahwa seseorang melihat tulisan pada batu: "Pertanian adalah emas dan emas." Dia mulai bertani , namun dia serahkan kepada buruh. Tetapi tatkala dia hitung, bukannya beruntung, justeru dia yang harus membayar. Maka pada kesempatan itu timbullah keraguan dalam dirinya. Nah, seorang yang bijak menjelaskan padanya, "Nasihat itu memang benar, numun engkaulah yang bodoh. Jadilah pengelolanya sendiri, baru akan berhasil." Persis seperti itulah kondisi "tanah dan bumi" hati. Barangsiapa memandangnya dengan hina, dia tidak akan memperoleh karunia serta berkat Allah Taala. Ingatlah, saya datang untuk mengadakan "ishlah" atau perbaikan pada manusia. Siapa-siapa yang datang kepada saya, dia akan menjadi ahli waris suatu karunia , sesuai dengan kemampuan- kemampuannya. Akan tetapi saya katakan pula dengan jelas, bahwa orang yang "bai'at" sekedarnya lalu berangkat pergi dan kemudian tidak tahu dimana dia berada serta apa yang dia perbuat, dia tidak akan mendapat apapun. Sebagaimana dia datang dengan tangan kosong, diapun pergi kembali dengan tangan hampa. Pergaulan dengan Para Shadiqiin.... Karunia serta berkat ini diperoleh melalui pergaulan yang dekat. Para sahabat Rasulullah SAW duduk dekat beliau....Akhirnya, sebagai dampaknya, Rasulullah SAW bersabda: "Allah, Allah fii ash- habii."...Seolah-olah para sahabah sudah menjadi perwujudan wajah Allah. Derajat itu tidak mungkin mereka peroleh jika mereka jauh. Ini adalah suatu hal yang sangat penting. "Qurub" Allah Taala adalah "qurub atau kedekatan" para hamba Allah. Dan perintah Allah "kunuu ma'a shshadiqiin" ...Hendaklah kamu bersama-sama orang yang shadiq....(QS. At-Taubah, 9:119), menjadi saksi akan hal itu. Ini adalah suatu rahasia yang sedikit sekali orang-orang memahaminya. "Ma'mur-minallah" (utusan Allah) tidak pernah dapat menerangakan seluruh permasalahan hanya dalam satu waktu. Melainkan, dengan memeriksa penyakit-penyakit para sahabatnya , sesuai dengan kesempatan saat itu, dia terus mengadakn "ishlah" dan perbaikan pada diri mereka melalui anjuran dan nasehat. Dan tahap demi tahap dia terus mengobati penyakit-penyakit mereka. Kini, sebagaimana pada hari ini saya tidak dapat menerangkan seluruh masalah, mungkin saja ada beberapa orang yang hanya pada hari ini mendengarkan ceramah lalu pergi. Dan ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan pembawaan serta kemauaan mereka, maka mereka pun menjadi luput. Akan tetapi orang yang terus-menerus menetap disini, dia secara beriringan terus mengadakan perubahan demi perubahan, dan akhirnya dia mencapai tujuannya. Setiap orang membutuhkan perubahan sejati. Barangsiapa didalam dirinya tidak ada perubahan, maka dia menggenapi ayat berikut ini: "Barangsiapa yang buta di dunia ini maka di akhirat pun dia akan buta"....(QS. Bani Israil, 17:73). Perubahan Suci...... Saya selalu risau memikirkan bagaimana supaya didalam jemaat ini timbul suatu perubahan suci. Adapun gambaran yang terdapat dalam hati saya tentang perubahan di dalam Jemaat saya, masih belum lagi terwujud. Dan menyaksikan kondisi ini keadaan saya adalah bagaikan...( yang dikatakan Al-Qur'an, red), "Boleh jadi engkau membinasakan dirimu dari dukacita karena mereka tidak mau beriman".....(QS. As-Syuara, 26:4). Saya tidak menginginkan supaya pada waktu "bai'at" orang-orang ikut mengucapkan kata seperti burung beo. Itu tidak akan memberikan faedah sedikitpun. raihlah ilmu "tazkiyah-nafs" (pensucian jiwa). Sebab, itulah yang diperlukan. Dan ciptakanlah oleh kalian suatu perubahan dalam diri kalian. Dan benar-benar jadilah seorang insan yang baru, sehingga penting bagi setiap orang diantara kalian supaya memahami rahasia ini. Dan adakanlah perubahan sedemikian rupa sehingga kalian dapat mengatakan bahwa "Saya sudah berubah." Saya sekali lagi mengatakan bahwa pada hakikatnya selama seseorang itu tidak tinggal menetap dalam pergaulan dengan kami untuk suatu masa tertentu, lalu dia tidak merasakan bahwa dia sudah berubah, maka tidaklah ada faedah baginya. Arti "Mendahulukan Agama daripada dunia"..... Raihlah kesucian yang paling tinggi dalam kondisi fitrat, akal dan gejolak hati, barulah itu bermakna sesuatu. Jika tidak , berarti tidak ada sedikitpun maknanya. Bukanlah saya bermaksud supaya kalian meninggalkan kesibukan-kesibukan dunia. Allah Taala mengizinkan kesibukan-kesibukan dunia, sebab melalui jalan itu juga timbul ujian. Dan akibat ujian itulah orang menjadi pencuri, penjudi, penipu, perampok dan berbagai macam kebiasaan buruk lainnya yang ia lakukan. Akan tetapi segala sesuatu memiliki batas . Lakukanlah kesibukan- kesibukan duniawi dalam batas sedemikian rupa yang dapat menciptakan sarana-sarana penolong bagi kalian di jalan agama. Sedangkan yang menjadi tujuan utama di dalamnya tetap harus agama. Jadi, kesibukan- kesibukan duniawipun tidak kami larang. Dan kami juga tidak mengatakan supaya kalian siang-malam tenggelam dalam mencari dunia serta dalam kehiruk-pikukan dunia, sehinga kalian memenuhi ruangan Allah Taala dengan dunia semata. Jika ada yang melakukan demikian, maka dia sendiri yang telah menciptakan sarana keluputan atas dirinya. Dan yang ada dilidahnya hanyalah pernyataan belaka. Pendeknya, tinggallah didalam pergaulan "orang-orang yang hidup", supaya kalian menyaksikan penampakan Tuhan Yang Hidup. (.....Al-Hakam, jilid VI, nomor 26, hal 5-12, tanggal 24 Juli 1902; Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London 1984, jilid II, halaman 70-73). bersambung.... Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- --------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
