Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr.wb. Bahwa sebenarnya selain "Islam" tidak ada sebuah agama manapun yang mempunyai kalimah Syahadat. Sebagaimana halnya Kitabnya, demikian juga dengan Nabinya, begitu pula ke universilannya, Islam mempunyai kelebihan dari agama-agama lain. Maka demikian pula halnya berkenaan dengan kalimahnya, dibandingkan dengan agama-agama lain, kentara benar keistimewaannya. Tiap tiap agama mempunyai Kitab-Kitabnya masing-masing, tetapi tidak ada umat lain yang mendapat Kallamullah kecuali umat Islam. Perkataan "Kitab" berarti hanya karangan, kewajiban-kewajiban dan hukum-hukum, akan tetapi dalam perkataan itu tidak tersimpul pengertian , bahwa tiap-tiap perkataan yang tercantum dalam karangan itu adalah dari Allah SWT. Akan tetapi Kitab kepunyaan umat Islam diberi nama Kalamullah, yang berarti satu persatu dari perkataannya difirmankan oleh Allah Taala. Seperti halnya isi karangan dari Kitab Nabi Musa a.s.adalah memang difirmankan Allah Ta'ala, ajaran Nabi Isa a.s. yang dikemukakan beliau kedunia ini adalah memang dari Allah Ta'ala, tetapi sekalian Kitab itu , tidaklah memakai perkataan yang langsung diucapkan oleh Allah SWT sendiri..... Jika orang gemar membaca dan menelaah Taurat, Injil dan Qur'an dan sudi memperhatikan tulisan didalam kitab-kitab ini , maka sepuluh menit kemudian sesudah membacanya , ia akan mengambil kepastian bahwa isi karangan Taurat dan Injil itu memang sungguh dari Allah Ta'ala , tetapi kata-katanya bukanlah dari Allah Ta'ala. Demikian juga ia akan memastikan pula bahwa isi Al-Qur'an ul Karim adalah dari Allah Ta'ala dan tiap kata demi katanya pun adalah dari Allah Ta'ala juga. Atau katakanlah demikian, bahwa jikalau seseorang tidak mempercayai baik Qur'an, Taurat, maupun Injil, membaca ketiga Kitab itu satu persatu masing-masing dalam dalam waktu beberapa menit, pastilah ia kemudian menyatakan bahwa, meskipun pengemuka Taurat dan Injil mengatakan "kedua Kitab itu datang dari Allah" namun sekali-kali ia tidak mengatakan bahwa tiap-tiap perkataannya adalah ucapan Allah SWT. Tetapi bagaimana dengan Al-Qur'an? Berkenaan dengan itu ia terpaksa akan mengakui bahwa Al-Qur'an itu sendiri mendakwakan isi karangan itu dari Allah Ta'ala dasn juga ia akan mengakui bahwa tiap-tiap perkataan Qur'an itu memang difirmankan oleh Allah Ta'ala. Itulah sebabnya maka "Al-Qur'anul Karim" menamakan dirinya "Kitabullah" bahkan juga "Kalamullah". Akan tetapi "Taurat" dan "Injil" tidak menamakan dirinya dengan Kalamullah dan tidak pula Al-Qur'an menyebutnya demikian. Jadi Islam mempunyai suatu kelebihan dari agama-agama lain dalam hal ini. Bahwa Kitab-Kitab agama lain memang Kitabullah , tetapi bukanlah Kalamullah, sedangkan Kitab dari Ummat Islam bukan saja "Kitabullah", bahkan juga "Kalamullah". Demikian pula sumber dari segala agama berasal dari wujudnya para nabi, tetapi tidak ada sebuah agamapun mengemukakan seorang nabinya, yang mendakwakan dirinya untuk menerangkan hikmah tentang seluk beluk agama dan selaku teladan yang sempurna bagi sekalian umat manusia. Agama Kristen kita ambil sebagai contoh yang terdekat zamannya dengan zaman Islam, mengemukakan Isa al Masih sebagai Anak Allah, dengan kedudukan tersebut tidak memungkinkan kepada manusia mengikuti jejaknya, sebab manusia tidak bisa menyamai Tuhan. Taurat juga tidak mengemukakan Nabi Musa sebagai teladan yang sempurna. Tidak pula Taurat dan Injil mengemukakan Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. sebagai orang yang berwenang untuk menerangkan hikmah tentang seluk beluk agama. Akan tetapi mengenai Nabi Muhammad SAW, Qur'an berkata: "...yu'allimukumul Kitaba wal Hikmah....... Nabi ini menerangkan kepada kamu hukum-hukum Ilahi bersama-sama hikmah-hikmahnya"....(QS. 2:151). Jadi sesungguhnya keunggulan Islam itu terletak dalam hal ini, bahwa Nabinya merupakan suri teladan bagi umatnya dan tidaklah menyuruh tunduk kepada hukum-hukumnya dengan paksaaan, melainkan manakala ia mengeluarkan sebuah hukum, maka hal itu dimaksudkan untuk memperkuat iman serta menambah semangat para pengikutnya. Ia pun menerangkan bahwa dalam segala hukum-perintahnya tersembunyi faedah-faedah guna keutuhan agama, kesejahteraan orang-orang yang menjadi pemeluknya dan untuk seluruh umat manusia. Begitu juga Islam mempunyai kelebihan dari agama-agama lain dalam hal ajarannya. Ajaran Islam merupakan amanat perdamaian dan kemajuan bagi segala lapisan masyarakat, besar kecil, kaya miskin, laki-laki perempuan, orang Timur atau Barat, lemah dan kuat, pemimpin dan rakyat jelata, majikan dan buruh , suami isteri , orang tua dan anak , penjual dan pembeli, tetangga dan musafir kelana. Islam tidak melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan didalam masyarakat atau ummat manusia. Ia merupakan penyuluh bagi segala bangsa yang terdahulu dan ayang akan datang. Sebagaimana pandangan Allah, yang bersifat " 'alimulghaib" mengetahui segala hal yang tak tampak oleh manusia dari padada zarrah debu yang jatuh dibawah batu, sampai pula ke bintang-bintang yang berkilau-kemilau di cakrawala. Begitulah ajaran Islam memenuhi segala keperluan orang yang semiskin-miskinnya dan selemah-lemahnya, dan juga melengkapi kebutuhan orang yang sekaya-kayanya dan sebesar-besarnya. Pendek kata Islam bukanlah sebuah agama jiplakan dari agama-agama yang terdahulu, melainkan ia adalah merupakan salah satu matarantai dari agama-agama dan salah salah satu badan dari tatasurya kerohanian. Tidak pula pada tempatnya, kalau membandingkan salah satu hukumnya dengan agama-agama lain. Dalam hal penamaan agama memang terdapat persamaan, sebaimana halnya batu bara dan intan secara kimiawi adalah tergolong sejenis. Akan tetapi intan tetap bernama intan dan batubara tetap bernama batubara . Begitu pula batu marmar dan batu kerikil secara kimiawi berjenis sama, tetapi tetap satu sama lain berbeda. Lebih jauh lagi, ada sementara ada orang-orang Islam mengemukakan kalimah : "Laailaaha illallah, Ibrahim Khalilullah, Laailaaha illallah, Musa Kalimullah dan Laailaaha illallah Isa Ruhullah" dan mengatakan bahwa kalimah-kalimah tersebut merupakan kalimah-kalimah dari agama-agama yang terdahulu. Pada hal di dalam Taurat dan Injil dan kepustakaan -kepustakaan orang Kristen tidak ada terdapat kalimah-kalimah tersebut. Kalau kita perhatikan dikalangan umat Islam pada dewasa ini sudah timbul ribuan macam keburukan, tetapi apakah mereka telah melupakan kalimah mereka? Maka bagaimanakah dapat dikatakan bahwa orang-orang Kristen dan Yahudi sudah melupakan kalimah mereka? Seandainya mereka telah melupakan kalikmah mereka dan kalimah itu telah hilang dari Kitab-Kitab mereka , maka siapakah yang telah memberitahukan bunyi kalimah-kalimah mereka itu kepada orang-orang Islam? Ketinggian Nabi Muhammad SAW.... Pada hakekatnya tidak ada seorang pun Nabi yang memiliki "kalimah" kecuali pada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Tidak juga Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s. , Musa dan Isa a.s.Di antara keistimewaan-keistimewaan dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW terdapat pula sebuah keistimewaan lain bahwa diantara para nabi, hanya beliaulah yang menerima kalimah. Sebabnya ialah di dalam kalimah itu telah dipadukan menjadi satu, pernyataan Kerasulan dan pernyataan Tauhid Ilahi sedangkan pernyataan Tauhid itu merupakan satu kebenaran yang abadi, tidak dapat terhapus. Oleh karena masa kenabian dari pada nabi yang terdahulu pada suatu saat harus berakhir, sebab itu Allah Taala tidak mempersatukan namaNya dengan nama dari salah seorang nabi dahulu. Akan tetapi karena kenabian dari yang Mulia Nabi Muhammad SAW akan berlanjut terus hingga hari kiamat dan masa beliau tidak akan kunjung berakhir, sebab itu Allah Taala mempersatukan Kerasulan dan nama beliau bersama Kalimah Tauhid untuk menyatakan kepada dunia, bahwa seperti halnya laailaaha illaallaah tidak akan hapus, begitu juga Muhammad-ur-Rasulullah tidak akan terhapus Apa yang kita lihat sekarang ini sungguh mengherankan sekali. Orang-orang Yahudi tidak mengatakan bahwa Musa a.s. mempunyai kalimah, juga orang-orang Kristen tidak mengatakan Isa a.s. mempunyai kalimah , tetapi umat Islam yang nabinya mempunyai kalimah yang khusus, yang mana Allah Ta'ala telah mencermerlangkan Nabinya dengan kalimah, yang dengan perantaraan kalimah itu telah diberi supremasi (keunggulan) diatas umat-umat lain , mereka dengan dada terbuka , begitu bersedia hendak membagikan kehormatan nabi mereka kepada nabi-nabi yang lain. Kendatipun umat umat para nabi ini sendiri tidak mendakwakan sesuatu kalimah , namun sebahagian umat Islam ini...lewat Ulama-Ulama mereka itu tampil kemuka "mewakili" umat-umat lain itu , membuat-buat kalimah sendiri dan mengemukakan bahwa kalimah agama Yahudi demikian bunyinya, dan kalimah Ibrahim begini dan kalimah agama Kristen begitu.. Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- > ---------- > From: Endang Puji Rahayu[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, February 05, 1999 4:59 PM > To: '[EMAIL PROTECTED]' > Subject: [Tasawuf] > > Assalaamu'alaikum Wr.Wb. > > Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya pada pengasuh tasawuf. > > Begini, ada salah satu teman saya yang bertanya, > "Apakah pada jaman Nabi Adam itu sudah ada kalimah syahadat ?". Dan kalau > memang ada, bunyinya itu bagaimana..? > Sebab dia pernah mendengar dari suatu sumber yang mengatakan bahwa kalimah > syahadat itu sudah ada hanya saja yang menjadi masalah itu bunyinya. > Ada yang bilang bunyinya disesuaikan dengan jamannya spt masa Nabi Isa > menjadi Isa Rasulullah dstnya... > > Terus terang, saya sendiri masih awam dan perlu banyak belajar jadi saya > hanya bisa menjawab bahwa kalimah syahadat itu hanya ada pada masa Nabi > Muhammad saw. > Oleh karena itu saya mohon penjelasan dan tanggapan dari pengasuh tasawuf > juga rekan-rekan tasawuf lainnya yang memiliki wawasan / pengetahuan yang > lebih dalam dan luas tentang hal ini. > Terima kasih sebelumnya. > > Wassalaamu'alaikum Wr.Wb. > > Endang Puji Rahayu > Pt. Kiani Kertas > Telp. 021 798 6025 ext. 2230 > [EMAIL PROTECTED] > > --------------------------------------------------------------------- > Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] > > > --------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
