Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr.wb. TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD SEHUBUNGAN DENGAN BAI'AT.....4) TUJUAN BAI'AT......(I) Pada tanggal 9 Agustus 1902, beberapa orang dari Karpurtala "bai'at" ditangan Hazrat Masih Mau'ud a.s. Seorang diantara mereka mengutarakan keinginannya untuk meraih "ziarat" (perjumpaan) dengan Rasulullah SAW. Dan ia meminta petunjuk dari Hazrat Masih Mau'ud a.s. tentang hal itu. Beliau menjelaskan sbb: "Lihatlah, Anda telah "bai'at" kepada saya. Barangsiapa yang telah masuk dalam "bai'at", penting baginya untuk memperlihatkan tujuan- tujuan "bai'at" . Masalah hasrat untuk meraih "ziarat" Rasulullah SAW, adalah jauh dari maksud dan tujuan bai'at yang sebenarnya. Ini sama- sekali hendaknya janganlah dijadikan sebagai tujuan utama manusia. Didalam Al-Qur'an Suci pun ini tidak ditetapkan tujuan yang sebenarnya. Justeru malah dikatakan: "Inkuntum tuhibbuna allaha fattabi'unii yuhibkumullau"....Jika kalain mencintai Allah, maka ikutilah aku, Allahpun akan mencintai kalian"....(QS. Ali Imran 3:32). Maksud yang hakiki adalah mengikuti Rasulullah SAW dengan sebenarnya. Apabila manusia mabuk dalam mengikuti beliau, bisa saja terjadi demikian. Benar-benar dapat juga terjadi ziarat Rasulullah SAW. Seperti halnya seorang tuan rumah mengundang seseorang, maka dia menyediakan makanan yang enak. Namun dengan makan-makan itu dia juga menyiapkan alas meja. Tanganpun dibasuh. Pada hal tujuan yang sebenarnya adalah makanan. Demikian pulalah orang yang dengan sebenarnya mengikuti Rasulullah SAW, menjadikan hal itu sebagai tujuannya. Mungkin saja suatu saat akan terjadi perjumpaan dengan beliau. Lihatlah banyak sekali orang yang datang kesini untuk bai'at. Mereka melihat saya. Akan tetapi jika didalam diri mereka tidak terjadi perubahan yang merupakan tujuan utama saya dan yang untuk saya telah diutus, maka tidak ada manfaat yang mereka raih dengan melihat saya. Demikian pula, sangat malanglah orang itu dipandangan Allah Ta'ala dan sedikitpun tidak dihargai di sisi Allah Taala, yaitu orang yang walaupun telah memperoleh "ziarat" seluruh para nabi "alaihimus-salam" namun didalam hatinya tidak ada keikhlasan, kesetiaan sejati, keimanan hakiki dan rasa takut terhadap Allah serta taqwa. Jadi, ingatlah bahwa "ziarat-ziarat" semata-mata tidak ada gunanya. Doa pertama yang diajarkan Allah Ta'ala adalah: "Ihdinash shirathal mustaqiima, shirathalladziina'am ta'alaihim.....Tunjukilah kami jalan yang lurus , yakni jalan orang- orang yang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka".....(QS. Al- Fatihah, 1:6-7). Jika maksud utama Allah Ta'ala adlaah "ziarat" (perjumpaan), maka sebagai pengganti "ihdinaa" tentu Dia seharusnya mengajarkan doa: "Arina shuwral ladziina an'amtha 'alaihim".....Perlihatkanlah wajah orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat atas mereka". Dan ternyata hal itu tidak Dia laksanakan dan ajarkan kepada kita. Lihatlah kehidupan nyata Rasulullah SAW, beliau tidak pernah berkeinginan supaya beliau memperoleh "ziarat" dengan Ibrahim a.s. walaupun dalam Mi'raj beliau telah berjumpa dengan semua nabi. Oleh karena itu , hendaklah hal ini jangan dijadikan tujuan utama. Tujuan yang hakiki adalah mengikuti dengan sebenarnya." (Malfuzahat, Add. Nazir Ishaat, London, 1984, jilid III, halaman 315- 316). bersambung.... Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
