Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr.wb. TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD SEHUBUNGAN DENGAN BAI'AT.....5) TUJUAN BAI'AT .......(II). Pada tanggal 29 September 1903, setelah penerimaan bai'at, Hazrat Masih Mau'ud a.s. memberikan nasehat sbb: Setiap orang yang "bai'at" ditangan saya, ia hendaknya memahami apa tujuan "bai'atnya". Apakah dia "bai'at" untuk dunia atau untuk meraih keridhaan Allah Taala. Banyak manusia yang begitu malang, sebab maksud dan tujuan bai'at mereka hanyalah duniawi. Karena itu dengan melakukan "bai'at", tidaklah tercipta suatu perubahan didalam diri mereka. Dan keyakinan hakiki serta cahaya makrifat yang merupakan hasil serta buah "bai'at" sejati, tidak timbul dalam diri mereka. Di dalam amal-amal mereka tidak tampil keindahan dan kesucian. Dalam hal kebaikan mereka juga tidak mengalami kemajuan. Mereka tidak menghindari dosa-dosa dan menjadikan dunia ini sebagai tujuan sejati mereka. Hendaklah kalian ingat, bahwa dunia hanyalah untuk beberapa hari saja dan akhirnya mereka akan kembali kepada Tuhan jua. Dunia yang hanya untuk beberapa hari saja ini, akan dilalui dalam keadaan bagaimanapun. Akan kita lalui dalam keadaan sulit maupun senang. Tetapi masalah akhirat adalah masalah yang sangat besar. Akhirat adalah merupakan tempat yang abadi dan tidak berkeputusan. Jadi apabila dia (manusia) pergi dalam keadaan telah membersihkan diri untuk Allah Taala dan rasa takut akan Allah Taala yang menguasai kalbunya serta dia bertobat dari dosa, lalu senantiasa menghindarkan diri dari segala macam dosa yang telah dinyatakan sebagai dosa oleh Allah Taala, maka karunia Allah Taala akan menaunginya. Dan dia akan berada di "maqam" (tempat) yang Tuhan akan ridha kepadanya. Sedangkan apabila dia tidak berlaku demikian dan menjalani hidupnya dengan ketidakpedulian, maka akibatnya jelas berbahaya. Manfaat bai'at..... Oleh karena itu, pada waktu melakukan "bai'at" hendaklah diputuskan apa yang menajdi tujuan "bai'at" dan apa manfaat yang akan diraih darinya. Jika hanya untuk dunia, maka bai'at yang demikian tidak ada manfaatnya. Tetapi jika untuk "dien" (agama dan kerihanian) serta untuk meraih keridhaan Allah Taala, maka "bai'at" yang demikian adalah penuh berkat dan mengandung tujuannya yang sejati, yang dengan itu dapat diharapkan sepenuhnya faedah-faedah serta manfaat yang diraih melaui "bai'at" hakiki. Dengan "bai'at" yang demikian, manusia akan memperoleh dua manfaat besar. Yang pertama , dia bertobat dari dosa-dosanya, sedangkan tobat hakiki menjadikan manusia sebagai wujud yang dicintai oleh Allah Taala, dan dari itu manusia meraih kebersihan serta kesucian sebagaimana janji Allah Taala pada Surah Al-Baqarah 2: 223: "Innallaha yuhibbuttawwabiina wa yuhibbul mutathahhiina"... Yakni ,sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencitai orang-orang mensucikan diri dari ketertarikan terhadap dosa- dosa... Pada hakikatnya tobat adalah sesuatu yang apabila diterapkan dengan persyaratan-persyaratan hakiki, beriringan dengan itu dalam diri manusia tertanam suatu benih kesucian yang menajdikannya pewaris amal- amal saleh. Itulah sebabnya maka disabdakan juga oleh Rasulullah SAW, bahwa orang-orang yang bertobat dari dosa-dosanya seakan-akan tidak pernah melakukan suatu dosa apapun . Yakni dosa-dosa sebelum bertobat, akan diampuni. Apapun keadaannya sebelum waktu itu, apapun tindakan- tindakannya yang sia-sia serta ketidak seimbangan yang ditemukan dalam tingkah lakunya, Allah Taala akan mengampuni semuanya itu melaui karunia-Nya. Dan dengan Allah Taala terjalinlah suatu perjanjian serta dimulailah hisab baru.... (...Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London 1984, jilid VI, halaman 141- 146). bersambung 24500 TUJUAN BAI'AT .......(III). Pensucian dan Kebersihan diri...... Jadi, jika seseorang melakukan tobat dihadapan Allah Taala dengan hati yang jujur, maka setelah itu hendaklah dia jangan pula mengadakan hisab baru bagi dosa-dosanya, dan mengotori dirinya sendiri dengan kotoran- kotoran dosa . Melainkan dengan istighfar dan doa-doa, dia hendaknya selalu cemas memikirkan bagaimana cara untuk membuat Allah Taala ridha dan senang terhadapnya, serta senantiasa menyesali dan merasa malu terhadap kondisi-kondisi kehidupannya yang pernah dia lalui sebelum masa taubat. Ada beberapa bagian dalam usia manusia. Dan pada setiap bagian, terdapat berbagai macam dosa. Misalnya satu bagian dalam kehidupan manusia adalah masa remaja yang didalamnya sesuai dengan kondisinya pula terdapat dorongan-dorongan kemalasan dan kelalaian. Kemudian adalagi bagian dalam usia manusia yakni pada masa itu terdapat kecurangan, kedustaan, pamer dan berbagai macam dosa. Ringkasnya , pada setiap bagian dari usia manusia, didalamnya mengandung dosa dengan cirinya masing-masing. Pintu taubat....... Jadi dengan demikian, adalah merupakan karunia Allah bahwa Dia senantiasa membukakan pintu taubat dan kemudian mengampuni dosa orang- orang yang bertaubat. Dengan melalui taubatlah manusia itu kemudian dapat menajlin perdamaian dengan Tuhannya. Dan lihatlah, apabila terbukti pada manusia ada suatu kejahatan , maka manusia itu layak untuk dihukum, sebagaimana yang difirmankan-Nya: "Innahu man yakti rabbahu mujriman fainnalahu jahannama layamutu fiha wala yahya"....(QS. Thaahaa, 20:74). Yakni, barangsiapa yang hadir dihadapan Tuhannya dalam keadaan berdosa , balasannya adalah neraka, dimana dia bukannya hidup dan tidak pula mati. Ini adalah merupakan balasan dari suatu kejahatan dan orang-orang yang melakukan ribuan serta ratusan ribu kejahatan bisa dibayangkan bagaimana keadaannya. Akan tetapi jika seseorang diajukan ke pengadilan dan setelah pembuktian dan pengakuan kesalahan dari darinya sebagai pelaku kejahatan, kemudian pengadilan membebaskannya, maka betapa besarnya kemurahan hati sang hakim itu. Kini perhatikanlah bahwa taubat juga merupakan pembebasan yang diraih setelah pengakuan terhadap kesalahan, dan beriringan dengan taubat itu Allah Taala pun mengampuni dosa-dosanya terdahulu. Oleh karena itu, hendaklah manusia itu memeriksa dirinya sendiri, seberapa dia tenggelam dalam dosa-dosa itu dan seberapa hebatnya hukuman yang yang sedianya patut dia terima, namun Allah Taala telah memaafkannya semata-mata karena karunia-Nya. Jadi taubat yang kalian lakukan pada waktu ini, hendaknya kalian pahami apa hakikatnya , lalu jauhkanlah dari dari segenap dosa yang kalian telah tenggelam didalamnya sebelum ini, yaitu dosa-dosa yang mana untuk menghindarkan diri kalian dari padanya kalian telah berjanji lewat "bai'at". Hindarkanlah diri segala macam dosa, baik itu dosa lidah, dosa mata, ataupun dosa telinga. Ringkasnya setiap setiap bagain tubuh memilki dosanya masing-masing. Dosa adalah bagaikan racun dari waktu ke waktu yang terus bertumpuk dan akhirnya akan mencapai kadar sedemikian rupa sehingga manusia itu akan menjadi mati. Jadi, manfaat pertama dari "taubat" adalah sebagai obat penawar bagi racun dosa. Ia melindungi manusia dari dampak dosa dan menghapuskan dosa-dosa. Taubat ditangan Utusan Allah...... Manfaat kedua dari "taubat" adalah didalam "taubat" terdapat suatu "kekuatan" dan "keteguhan", yaitu "taubat" yang dilakukan dengan kesungguhan hati ditangan "ma'mur minallaah" (utusan Allah). Apabila manusia melakukan taubat sendiri, kebanyakan taubat yang demikian itu sering sekali dilanggar lagi sehingga berkali-kali manusia itu taubat dan berkali-kali pula dia langgar. Tetapi "taubat" yang dilakukan di tangan "ma'mur minallah" dan dilakukan dengan kesungguhan hati, adalah bersesuaian dengan kehendak Allah Taala sehingga Allah Taala sendirilah yang akan memberikan kekuatan padanya dan kepada orang tersebut akan diberikan keteguhan sedemikian rupa dari Langit sehingga dia akan dapat bertahan di atasnya. Inilah perbedaan antara taubat sendiri dan taubat ditangan "ma'mur minallaah", dimana jenis pertama itu lemah, sedangkan yang kedua adalah kokoh. Ini disebabkan bahwa taubat (jenis kedua ) itu diiringi oleh perhatian, daya magnetis dan doa-doa dari sang "ma'mur minallah" Unsur- unsur itulah yang memperkokoh tekad sipelaku taubat dan menganugerahkan kekuatan samawi kepadanya, yang mengakibatkan timbulnya suatu perubahan suci didalam diri orang itu. Sehingga benih kebaikan yang ditanamkan dalam dirinya, akhirnya akan menjadi pohon yang sarat dengan buah. Jadi jika kalian "sabar dan istiqamah", maka setelah beberapa hari kalian akan menyaksikan bahwa kalian telah jauh meninggalkan kondisi kalian yang terdahulu. Ringkasnya, ada dua buah manfaat "bai'at" yang ditangan saya ini. Yang pertama adalah pengampunan dosa dimana manusia itu sesuai dengan janji Allah Taala akan berhak memperoleh "maghfirah" (pengampunan). Dan yang kedua, dengan bertobat dihadapan "ma'mur" (utusan), manusia akan memperoleh kekuatan dan dengan sendirinya manusia itu akan terpelihara dari serangan-serangan setan. (...Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London 1984, jilid VI, halaman 141- 146). bersambung.... Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
