[TANYA]

Apakah yang dipelajari dalam Tasawuf?


[JAWAB]

Secara global, yang dipelajari dalam tasawuf adalah syariat bathin yang
bersangkut paut dengan hati. Yang dengan penyelarasan pemahaman dan
pelaksanaannya dengan Iman (Iman Awwami atau Mutakallimin : Red) dan Syariah
lahir, seseorang akan menjadi hamba yang berserah diri.

Dengan keberserahdirian ini kelak Allah SWT akan mengangkat seseorang
menjadi hamba yang Iman dengan hak (Iman Arifin). Untuk mengerti secara
jelas tentang Iman lihat penjelasan dari pertanyaan �Apakah yang dimaksud
Iman itu sesungguhnya?�.

Orang-orang Arab Badwi itu berkata:"Kami telah beriman".Katakanlah (kepada
mereka):" Kamu belum beriman, tetapi katakanlah 'kami telah berserah diri',
karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada
Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu;
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 49:14)

Berbekal Iman yang hak, merupakan syarat mutlak seorang hamba dapat menerima
petunjuk langsung dari Allah melalui hatinya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh,
mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya. (QS. 10:9)

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi
petunjuk kepada hatinya. (QS. 64:11)

Dengan petunjuk ini Allah SWT membimbing seseorang kepada jalan-Nya yang
lurus, jalan yang diridloi-Nya.

�dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang
beriman kepada jalan yang lurus. (QS. 22:54)

Seorang yang berjalan pada jalan yang lurus adalah orang-orang yang diberi
nikmat, mereka itulah golongan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin.

Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:
Nabi, para shiddiiqiin, syuhada dan shalihin. Dan mereka itulah teman yang
sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

Mereka itulah golongan yang selalu mengingat Allah.  Karena mereka selalu
mengingat Allah, maka Allah menjadikan mereka ingat, sadar, mengerti, dan
mengenal dirinya.

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang
yang fasik. (QS. 59:19)

Apabila seorang telah mengenal dirinya (nafsahu), maka ia akan mengenal
Tuhannya. Disinilah titik seorang baru mulai ber-Ad-Diin dengan benar. Lihat
penjelasan dari pertanyaan �Apakah untuk mencapai ma�rifat dengan jalan
tarekat ?�. Dan lihat penjelasan dari pertanyaan �Apakah yang disebut dengan
Bertemu Diri dan Misi Hidup? Dan Kenapa seorang yang mengenal dirinya
(Bertemu Diri) baru dikatakan mulai ber-Ad-Diin dengan benar?�



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke