Assalaamu 'alaykum wr. wb.

..... dan orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka
dan apa-apa yang diturunkan (kepada orang-orang) sebelum mereka....(Q.S.2:4)

Seluruh anggota milis rahimakumuLLAH,

Sahaya sengaja mengutip ayat tersebut di atas untuk mengingatkan kembali
bahwa derajat taqwa belumlah lengkap bila kita belum bersungguh-sungguh
beriman atas seluruh hukum ALLAH (Al-Qur'an dan Kitab-Kitab ALLAH lainnya).

Kita harus haqqul yaqqin bahwa Shuhuf KhaliluLLAH Ibrahim as., Shuhuf
KalimuLLAH Musa as. (Taurat), Zabur NabiyuLLAH Dawud as., Injil RuhuLLAH Isa
as. dan Al-Qur'an datangnya dari ALLAH Azza wa Jalla.

Inilah yang harus dijadikan pangkal pemahaman Ayat-Ayat ALLAH.

Sahaya pribadi sependapat dengan Bp. R. Sunarman dalam memahami hakikat
Kitab-Kitab ALLAH.

Khusus mengenai Injil, sahaya mengacu kepada pendapat seorang 'alim. Beliau
menyatakan, Injil sebagai Ayat-Ayat ALLAH ditanamkan ke dalam kalbu Isa as.
atau bahkan menjadi bagian dari ruh Isa as. NabiyuLLAH Isa as. tidak
memerintahkan kepada Hawariyyun untuk mencatat dan mengumpulkan
ucapan-ucapan beliau sebagai ejawantah penanaman Injil dalam ruh beliau.

Berdasarkan pendapat ini, sahaya berkesimpulan bahwa Ayat-Ayat ALLAH yang
disampaikan kepada para Nabi dan Rasul, kecuali Al-Qur'an, tidak diharuskan
diwujudkan dalam bentuk tertulis. Yang terpenting adalah meyakini, memahami
dan mengamalkan ketentuan-ketentuan ALLAH tersebut. Ini tentunya berlaku
hanya bagi kaum para Nabi dan Rasul yang bersangkutan.

Mengapa hanya Al-Qur'an yang perlu dan bahkan harus diwujudkan dalam bentuk
tertulis? Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi seluruh manusia. Berkenaan
dengan fungsi tersebut, tentunya menjadi sebuah keharusan untuk mempelajari
dan memahaminya. Agar hal itu lebih mudah diwujudkan, dibutuhkan sarana
penunjang berupa huruf dan bahasa manusia. Inilah yang menyebabkan Al-Qur'an
perlu bahkan harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Keharusan ini juga
merupakan satu dari berbagai cara penjaminan kemurnian Al-Qur'an sesuai
dengan ketetapan ALLAH.

Demikianlah yang bisa sahaya sampaikan. Bila ini benar, tentunya datang dari
ALLAH. Bila ini salah, tentunya datang dari diri sahaya yang tertunggangi
bisikan syaithan.

Wassalaamu 'alaykum wr. wb.


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke