Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

TULISAN-TULISAN  HAZRAT  MIRZA  GHULAM  AHMAD   SEHUBUNGAN  DENGAN
BAI'AT.....6)

BAI"AT DAN TAUBAT.........(I)

"Hendaklah  orang  berusaha memahami apa yang akan  diperoleh-nya  dari
bai'at  dan  mengapa bai'at itu merupakan suatu keharusan. Orang  hanya
akan menghargai sesuatu, jika ia mengetahui kebaikan dan nilainya.  Hal
ini  serupa dengan keadaan bermacam-macam barang di dalam sebuah rumah,
umpamanya  uang  coin  (logam) yang nilainya besar  maupun  kecil,kayu-
kayuan dan sebagainya.

Segala  sesuatu  akan ditempatkan pada tempatnya, yang  berarti  segala
sesuatu   akan   dipelihara  dan  dijaga  sesuai  dengan   nilai   yang
dimilikinya.  Koin yang kecil nilainya tidak akan diperhatikan  sebesar
perhatian  koin  yang besar nilainya. Adapun mengenai sisa  dari  kayu-
kayuan, akan dilemparkan saja kesudut ruangan. Pendeknya, apa saja yang
akan  menimbulkan  kerugian  besar  akan  lebih  diperhatikan  melebihi
perhatian  perkara-perkara lainnya.

Dalam  bai'at  yang  paling  penting adalah taubat  (penyesalan),  yang
berarti  kembali ke keadaaan semula. Hal ini menunjukkan  kepada  suatu
keadaan  manusia yang hidup dalam dosa, seolah -olah dosa itu merupakan
tanah  air baginya dan iapun tinggal menetap disitu, dan taubat  adalah
bahwa ia sekarang meninggalkan tanah airnya itu.

Kembali ke semula (ruju') berarti menjalani peri kehidupan yang  saleh.
Meninggalkan  tanah  air  adalah memang suatu perkara  berat,  dan  itu
berarti  menempuh  beribu-ribu kesulitan. Kalau seseorang  meninggalkan
tempat  tinggalnya, perasaanya mengalami suatu sentuhan mendalam,  maka
betapa  pula  mendalamnya  sentuhan  perasaan  itu  tatkala  ia   harus
meninggalkan  tanah  airnya.Ia meninggalkan segala sesuatunya,  barang-
barang  rumah  tangga, jalan-jalan, tetangga-tetangga dan tempat-tempat
belanjanya, kemudia berangkat kenegeri lain.Ia tidak akan kembali  lagi
ke  tanah  airnya  itu.  Inilah namanya taubat. Ketika  seseorang  suka
berbuat  dosa, teman-temannya pun adalah para pendosa pula, dan  ketika
ia  mulai  menjalani  hidup dalam ketakwaan,  teman-temannya  pun  akan
berlainan. Para ahli sufi  menamakan perubahan ini "MAUT"..........

Barangsiapa  yang  bertaubat, maka dia akan menanggung  kesusahan  yang
besar,  dan ketika dia melakukan taubat sejati dia pun akan diahadapkan
oleh  kesulitan-kesulitan yang besar. Adapun Allah  Taala  adalah  Maha
Pengasih  dan  Penyayang dan selama Dia belum menganugerahkan  ganjaran
nikmat atas semua hal itu, Dia tidak akan mematikannya. Hal inilah yang
diisyaratkan dalam ayat:

"Innallah yuhibbu tawwabiina.....Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang bertaubat".....(QS. Al-Baqarah, 2:223).

Yakni,  setelah  seseorang itu bertaubat, dia akan  menjadi  fakir  dan
miskin.  Oleh  karena  itulah Allah Taala menyayangi  dan  mencintainya
serta memasukkannya kedalam golongan orang-orang yang saleh.

Umat-umat  yang  tidak beranggapan bahwa Tuhan itu  Maha  Pengasih  dan
Penyayang.  Orang-orang Kristen menganngap Tuhan  sebagai  "penganiaya"
dan  mempercayai anak-Nya "pengasih". Sebab, Sang Bapa tidak mengampuni
dosa,   melainkan  Sang  Anaklah  yang  mengorbankan  nyawanya,   untuk
memperoleh pengampunan dosa manusia. Ini adalah suatu "kebodohan"  yang
sangat  besar  dan betapa jauhnya perbedaan dan saling pertentangan  di
antara Bapa dan AnakNya.

Biasanya  antara bapak dan anak terdapat kesamaan dalam hal akhlak  dan
tingkah   laku,  namun  disini  kita  lihat  benar-benar   bertentangan
......Seandainya  Allah bukan Maha Pengasih dan Penyayang  ,  maka  manusia
tidak  akan  dapat  hidup sedetikpun. Dia lah Tuhan yang  sebelum  amal
manusia  ada,  telah  menciptakan ribuan  benda  sarana  lainnya  untuk
keperluan  dan  kebutuhan manusia itu sendiri.  Maka  apakah  Dia  bisa
dipercayai tidak akan mengabulkan doa taubat dan menerima amal kita?

Hakikat taubat.....
Bukanlah hakikat dosa jika seandainya Tuhan menciptakannya sejak dahulu
kala,  kemudian  setelah ribuan tahun berlalu, barulah Dia  ingat  akan
perlunya  pengampunan dosa. Sebagaimana lalat memiliki dua  sayap  yang
pada  salah satu sayapnya terdapat penawar racun, sementara pada  sayap
lainnya  terdapat  racun,  demikian  pulalah  manusia  itu  seakan-akan
memiliki dua "sayap". Yang satu adalah sayap dosa dan yang lain  adalah
sayap  penyesalan,  taubat  dan kedukaan. Ini  adalah  merupakan  suatu
ketentuan,  sebagaimana ketika seseorang menyiksa  hamba  sahaya,  maka
kemudian  dia  akan  menyesali  perbuatannya  itu.  Seolah-olah   kedua
sayapnya  itu  sama-sama  bereaksi dan bersama  racun  itu,  senantaisa
terdapat obat penawar.

Kini  yang  menjadi  persoalan adalah, mengapa  racun  itu  diciptakan?
Jawabannya  adalah  ,  walaupun  ini merupakan  racun,  namun  ia  juga
memiliki  potensi sebagai penawar bagi racun yang mematikan. Seandainya
tidak  ada  dosa,  maka racun kesombongan akan merajalela  dalam  tubuh
manusia  yang akan membinasakannya. Taubat itulah yang menangkal.  Dosa
akan   menghindarkan   manusia  dari  bahaya  yang   ditimbulkan   oleh
ketakabburan dan keangkuhan. Tatkala Nabi "ma'sum" Rasulullah SAW  saja
melakukan istighfar sebanyak tujuh puluh kali setiap harinya, maka  apa
pula  yang  harus kita lakukan? Yang tidak bertaubat dari  dosa  adalah
orang  yang menyenangi dosa, sementara orang yang menganggap  dosa  itu
sebagai "dosa" , akhirnya tentu saja akan meninggalkannya.

Cangkokan rohani melalui ba'iat.......

"Dalam hadits Rasulullah saw. disebutkan bahwa seseorang memohon  ampun
atas  dosa-dosanya dengan berdoa sekhusuk-khusuknya, pada  akhirnya  ia
akan  diberitahu bahwa ia telah diampuni dan sejak itu ia boleh berbuat
apapun  sesukanya.Tentu saja, ini berarti bahwa  hati  nuraninya  telah
berubah sama sekali dan ia merasa tidak suka akan dosa. Sama keadaannya
seperti kalau seseorang melihat seekor kambing memakan kotoran,ia tidak
akan lantas melakukan hal yang sama.

Orang yang dosanya diampuni tidak mau berbuat dosa lagi. Seorang Muslim
secara  naluriah  akan membenci daging babi, meskipun sebenarnya  masih
ada barang-barang (perbuatan) haram lain yang diperbuatnya tanpa merasa
segan-segan.  Disini  kita  mendapat  pengajaran,  bahwa  Tuhan   telah
menjadikan kita benci terhadap hal-hal yang buruk,sebagai suatu isyarat
agar kitapun membenci hal -hal buruk lainnya.

Seseorang  yang  selalu  berbuat dosa dan  merasa  sudah  begitu  dalam
terperosok,  tidak  boleh  berhenti berdoa memohon  kepada  Tuhan  agar
mengampuni  dosa-dosanya. Doa adalah bagaikan obat serba khasiat.  Jika
ia terus menerus berdoa, nanti akan terasa olehnya bahwa ia mulai tidak
menyukai  dosa.  Orang yang berbuat dosa kemudian tidak  memohon  ampun
kepada  Tuhan  atas dosanya itu, pada akhirnya ia kan mengingkari  para
nabi dan dimahrumkan dari pembawa ruhaniahnya.

Inilah  hakikat daripada taubat dan mengapa ia menjadi satu unsur  dari
bai'at.  Manusia  pada  kenyataannya tenggelam dalam  serba  kelalaian.
Apabila ia terjun kedalam bai'at ditangan seseorang yang sudah mendapat
karunia  perubahan ruhaniah, maka ia seolah-olah dicangkokkan kepadanya
dan terjadilah perubahan menyeluruh dalam dirinya. Iapun mulai mendapat
keberkahan demi keberkahan dan dikaruniai pemahaman makna-makna. Dengan
sendirinya,  persyaratan pokoknya adalah bahwa pertalian  antara  kedua
belah  pihak  harus  benar-benar bersih dalam keikhlasannya,  ia  tidak
boleh seumpama suatu cabang yang kering.Ia harus bagaikan sebuah cabang
yang   sanggup   menghidupi  suatu  cangkokan.  Lebih  bersih   tingkat
keikhlasan  seseorang,akan  lebih banyak  lagi  keberuntungan  yang  ia
peroleh dari pertalian hubungan ini.........

.........(  Al-badar, jilid I, nomor 5-6, tanggal 28 November dan 5
desember
1902,  Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London, 1984, jilid I, halaman  2-
5).


bersambung....

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke