Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Semoga tidak menjadi bosan. Konsep Misi hidup ini benar-benar menyita
perhatian saya. Barusan saya berpikir kompromi yang mungkin mampu masuk
ke dalam bangun pemikiran yang ada. Pemahaman Konsep Misi Hidup ini
menjadi kira-kira sebagai berikut:

Allah SWT menjanjikan pada hambanya yang telah mampu menaikkan jiwanya
sesuai kapasitas (kadar/takdir) nya maka akan diberikan sebuah script
Misi Hidup yang menjadikan ybs menjadi aktor utama, perpanjangan tangan
Allah, trigger kehidupan, wujud interfensi Allah dalam alam semesta ini.
Jadi pada saat menerima misi hidup maka seseorang akan meloncat ke
kehidupan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan manusia lainnya
karena ybs memiliki misi khusus yang harus dijalankannya. Untuk dapat
menjalankan misi hidup ini, Allah akan membantu hambanya dengan curahan
ilmu ladunni yang tak ada putus-putusnya.

Pada konsep ini, misi hidup dituliskan Allah untuk hambanya yang mampu
mencapai level tersebut (bertemu diri). Seakan mendaki tangga maka pada
level tertentu tersedia sebuah almari yang berisi script-script Misi
hidup yang tersedia buat hambanya. Allah akan memilihkan script yang
paling sesuai dengan kapasitas hambanya & kebutuhan jamannya.

Jadi misi hidup itu semacam bonus, dan tidak dapat dipahami sebagai
keharusan kehidupan seperti harus menjadi pencopet dst. Misi hidup ini
selalu mulia dan menjadikan manusia tsb sebagai agen perubahan di alam
semesta. Konsep Misi Hidup ini malah menjadikan manusia harus aktif
untuk menaikkan level jiwanya hingga bertemu-diri untuk memperoleh bonus
tsb. Misi hidup ini bukan berisi script kehidupan yang berisi peran
untuk setiap individu. Script ini mengangkat aktor figuran menjadi aktor
utama yang berperan dalam panggung Sang Maha Kuasa. Tidak ada script
yang dituliskan untuk pelaku latar belakang dalam Alam Semesta.
 
Level bertemu diri sendiri (dimana kita menerima misi hidup), seperti
yang pernah dijelaskan pak Imam Suhadi adalah suatu level dimana manusia
telah mampu menaikkan tingkatan jiwanya sesuai kapasitasnya (misalnya si
A kapasitas maksimal adalah level langit 3 maka pada saat yg
bersangkutan mencapai level langit 3 ybs akan menerima misi hidup).

Dengan pemahaman konsep misi hidup seperti ini, maka saya mampu
menyerapnya dengan baik. Dan manusia berarti tetap harus berusaha
menaikkan level jiwanya hingga ke kapasitas maksimalnya. Dan juga dengan
pemahaman seperti ini, tidak mungkin seorang mursyid memberi-tahu misi
hidup manusia lainnya ----- itu adalah hak prerogatif Allah. Tidak
mungkin script tsb diberikan kepada manusia yang belum bertemu diri
sebab ybs belum mampu sebagai agent perubahan dimana segala perbuatannya
adalah digerakkan Allah, segala ucapannya adalah ucapan Allah "....bukan
mereka yang melempar, sesungguhnya Allah-lah yang melempar".

Konsep ini tidak bertentangan dengan kehendak bebas manusia, juga tidak
menganggap bahwa Allah memplot sebagian manusia menjadi tokoh jahat.
Menjadi jahat adalah pilihan bebas manusia tsb. 

dst...dst...dst....(saya masih bisa terus berbicara mengenai hubungan
konsep misi hidup ini yang sekarang menyatu dengan konsep takdir--
kehendak bebas-- dll dalam bangun pikir saya). Saya rada rasa lega
sekarang, walaupun mungkin pemahaman saya tersebut berubah lagi pada
masa berikutnya.

Alhamdulillah....Jazakumullahu khairan katsira kepada rekan-rekan yang
tidak bosan menjelaskan konsep tsb.

Wallahu 'alam bishowab.... 
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke