Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

TULISAN-TULISAN  HAZRAT  MIRZA  GHULAM  AHMAD   SEHUBUNGAN  DENGAN
BAI'AT....13)
 
     BAI'AT DAN DAN ISTIQAMAH...........( I )

     Kata  bai'at  mengandung  makna yang luas  dan  pada  tingkatannya
     adalah  merupakan   suatu   derajat hubungan  yang  paling  tinggi
     dengan  Allah  Taala,  yang sesudahnya tidak  ada  suatu  hubungan
     apapun lagi.  Selama manusia belum tahan terhadap ujian, dan  dari
     segala  segi   dia  belum  memperlihatkan  "istiqamah"  (kekukuhan
     langkah)   didalamnya, selama itu pula dia belum berada  di  dalam
     "bai'at".

     Jadi,   apabila  orang-orang yang dalam  kebenaran   dan  kesucian
     serta  telah mencapai hubungan derajat yang paling tinggi  ,  maka
     Allah   Taala   akan  memberikan  perbedaan   tersendiri   padanya
     dibandingkan   dengan   orang-orang  lainnya.   Orang-orang   yang
     "bai'at"  pada  masa-masa  wabah pes  ,  sesungguhnya  mereka  itu
     berada  dalam  kondisi yang sangat berbahaya.  Sebab,  hanya  rasa
     takut  akan  bahaya pes lah yang telah medndorong dan   memasukkan
     mereka  kedalam "bai'at". Apabila kemudian rasa takut sudah sirna,
     mereka  akan  kembali  kepada kondisi mereka  semula.  Jadi  dalam
     bentuk  kondisi demikian  apalah  artinya bai'at  bagi mereka?
     .....(Malfuzhat,  Add.  Nazir Ishaat,  london,  1984,  jilid  VII,
     halaman 4-5).

     BAI'AT DAN ISTIQAMAH........(II)
     Pada  tanggal  29  Maret  1904, beberapa orang  dari  luar  daerah
     berkunjung  ke  Qadian. Mereka berdesak-desakan untuk   dekat  Hz.
     Masih  Mau'ud  a.s.  Kepada  orang-orang setempat  (warga  Qadian)
     Hz. Masih Mau'ud a.s. bersabda:

     Berikanlah  tempat bagi orang-orang  ini. Untuk orang-orang  baru,
     dari  sejak  semula  Allah  Taala  telah  memberikan  dukunganNya,
     sebagaimana   yang  diilhamkan  Allah  kepada  saya   dalam   buku
     Barahiin  Ahmadiyah : "Orang-orang banyak akan berdatangan  kepada
     engkau." jadi janganlah kalian berhati sempit kepada mereka.

     Sesudah   itu  beberapa  orang  "bai'at"  .  Dan  atas  pertanyaan
     seseorang  dari  antara mereka tentang "istiqamah"   ,  Hz.  Masih
     Mau'ud  a.s. memberikan uraian panjang lebar berikut  ini.   Lebih
     lanjut beliau bersabda:

     Tanaman yang dipelihara.....
     Istiqamah  berada di dalam ikhtiar Allah Taala. Saya telah  berdoa
     dan  akan  terus  berdoa.  Namun kalian pun  hendaklah  memohonkan
     taufiq  untuk istiqamah dari Allah Taala. Istiqamah artinya  janji
     yang  telah  dilakukan  manusia  dipegang teguh  secara  sempurna.
     Ingat,  berjanji  itu  mudah, namun memegangnya  susah.  Tamsilnya
     seperti menanam benih dikebun . Yang demikian adalah mudah,  namun
     untuk   pertumbuhan   dan   perkembangannya   ,   pengairan    dan
     pemeliharaan  adalah   suatu  hal yang  sangat  sulit.  Iman  juga
     seibarat tanaman, yang ditanam pada tanah keikhlasan. Dan  melalui
     amal  salehlah   pengairannya dilakukan. Jika  tanaman  itu  tidak
     dijaga  sepenuhnya, dengan tidak memperhatikan  waktu  dan  musim,
     maka  akhirnya  akan hancur dan  musnah. Lihatlah betapa  bagusnya
     tanaman  yang  kalian tanam  di kebun, namun setelah ditanam  jika
     kalian  lupa, tidak mengairinya secara tepat waktu , tidak memupuk
     dan  memagarinya,  maka akhirnya tanaman  itu  akan  kering   atau
     dicuri orang.

     Tanaman  IMAN  membutuhkan AMAL -AMAL SALEH  bagi pertumbuhan  dan
     perkembangannya.  Dan  dimanapun Al-Quran  Suci  menyinggung  soal
     iman  , disana juga telah dipasangkan persyaratan amal-amal  saleh
     .  Sebab  apabila timbul kekacauan pada iman, maka amal-amal  yang
     mengiringinya   sama  sekali  tidak layak  untuk  diterima  disisi
     Allah  .  Seperti halnya makanan yang basi atau busuk,  tidak  ada
     yang  menyukainya  ,  demikian juga "riyaa dan pamer",  "sombong",
     "takabur",  adalah  hal-hal yang membuat amal-amal  menjadi  tidak
     layak  diterima  .  Sebab jika ada "amal saleh"  terwujud  ,  yang
     demikian  adalah bukan disebabkan usaha manusia sendiri, melainkan
     berlangsung  khusus  disebabkan karunia  dari  Allah  Taala.  Maka
     mengapa  pula   dia  melakukan  hal demikian itu,  sebagai  sarana
     untuk  menyenangkan  hati  orang-orang lain?   Atau  mengapa  pula
     dalam dirinya timbul semacam takabur dan kesombongan?

     "......khuliqal insanu dhaifaa".....(Qs. An-Nisaa 4:28).

     Yakni,  manusia telah diciptakan "lemah". Dan  pada zatnya,  dalam
     diri  manusia itu sendiri tidak ada kekuatan  dan kemampuan selama
     Allah  Allah  Taala sendiri tidak menganugerahkannya. Apabila  ada
     mata  dan melaluinya kalian bisa melihat, apabila ada telinga  dan
     melaluinya   kalian bisa mendengar, atau ada lidah dan  melaluinya
     kalian  bisa  berbicara, semuanya ini adalah  karunia  Allah  yang
     membuat  semuanya menampilkan fungsinya masing-masing. Jika  tidak
     ada  karunia  Allah yang mengiringinya, pada dasarnya manusia  itu
     terlahir  dalam  keadaan buta, tuli  dan bisu.   Sebahagian  orang
     memang   ada   yang  setelah  kelahirannya  mengalami  kecelakaan-
     kecelakaan sehingga mereka pun luput dari nikmat-nikmat  tersebut.
     Akan tetapi mata kalian pun tidak mampu melihat apabila tidak  ada
     cahaya  dan  telingapun tidak mampu mendengar  apabila  tidak  ada
     udara...

     Jadi,   dari   itu   hendaknya  dipahami,  segala   sesuatu   yang
     dianugerahkan  ,  selama di dalamnya tidak ada dukungan  Samawi  ,
     selama  itu  pula kalian benar-benar dalam keadaan tidak  berguna.
     Betapapun   tulusnya hati kalian menerima suatu  perkara  ,  namun
     selama  tidak  ada  karunia Ilahi, maka kalian  tidak  akan  dapat
     berdiri tegak diatasnya.

     .........(Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London,  1984,  jilid  VI,
     halaman 415-422).



bersambung....


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke