NABI MUHAMMAD SAW MEMANG LEBIH MULIA DARI NABI ISA A.S.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
Nabi Isa as dan Nabi Muhammad SAW........
Mukjizat Nabi Isa.............
Menghidupkan orang mati.....
Adanya perbedaan dalam hal kelahiran dan mukjizat yang diberikan Allah
terhadap Nabi Isa dan Muhammad SAW nampaknya telah digunakan pula oleh
Misionaris-Misionaris Kristen untuk membuktikan ketinggian dan
kemuliaan Nabi Isa dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW . Mereka telah
menggunakan keyakinan dan pandangan umat Islam yang mayoritas ini
terhadap Isa Al-Masih sebagai bahan dakwahnya untuk menunjukkan
ketuhanan Nabi Isa a.s. sekali gus membuktikan pula betapa Nabi Isa itu
lebih mulia dari Muhammad SAW. Tanpa segan-segan merekapun mengutip
beberapa ayat Al-Qur'an yang mereka tafsirkan sendiri dimana Isa
digambarkan sebagai Nabi yang paling mulia, paling suci diantara para
Utusan Allah kepada seluruh manusia.
Pada umumnya umat Islam yang kembali kita pinjam istilah dari Bung
Laurel Heiydir sebagai kelompok mayoritas MAINSTREAM ISLAM,
mempercayai bahwa Nabi Isa bisa menghidupkan orang telah mati dan itu
merupakan mukjizat satu-satunya yang diberikan kepada salah seorang
Nabi yang diutus oleh Allah Ta'ala. Keyakinan orang-orang Islam akan
mukjizat Nabi Isa ini telah dijadikan pula sebagai senjata ampuh bagi
mereka untuk memukul umat Islam, dimana yang bisa menghidupkan orang
mati itu hanyalah Allah semata-mata dan ini adalah merupakan bukti yang
tidak terbantah lagi bahwa Isa sendiri adalah Allah, karena ia bisa
menghidupkan orang yang telah mati. Ini adalah merupakan iman
Kristiani dari segala sekte yang mengangap Isa adalah Allah yang
menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa Adam dan semua turunannya.
Dengan mempercayai Isa sebagai Allah , tidak ada penghalang lagi bagi
seseorang untuk meninggalkan Islam dan selanjutnya bergabung dengan
Kristen. Bagaimana jawaban kita terhadap masalah ini?
Adalah sebuah golongan minoritas Muslim yang dikatakan oleh Mainstream
Islam sebagai Sempalan Islam memberikan jalan keluar untuk pemecahan
masalah ini dalam menghadapi serangan orang-orang Kristen itu. Pertama-
tama tentu saja kita harus mencari dalil-dalil yang menunjukkan bahwa
Isa itu memang "bisa menghidupkan orang mati" baik dalam Al-Qur'an
ataupun dalam Bibel sendiri. Kalaupun ada ayat-ayat Al-Qur'an yang
menjelaskan secara implisit adanya mukjizat demikian , kita harus lagi
memperbandingkannya dengan ayat-ayat yang lain sehingga mukjizat tsb
tidak mungkin sama sekali hanya dimiliki oleh Nabi Isa sendiri. Kalau
perlu kita juga bisa mengetengahkan contoh Nabi yang lain bahkan Nabi
Muhammadpun mempunyai mukjizat itu. Kalau kita telah memahami sampai
demikian tentu saja alasan mereka mempertuhan Isa bisa saja akan
menempatkan Muhammad SAW juga sebagai Tuhan yang sudah barang tentu
tidak bisa mereka terima dengan sendirinya.
Benarkah Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati? Inilah yang perlu kita
selidiki lebih dahulu, apalagi ini juga menyangkut keimanan dan
kepercayaan sebahagian besar Umat Islam yang disebut Mainstream Muslim
itu. Sungguh merupakan suatu peluang yang besar bagi orang-orang Islam
untuk memasuki Kristen apabila mereka berkeyakinan Nabi Isa itu
memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan mulia dari Nabi Muhammad dan
memandang Nabi Isa mempunyai sifat-sifat seperti Tuhan seakan-akan
betul-betul Tuhan itu sendiri. Dan untuk itu marilah kita lihat ayat-
ayat Al-Qur'an berikut ini sehubungan dengan mukjizat Nabi Isa yang
disangka oleh sebahagian besar Mainstream Islam itu.
1. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamunya tadinya mati, lalu
Allah menghidupkan kamu , kemudian kamu dimatikan dan dihidupkannya
kemabli, kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan?"......... (QS: Al-
Baqarah ayat 28).
2. ........dst.... Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan"......(QS: Al-Mu'minuun ayat 100).
3. "Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ' Kalau
sekiranya aku dapat kembali (kedunia) niscaya aku akan termasuk orang
yang berbuat ' "........(QS: Az-Zumar 58).
4. "Mereka menjawab: 'Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua
kali, dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).......dst.....(QS: Al-
Mu'min ayat 11).
Dari empat ayat Al-Qur'an yang kami ketengahkan diatas bisa kita
simpulkan sbb:
Proses kehidupan manusia semenjak dahulu sampai saat ini, tanpa ada
yang dikecualikan selalu dimulai dengan kematian (tidak ada), lalu
dihidupkan oleh Allah, kemudian dimatikan lagi, selanjutnya dihidupkan
lagi pada saat berbangkit dihari kiamat nanti. Dua kehidupan dan dua
kematian senatiasa dialami manusia sepanjang phase sejarah manusia itu.
Bagi kita yang masih hidup ini telah kita lalui dua phase menyusul dua
phase lagi yang akan kita jalani. Bagi yang sudah mendahului kita
mereka hanya menunggu satu phase lagi yaitu kehidupan waktu berbangkit
dihari kiamat nanti. Pada phase ketiga tidak ada phase yang lain selain
phase yang menuju phase keempat yakni kebangkitan itu. Antara phase
ketiga dan keempat itu dibatasi oleh suatu dinding yang disebut barzah
sampai saat berbangkit nanti.
Jadi kalau seandainya ada orang yang telah mati dihidupkan oleh Nabi
Isa, tentulah berlawan dengan ayat-ayat Al-Qur'an diatas. Sesudah phase
ketiga dia hidup lagi, kemudian tentu saja mati lagi sampai saat
berbangkit nanti. Ini merupakan pengecualian dari hukum Tuhan dimana
proses kematian dan kehidupan masing dilalui tiga phase. Pengecualian
ini sama sekali tidak dijelaskan oleh Allah dan hal ini berlawanan
dengan Sunnatullah yang Allah ciptakan sendiri dan juga melawan Firman-
Firman-Nya dalam Al-Qur'an yang sama sekali tidak membenarkan hal itu
terjadi. Dengan kesimpulan ini kita tidak membenarkan adanya jenazah
yang dihidupkan kembali oleh Nabi Isa sehingga kalau ada ayat-ayat yang
mengarah kesana kita harus menafsirkan secara kiasan yakni kehidupan
rohani bukan jasmani.
Nampaknya yang diyakini oleh sebahagian umat Islam sebagai adanya
mukjizat Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang mati itu adalah:
............dst...................... dan aku menghidupkan orang mati
dengan seizin Allah.........dst...(QS : Ali Imran ayat 49).
Pada ayat lain bisa juga kita baca sbb:
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan
Rasul, apabila menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada
kamu...... dst....... (QS: Al-Anfal ayat 24).
Memperbandingkan diantara kedua ayat ini jelaslah bahwa kehidupan yang
dimaksud disini adalah pengertian secara rohani. Hal ini bisa kita
lihat pada QS : Al-Anfal ayat 24 ini. Yang diseru oleh Allah dan Rasul
adalah orang-orang yang hidup untuk diberikan suatu kehidupan .....
Kehidupan apa yang dimaksud, kalau bukan kehidupan rohani yang
diberikan kepada orang-orang yang rohaninya mati? Hal ini bisa dilihat
kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang juga bisa
menghidupkan rohani orang-orang ketika beliau masih hidup. Siapa
diantara kita yang tidak mengenal Umar ibnu Khattab, seorang pemuka
Quraisy yang paling berani dan garang dizaman pra Islam itu? Betapa
murkanya dia mendengar pendakwaan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang
Nabi yang dibangkitkan untuk semua manusia. Dengan pedang terhunus dia
mencari Muhammad SAW sekaligus berniat hendak membunuhnya. Tetapi apa
yang terjadi setelah beliau menemui Rasulullah SAW? Hati yang keras
sekeras baja itu luluh lantak bila berhadapan dengan Muhammad SAW.
Pedangnya jatuh kelantai... dan beliau tersungkur memeluk kaki
Rasulullah SAW dan saat itu juga beliau menyatakan diri sebagai orang
Islam dan pengikut Rasulullah yang setia sampai akhir hayatnya.
Pengaruh hebat dari Rasulullah SAW betul-betul menghidupkan jiwa Umar
yang mati sebagi penantang Rasulullah SAW menjadi sahabat yang
mencintai Nabi dan Islam yang tidak ada duanya dalam sejarah.
Contoh yang lain juga terjadi dimasa hidup Rasulullah SAW. Siapa
diantara kita yang tidak kenal Khalid ibnu Walid seorang Jendral dan
Panglima Islam yang gagah perkasa. Pada waktu perang Badar yang yang
terkenal itu beliau berdiri dibarisan Kafir Quraish dibawah pimpinan
Abu Lahab dan Abu Sufyan itu. Pengaruh apa yang menyebabakan beliau
pada perang Uhud telah berada dipihak Rasulullah SAW, kalau bukan
karena Rasulullah SAW yang telah menghidupkan rohaninya yang telah mati
itu dengan kehidupan Islam sesungguhnya? Betapa hebatnya beliau
dibandingkan dengan Isa yang cuma bisa menghidupkan rohani rakyat-
rakyat jelata seperti tukang pungut cukai dan tukang jala ikan? Yang
dihidupkan Rasulullah sesungguhnya adalah pemuka-pemuka masyarakat yang
mendampingi Rasulullah selama hidupnya. Berbeda dengan Isa sendiri yang
kedua belas muridnya yang telah dihidupkan rohani nya itu tidak satupun
yang membelanya ketika ia disalib di Bukit Golgota itu. Bahkan salah
seorang muridnya begitu tega menjual Gurunya seharga tigapuluh keping
mata uang perak. Rohani yang dihidupkan Isa pun nampaknya mati lagi
kepada murid-muridnya.
Mukjizat Nabi Isa...
Membuat burung-burung dari tanah......
Menyembuhkan penyakit kusta, orang tuli dan buta menurut
Al-Qur'an..................
Apa pula yang dikatakan Bibel sehubungan dengan mukjizat Nabi Isa
menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit kusta, pekak dan buta
ini? Dalam Perjanjian Baru, Matius 13:15 bisa dibaca sbb:
" Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar
dan matanya melekat tertutup, supaya mereka melihat dengan matanya dan
mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik
sehingga aku "menyembuhkan" mereka."
Kalau kita melihat ayat ini secara utuh untuk mengambil pengertian yang
jelas maka penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah penyembuhan secara
rohani yang berkaitan dengan keimanan seseorang kepada beliau.
Sedikitpun kita tidak melihat apa yang dilakukan Yesus menurut ayat
diatas berkaitan dengan penyembuhan jasmani, penghidupan jenazah orang
mati, membuat orang tuli mendengar, orang buta melihat yang kesemuanya
dipahamkan bukan secara kiasan.
Yesus juga memerintahkan kepada dua belas orang muridnya untuk
membangkitkan "orang-orang mati". Sehingga yang mendapat kuasa untuk
menghidupkan orang mati bukan hanya Yesus seorang, tetapi murid-
muridnya juga diberikannya kuasa untuk itu.
"Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang
kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma,
karena itu berikan pula dengan cuma-cuma".....(Matius 10: 8).
Kalau ditanyakan kepada orang-orang Kristen sekarang ini bagaimana
mereka memahamkan ayat diatas, tentu saja mereka akan menjawab bahwa
apa yang dikatakan Yesus itu mempunyai "makna kiasan" bukan makna yang
harfiah. Yesus telah membuat banyak perumpamaan dalam setiap ucapannya
tetapi sayang sekali orang-orang Kristen sekarang tidak memahamkan
sebagaimana Yesus maksudkan. Ayat yang menyebutkan bahwa Yesus
"membangkitkan orang mati" umumnya telah ditafsirkan oleh orang-orang
Kristen dengan pemahaman bahwa orang yang dimaksud Yesus itu "betul-
betul orang mati" secara jasmani dengan istilah lain manusia yang
telah berubah menjadi "jenazah" dan siap untuk dikebumikan. Hal ini
adalah tidak benar sama sekali, karena kalau seandainya Yesus bisa
membangkitkan kembali hidup orang-orang yang telah berubah menjadi
jenazah, tentu saja apa yang diperbuat Yesus itu bisa saja diperbuat
oleh murid-muridnya. Tidak terkecuali orang-orang Kristen zaman
sekarang yang mengaku sebagai murid-murid Yesus akan bisa pula
menghidupkan "mayat" sebagaimana yang diperbuat oleh Yesus, karena
Yesus mengatakan bahwa "mereka telah memperolehnya dengan cuma-cuma dan
hendaklah mereka memberikan pula dengan cuma-cuma".....
Dalam Alkitab kita baca sbb:
"Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu
percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang
Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada
gunung ini: 'Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Hal itu akan
terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam do'a dengan penuh
kepercayaan, kamu akan menerimanya".......(Matius 21:21,22).
Pada tempat lain Yesus lebih jelas lagi menegaskan:
"Ia berkata kepada mereka: 'Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku
berkata kepadamu. Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar
biji sesawi saja kamu kamu dapat berkata kepada gunung ini: 'Pindah
dari tempat ini kesana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada
mustahil bagimu.".....(Matius 17: 20).
Bahkan Yesus lebih menekankan lagi jaminan kepada murid-muridnya bahwa
mereka akan bisa berbuat lebih besar melebihi perbuatan Yesus:
" Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia
akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan
pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi
kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu , Aku akan
melakukannya supaya Bapa dipermuliakn di dalam Anak. Jika kamu meminta
sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya".......(Yohanes
14: 12-14).
Dari keseluruhan ayat-ayat Alkitab bisa kita simpulkan bahwa "kematian
yang bersifat fisik" tidak akan mungkin bangkit dan hidup lagi. Orang-
orang yang telah jadi mayat dan telah dikembumikan sama sekali tidak
akan hidup ataupun dihidupkan lagi oleh Allah didunia ini. Jika
seandainya memang ada kematian secara fisik dan memang ada jenazah yang
dihidupkan kembali oleh Yesus tentu saja orang-orang yang
mempercayainya, mengimaninya dan juga murid-muridnya akan bisa berbuat
hal yang serupa pula. Baik kesaksian Al-kitab dan juga sejarah
perkembangan agama Kristen sepeninggal Yesus tidak dijumpai peristiwa-
peristiwa diamana orang-orang yang mati, bangkit dari kubur mereka
serta berjalan-jalan dipermukaan bumi menceritakan pengalaman
kematiannya. Jadi jelaslah Yesus hanya membangkitkan orang mati dalam
pengertian "kebangkitan rohani" . Dan semua Nabi-Nabi yang diutus oleh
Allah berbuat hal yang serupa dan mereka juga memiliki mukjizat yang
dimiliki Yesus itu..... Dan kepada saudara-saudara Kristen yang mengaku
sebagai murid Yesus bisa saja membuktikan kebenaran Yesus lewat hal
ini. Apakah ada orang-orang Kristen yang memiliki kuasa menghidupkan
"jenazah" dari kematiannya, sebagaimana Yesus juga berbuat hal yang
serupa?
Hal ini semakin jelas dengan kita melihat ayat Al-Qur'an berikut ini.
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil ( yang berkata kepada mereka):
"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda
(mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah
sebagai bentuk burung , kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor
burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan
orang yang berpenyakit kusta, dan aku menghidupkan orang mati dengan
seizin Allah; .......... dst.............(QS: Ali Imran ayat 49).
Ayat ini umumnya telah dijadikan pula oleh sebahagian kaum Muslimin
untuk menunjukan beberapa mukjizat Nabi Isa yang mereka pahami secara
harfiah sehingga bisa saja ditafsirkan untuk menujukkan kehebatan Nabi
Isa dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka mengatakan mukjizat
ini khusus diberikan kepada Nabi Isa saja dan tidak diberikan kepada
Nabi-Nabi lain termasuk Rahmatan Lil Alamin Muhammad SAW. Nabi Isa
menghidupkan jenazah orang-orang Israil dan menyembuhkan orang buta dan
membuat orang tuli mendengar, menyembuhkan penyakit kusta dan juga
membuat burung dari tanah liat kemudian meniupnya sehingga burung-
burung itu hidup dan terbang membubung keangkasa.
Kalau kita menelusuri Bibel mengenai mukjizat-mukjizat Nabi Isa ini
betapa jelasnya, Bibelpun pada ayat yang kita kemukakan diatas tidak
memahamkan mukjizat ini seperti yang dipaham oleh Mainstream Islam yang
banyak ini. Marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh sebuah Kelompok
Sempalan Minoritas Muslim mengenai mukjizat Nabi Isa yang luar biasa
ini.
Kalaulah memang Nabi Isa mempunyai kuasa membuat burung (.... burung
betulan) dari gumpalan tanah liat yang dibentuk... kemudian diberinya
kehidupan tentulah Bibel sendiripun akan menceritakan kisah ini. Akan
tetapi sedikitpun Bibel tidak menyinggung kisah pembuatan burung dari
tanah ini.Dan seluruh Injil dalam Perjanjian Baru tidak mengisahkan
bahwa Yesus betul-betul menciptakan burung itu. Tidak dijumpai kisah
demikian baik secara ekplisit maupun implisit sehingga kita meragukan
sekali bahwa peristiwa itu memang terjadi pada diri Nabi Isa .
Apalagi mukjizat membuat burung itu belum pernah diperlhatkan oleh Nabi-
Nabi sebelumnya lewat kisah-kisah Nabi-Nabi yang terdapat dalam
Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen pun tidak
ada mengemukakan kisah itu sebagai hal yang diimani mereka kepada orang-
orang Islam. Dengan menyebutkan mukjizat demikian dalam Bibel tentu
saja merupakan sebuah bukti yang kuat juga untuk membuktikan kehebatan
Nabi Isa sekaligus menunjang keyakinan bahwa Isa memang adalah Tuhan ,
sebagaimana yang dikaitkan oleh pengikut beliau kepada Nabi Isa. Sayang
sekali mukjizat Nabi Isa yang dikemukakan orang-orang Islam ini tidak
ditunjang sama sekali oleh Bibel. Orang Kristenpun nampaknya tidak
merasa perlu mengemukakan kehebatan Yesus atau Nabi Isa menciptakan
burung dari tanah ini sebagai penguat Ketuhanan Yesus.
"Inni akhluqu lakum min thiin" ........ Aku membuat untuk kamu dari
tanah berbentuk burung.... seperti yang dikemukakan QS : Ali Imran 49
bisa kita artikan secara kiasan dengan melihat arti kata "khalq" yang
memiliki dua arti sbb:
1. mengukur, menetapkan, merencanakan......
2. membentuk, membuat, menciptakan... dimana arti kata ini tidak bisa
dikaitkan kepada wujud selain Allah sebagaimana kita lihat dalam
QS:.... 13:16, 16: 20, 22:73, 25:3, 31:10-11, 35:40, 46:4.... dsb.
Berdasarkan keterangan diatas dan mengingat arti "tanah liat" seluruh
anak kalimat bisa ditafsirkan sbb: Aku akan membuat untuk kamu suatu
makhluq seperti burung, maka jadilah ia seperti burung (bisa terbang).
Ini berarti orang-orang biasa dari kalangan rendah dan hina, tetapi
mempunyai kemampuann tersembunyi untuk tumbuh berkembang biak bila
berhubungan dengan beliau dan menerima amanat beliau akan mengalami
perubahan dalam hidup mereka. Laksana tanah liat yang rendah, berubah
jadi burung yang terbang membubung tinggi.
Dari manusia yang merangkak-rangkak diatas debu dan tidak melihat lebih
jauh dari urusan duniawi belaka, mereka akan berubah menjadi burung-
burung yang terbang membubung tinggi keangkasa , kekawasan-kawasan yang
lebih mulia dipuncak kerohanian. Dan inilah sesungguhnya yang terjadi
dalam kehidupan Yesus. Penjala-penjala ikan yang hina dina dan rendah
dari Galiliea, berkat ajaran Yesus dan contoh kehidupan Nabi Isa itu
berangsur angsur melayang-layang tinggi bagaikan burung dalam
menyampaikan pesan-pesan Allah kepada domba-domba yang sesat diantara
Bani Israil, dari Palestina dekat Arab yang menyebar kearah Kashmir
diperbatasan India dan Pakistan.
Adapun penyembuhan orang buta dan penyakit kusta sebagaimana juga
dikemukakan ayat diatas bisa saja kita pahamkan sebagai sbb:
Nampaknya dahulu sebelum Nabi Isa, penderita-penderita penyakit
tertentu seperti kusta tidak diizinkan mempunyai hubungan
kemasyarakatan dengan orang lain. Kata 'UBRI'U dapat pula diartikan
"Aku menyatakan bebas" yang menunjukkan bahwa kelemahan dan kesusahan
dari segi hukum dan masyarakat yang dikenakan terhadap penderita itu
telah dihapuskan oleh Nabi Isa. Betapa penyakit kusta yang selama ini
dianggap sebagai penyakit kutukan dan dikucilkan dari masyarakat, oleh
Nabi Isa diterima kehadirannya ditengah-tengah pengikutnya.
Nabi-nabi sesunguhnya adalah doter-dokter rohani yang memberikan "mata"
kepada mereka yang kehilangan pandangan rohani , memberikan pendengaran
kepada orang yang telinga rohaninya tuli dan memberikan kehidupan
kepada mereka yang telah mati rohaninya. Dalam hal ini kata "akmah"akan
berarti orang yang mempunyai nur keimanan karena kekuatan iradahnya
lemah, mereka tidak bertahan terhadap cobaan dan ujian. Ia melihat pada
waktu siang hari, yakni selama tidak ada cobaan dan matahari iman
memancar tanpa halangan awan, tetapi bila malam datang , bila ada
cobaan dan ujian yang menuntut pengorbanan, penglihatan rohaninya lalu
berhenti (2:20). Demikianlah kata "abrash" dalam urusan rohani berarti
orang yang tidak sempurna imannya , mempunyai mental bercacat,
berpenyakit rohani diantara bagian-bagian yangsehat.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)