NABI MUHAMMAD SAW MEMANG LEBIH MULIA DARI NABI ISA A.S.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Nabi Isa  as dan Nabi Muhammad SAW........
Mukjizat Nabi Isa.............
Menghidupkan orang mati.....

Adanya perbedaan dalam hal kelahiran dan mukjizat yang diberikan  Allah
terhadap Nabi Isa dan Muhammad SAW nampaknya telah digunakan pula  oleh
Misionaris-Misionaris   Kristen  untuk   membuktikan   ketinggian   dan
kemuliaan Nabi Isa dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW . Mereka telah
menggunakan  keyakinan  dan pandangan umat  Islam  yang  mayoritas  ini
terhadap   Isa  Al-Masih  sebagai  bahan  dakwahnya  untuk  menunjukkan
ketuhanan Nabi Isa a.s. sekali gus membuktikan pula betapa Nabi Isa itu
lebih  mulia  dari  Muhammad SAW. Tanpa segan-segan merekapun  mengutip
beberapa  ayat  Al-Qur'an  yang  mereka tafsirkan  sendiri  dimana  Isa
digambarkan sebagai Nabi yang paling mulia, paling suci  diantara  para
Utusan Allah kepada seluruh manusia.

Pada  umumnya  umat  Islam yang kembali kita pinjam istilah  dari  Bung
Laurel   Heiydir   sebagai   kelompok   mayoritas   MAINSTREAM   ISLAM,
mempercayai bahwa Nabi Isa bisa menghidupkan orang telah mati  dan  itu
merupakan  mukjizat  satu-satunya yang diberikan kepada  salah  seorang
Nabi  yang  diutus oleh Allah Ta'ala. Keyakinan orang-orang Islam  akan
mukjizat Nabi Isa ini telah  dijadikan pula sebagai senjata ampuh  bagi
mereka  untuk memukul umat Islam, dimana  yang bisa menghidupkan  orang
mati itu hanyalah Allah semata-mata dan ini adalah merupakan bukti yang
tidak  terbantah lagi bahwa Isa sendiri adalah Allah,  karena  ia  bisa
menghidupkan  orang  yang  telah   mati.  Ini  adalah  merupakan   iman
Kristiani  dari  segala  sekte yang mengangap  Isa  adalah  Allah  yang
menjelma  menjadi manusia untuk menebus dosa Adam dan semua turunannya.
Dengan  mempercayai Isa sebagai Allah , tidak ada penghalang lagi  bagi
seseorang  untuk  meninggalkan Islam  dan selanjutnya bergabung  dengan
Kristen. Bagaimana jawaban kita terhadap masalah ini?

Adalah  sebuah golongan minoritas Muslim yang dikatakan oleh Mainstream
Islam  sebagai Sempalan Islam  memberikan jalan keluar untuk  pemecahan
masalah ini dalam menghadapi serangan orang-orang Kristen itu. Pertama-
tama  tentu saja kita harus mencari dalil-dalil yang menunjukkan  bahwa
Isa  itu  memang  "bisa menghidupkan orang mati" baik  dalam  Al-Qur'an
ataupun  dalam  Bibel sendiri. Kalaupun ada ayat-ayat  Al-Qur'an   yang
menjelaskan secara implisit adanya mukjizat demikian , kita harus  lagi
memperbandingkannya  dengan ayat-ayat yang lain sehingga  mukjizat  tsb
tidak  mungkin sama sekali hanya dimiliki oleh Nabi Isa sendiri.  Kalau
perlu  kita juga bisa mengetengahkan contoh Nabi yang lain bahkan  Nabi
Muhammadpun  mempunyai mukjizat itu. Kalau kita telah  memahami  sampai
demikian  tentu  saja  alasan mereka mempertuhan  Isa  bisa  saja  akan
menempatkan  Muhammad SAW juga sebagai Tuhan yang  sudah  barang  tentu
tidak bisa mereka terima dengan sendirinya.

Benarkah Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati? Inilah yang perlu  kita
selidiki  lebih  dahulu,  apalagi  ini  juga  menyangkut  keimanan  dan
kepercayaan sebahagian besar Umat Islam yang disebut Mainstream  Muslim
itu.  Sungguh merupakan suatu peluang yang besar bagi orang-orang Islam
untuk  memasuki  Kristen  apabila mereka   berkeyakinan  Nabi  Isa  itu
memiliki  kedudukan yang lebih tinggi dan mulia dari Nabi Muhammad  dan
memandang  Nabi  Isa  mempunyai sifat-sifat seperti  Tuhan  seakan-akan
betul-betul  Tuhan itu sendiri. Dan untuk itu marilah  kita lihat ayat-
ayat  Al-Qur'an berikut ini sehubungan dengan mukjizat Nabi  Isa   yang
disangka oleh sebahagian besar Mainstream Islam itu.

1. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamunya tadinya mati, lalu
Allah  menghidupkan  kamu , kemudian kamu dimatikan  dan  dihidupkannya
kemabli, kemudian  kepada-Nya lah kamu dikembalikan?"......... (QS: Al-
Baqarah ayat 28).

2.  ........dst.... Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan"......(QS: Al-Mu'minuun ayat 100).

3.  "Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ' Kalau
sekiranya  aku dapat kembali (kedunia) niscaya aku akan termasuk  orang
yang berbuat ' "........(QS: Az-Zumar 58).

4.  "Mereka  menjawab: 'Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan  kami  dua
kali, dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).......dst.....(QS: Al-
Mu'min ayat 11).

Dari  empat  ayat  Al-Qur'an  yang kami ketengahkan  diatas  bisa  kita
simpulkan sbb:

Proses  kehidupan manusia semenjak dahulu sampai saat  ini,  tanpa  ada
yang  dikecualikan  selalu  dimulai dengan kematian (tidak  ada),  lalu
dihidupkan  oleh Allah, kemudian dimatikan lagi, selanjutnya dihidupkan
lagi  pada saat berbangkit dihari kiamat nanti. Dua kehidupan  dan  dua
kematian senatiasa dialami manusia sepanjang phase sejarah manusia itu.
Bagi kita yang masih hidup ini telah kita lalui dua phase menyusul  dua
phase  lagi  yang  akan  kita jalani. Bagi yang sudah  mendahului  kita
mereka  hanya menunggu satu phase lagi yaitu kehidupan waktu berbangkit
dihari kiamat nanti. Pada phase ketiga tidak ada phase yang lain selain
phase  yang  menuju phase keempat yakni  kebangkitan itu. Antara  phase
ketiga  dan keempat itu dibatasi oleh suatu dinding yang disebut barzah
sampai saat berbangkit nanti.

Jadi  kalau seandainya ada orang yang telah mati dihidupkan  oleh  Nabi
Isa, tentulah berlawan dengan ayat-ayat Al-Qur'an diatas. Sesudah phase
ketiga  dia  hidup  lagi, kemudian tentu saja  mati  lagi  sampai  saat
berbangkit  nanti. Ini merupakan pengecualian dari hukum  Tuhan  dimana
proses  kematian dan kehidupan masing dilalui tiga phase.  Pengecualian
ini  sama  sekali  tidak dijelaskan oleh Allah dan hal  ini  berlawanan
dengan Sunnatullah yang Allah ciptakan sendiri dan juga melawan Firman-
Firman-Nya dalam Al-Qur'an yang sama sekali tidak membenarkan  hal  itu
terjadi.  Dengan kesimpulan ini  kita tidak membenarkan adanya  jenazah
yang dihidupkan kembali oleh Nabi Isa sehingga kalau ada ayat-ayat yang
mengarah  kesana  kita harus menafsirkan secara kiasan yakni  kehidupan
rohani bukan jasmani.

Nampaknya  yang  diyakini  oleh sebahagian umat  Islam  sebagai  adanya
mukjizat Nabi Isa yang  bisa menghidupkan orang mati itu adalah:

............dst...................... dan aku menghidupkan  orang  mati
dengan seizin Allah.........dst...(QS : Ali Imran ayat 49).

Pada ayat lain bisa juga kita baca sbb:

Wahai  orang-orang  yang  beriman, penuhilah seruan  Allah  dan  seruan
Rasul,  apabila menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada
kamu...... dst....... (QS: Al-Anfal ayat 24).

Memperbandingkan diantara kedua ayat ini jelaslah bahwa kehidupan  yang
dimaksud  disini  adalah pengertian secara rohani. Hal  ini  bisa  kita
lihat  pada QS : Al-Anfal ayat 24 ini. Yang diseru oleh Allah dan Rasul
adalah  orang-orang  yang hidup untuk diberikan suatu  kehidupan  .....
Kehidupan  apa  yang  dimaksud,  kalau  bukan  kehidupan  rohani   yang
diberikan kepada orang-orang yang rohaninya mati? Hal ini bisa  dilihat
kepada  Junjungan  kita  Nabi  Besar  Muhammad  SAW   yang  juga   bisa
menghidupkan  rohani  orang-orang  ketika  beliau  masih  hidup.  Siapa
diantara  kita  yang tidak mengenal Umar ibnu Khattab,  seorang  pemuka
Quraisy  yang  paling berani dan garang dizaman pra Islam  itu?  Betapa
murkanya  dia  mendengar pendakwaan Nabi Muhammad SAW  sebagai  seorang
Nabi yang dibangkitkan untuk semua manusia. Dengan pedang terhunus  dia
mencari  Muhammad SAW sekaligus berniat hendak membunuhnya. Tetapi  apa
yang  terjadi  setelah beliau menemui Rasulullah SAW? Hati  yang  keras
sekeras  baja  itu  luluh lantak bila berhadapan dengan  Muhammad  SAW.
Pedangnya   jatuh  kelantai...  dan  beliau  tersungkur  memeluk   kaki
Rasulullah  SAW dan saat itu juga beliau menyatakan diri sebagai  orang
Islam  dan  pengikut  Rasulullah  yang  setia  sampai  akhir  hayatnya.
Pengaruh hebat dari Rasulullah SAW  betul-betul menghidupkan jiwa  Umar
yang   mati  sebagi  penantang  Rasulullah  SAW  menjadi  sahabat  yang
mencintai Nabi dan Islam yang tidak ada duanya dalam sejarah.

Contoh  yang  lain  juga  terjadi dimasa hidup  Rasulullah  SAW.  Siapa
diantara  kita yang tidak kenal Khalid ibnu Walid seorang  Jendral  dan
Panglima  Islam yang gagah perkasa. Pada waktu perang Badar  yang  yang
terkenal  itu  beliau berdiri dibarisan Kafir Quraish dibawah  pimpinan
Abu  Lahab  dan Abu Sufyan itu.  Pengaruh apa yang menyebabakan  beliau
pada  perang  Uhud  telah berada dipihak Rasulullah  SAW,  kalau  bukan
karena Rasulullah SAW yang telah menghidupkan rohaninya yang telah mati
itu  dengan  kehidupan  Islam   sesungguhnya?  Betapa  hebatnya  beliau
dibandingkan  dengan  Isa  yang cuma bisa menghidupkan  rohani  rakyat-
rakyat jelata seperti tukang pungut cukai  dan tukang jala ikan?   Yang
dihidupkan Rasulullah sesungguhnya adalah pemuka-pemuka masyarakat yang
mendampingi Rasulullah selama hidupnya. Berbeda dengan Isa sendiri yang
kedua belas muridnya yang telah dihidupkan rohani nya itu tidak satupun
yang  membelanya ketika ia disalib di Bukit Golgota itu.  Bahkan  salah
seorang  muridnya begitu tega menjual Gurunya seharga tigapuluh  keping
mata  uang  perak. Rohani yang dihidupkan Isa pun nampaknya  mati  lagi
kepada  murid-muridnya.

Mukjizat Nabi Isa...
Membuat burung-burung dari tanah......
Menyembuhkan penyakit kusta, orang tuli dan buta menurut
Al-Qur'an..................

Apa  pula  yang  dikatakan Bibel sehubungan dengan  mukjizat  Nabi  Isa
menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit kusta, pekak dan buta
ini? Dalam Perjanjian Baru, Matius 13:15 bisa dibaca sbb:

"  Sebab  hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar
dan  matanya melekat tertutup, supaya mereka melihat dengan matanya dan
mendengar  dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu  berbalik
sehingga aku "menyembuhkan" mereka."

Kalau kita melihat ayat ini secara utuh untuk mengambil pengertian yang
jelas  maka penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah penyembuhan  secara
rohani   yang  berkaitan  dengan  keimanan  seseorang  kepada   beliau.
Sedikitpun  kita  tidak melihat apa yang dilakukan Yesus  menurut  ayat
diatas berkaitan dengan penyembuhan jasmani, penghidupan jenazah  orang
mati,  membuat orang tuli mendengar, orang buta melihat yang kesemuanya
dipahamkan bukan secara kiasan.

Yesus   juga  memerintahkan  kepada  dua  belas  orang  muridnya  untuk
membangkitkan "orang-orang mati". Sehingga  yang mendapat  kuasa  untuk
menghidupkan  orang  mati  bukan hanya  Yesus  seorang,  tetapi  murid-
muridnya juga diberikannya kuasa untuk itu.

"Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah  orang
kusta,  usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma,
karena itu berikan pula dengan cuma-cuma".....(Matius 10: 8).

Kalau  ditanyakan  kepada orang-orang Kristen  sekarang  ini  bagaimana
mereka  memahamkan ayat diatas, tentu saja mereka akan  menjawab  bahwa
apa  yang dikatakan Yesus itu mempunyai "makna kiasan" bukan makna yang
harfiah.  Yesus telah membuat banyak perumpamaan dalam setiap ucapannya
tetapi  sayang  sekali  orang-orang Kristen sekarang  tidak  memahamkan
sebagaimana   Yesus  maksudkan.  Ayat  yang  menyebutkan  bahwa   Yesus
"membangkitkan  orang mati" umumnya telah ditafsirkan oleh  orang-orang
Kristen  dengan pemahaman bahwa orang yang dimaksud Yesus  itu  "betul-
betul  orang  mati"  secara jasmani dengan istilah  lain  manusia  yang
telah  berubah menjadi "jenazah" dan siap untuk dikebumikan.   Hal  ini
adalah  tidak  benar  sama sekali, karena kalau seandainya  Yesus  bisa
membangkitkan  kembali  hidup orang-orang yang  telah  berubah  menjadi
jenazah,  tentu  saja apa yang diperbuat Yesus itu bisa saja  diperbuat
oleh   murid-muridnya.  Tidak  terkecuali  orang-orang  Kristen   zaman
sekarang  yang  mengaku  sebagai  murid-murid  Yesus  akan  bisa   pula
menghidupkan  "mayat"  sebagaimana yang diperbuat  oleh  Yesus,  karena
Yesus mengatakan bahwa "mereka telah memperolehnya dengan cuma-cuma dan
hendaklah mereka memberikan pula dengan cuma-cuma".....

Dalam Alkitab kita baca sbb:

"Yesus  menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika  kamu
percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa  yang
Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada
gunung  ini: 'Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Hal  itu  akan
terjadi.  Dan  apa  saja  yang  kamu  minta  dalam  do'a  dengan  penuh
kepercayaan, kamu akan menerimanya".......(Matius 21:21,22).

Pada tempat lain Yesus lebih jelas lagi menegaskan:

"Ia  berkata  kepada  mereka: 'Karena kamu kurang  percaya.  Sebab  Aku
berkata  kepadamu. Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai  iman  sebesar
biji  sesawi  saja kamu kamu dapat berkata kepada gunung  ini:  'Pindah
dari  tempat ini kesana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan  ada
mustahil bagimu.".....(Matius 17: 20).

Bahkan Yesus lebih menekankan lagi jaminan kepada murid-muridnya  bahwa
mereka akan bisa berbuat lebih besar melebihi perbuatan Yesus:

"  Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia
akan  melakukan  juga  pekerjaan-pekerjaan  yang  Aku  lakukan,  bahkan
pekerjaan-pekerjaan  yang lebih besar dari pada itu.  Sebab  Aku  pergi
kepada  Bapa;  dan  apa juga yang kamu minta dalam namaKu  ,  Aku  akan
melakukannya supaya Bapa dipermuliakn di dalam Anak. Jika kamu  meminta
sesuatu  kepadaKu  dalam  namaKu, Aku akan melakukannya".......(Yohanes
14: 12-14).

Dari  keseluruhan ayat-ayat Alkitab bisa kita simpulkan bahwa "kematian
yang  bersifat fisik" tidak akan mungkin bangkit dan hidup lagi. Orang-
orang  yang  telah jadi mayat dan telah dikembumikan sama sekali  tidak
akan  hidup  ataupun  dihidupkan lagi  oleh  Allah  didunia  ini.  Jika
seandainya memang ada kematian secara fisik dan memang ada jenazah yang
dihidupkan   kembali   oleh   Yesus   tentu   saja   orang-orang   yang
mempercayainya, mengimaninya dan juga murid-muridnya akan bisa  berbuat
hal  yang  serupa  pula.  Baik  kesaksian  Al-kitab  dan  juga  sejarah
perkembangan agama Kristen sepeninggal Yesus tidak dijumpai  peristiwa-
peristiwa  diamana  orang-orang yang mati, bangkit  dari  kubur  mereka
serta   berjalan-jalan   dipermukaan   bumi   menceritakan   pengalaman
kematiannya. Jadi jelaslah Yesus hanya membangkitkan orang  mati  dalam
pengertian "kebangkitan rohani" . Dan semua Nabi-Nabi yang diutus  oleh
Allah  berbuat  hal yang serupa dan mereka juga memiliki mukjizat  yang
dimiliki Yesus itu..... Dan kepada saudara-saudara Kristen yang mengaku
sebagai  murid  Yesus bisa saja membuktikan kebenaran Yesus  lewat  hal
ini.  Apakah  ada orang-orang Kristen yang memiliki kuasa  menghidupkan
"jenazah"  dari  kematiannya, sebagaimana Yesus juga berbuat  hal  yang
serupa?

Hal ini semakin jelas dengan kita melihat ayat Al-Qur'an berikut ini.

Dan  (sebagai) Rasul kepada Bani Israil ( yang berkata kepada  mereka):
"Sesungguhnya  aku  telah datang kepadamu dengan  membawa  suatu  tanda
(mukjizat)  dari  Tuhanmu,  yaitu aku membuat  untuk  kamu  dari  tanah
sebagai bentuk burung , kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi  seekor
burung  dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang  buta  dan
orang  yang  berpenyakit kusta, dan aku menghidupkan orang mati  dengan
seizin Allah; ..........  dst.............(QS: Ali Imran ayat 49).

Ayat  ini  umumnya telah dijadikan pula oleh sebahagian  kaum  Muslimin
untuk  menunjukan beberapa mukjizat Nabi Isa yang mereka pahami  secara
harfiah sehingga bisa saja ditafsirkan untuk menujukkan kehebatan  Nabi
Isa  dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka mengatakan  mukjizat
ini  khusus  diberikan kepada Nabi Isa saja dan tidak diberikan  kepada
Nabi-Nabi  lain  termasuk Rahmatan Lil Alamin Muhammad  SAW.  Nabi  Isa
menghidupkan jenazah orang-orang Israil dan menyembuhkan orang buta dan
membuat  orang  tuli mendengar, menyembuhkan penyakit  kusta  dan  juga
membuat  burung  dari  tanah liat kemudian meniupnya  sehingga  burung-
burung itu hidup dan terbang membubung keangkasa.

Kalau  kita  menelusuri Bibel mengenai mukjizat-mukjizat Nabi  Isa  ini
betapa  jelasnya, Bibelpun pada ayat yang kita kemukakan  diatas  tidak
memahamkan mukjizat ini seperti yang dipaham oleh Mainstream Islam yang
banyak ini.  Marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh sebuah Kelompok
Sempalan  Minoritas Muslim mengenai mukjizat Nabi Isa yang  luar  biasa
ini.

Kalaulah  memang Nabi Isa mempunyai kuasa membuat burung  (....  burung
betulan)  dari gumpalan tanah liat yang dibentuk... kemudian  diberinya
kehidupan  tentulah Bibel sendiripun akan menceritakan kisah ini.  Akan
tetapi  sedikitpun Bibel tidak menyinggung kisah pembuatan burung  dari
tanah  ini.Dan   seluruh Injil dalam Perjanjian Baru tidak  mengisahkan
bahwa  Yesus betul-betul menciptakan burung  itu. Tidak dijumpai  kisah
demikian  baik secara ekplisit maupun implisit sehingga kita  meragukan
sekali bahwa peristiwa itu memang terjadi pada diri Nabi Isa .

Apalagi mukjizat membuat burung itu belum pernah diperlhatkan oleh Nabi-
Nabi   sebelumnya  lewat  kisah-kisah  Nabi-Nabi  yang  terdapat  dalam
Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen  pun  tidak
ada mengemukakan kisah itu sebagai hal yang diimani mereka kepada orang-
orang  Islam.  Dengan menyebutkan mukjizat demikian dalam  Bibel  tentu
saja  merupakan sebuah bukti yang kuat juga untuk membuktikan kehebatan
Nabi Isa sekaligus menunjang keyakinan bahwa Isa memang adalah Tuhan  ,
sebagaimana yang dikaitkan oleh pengikut beliau kepada Nabi Isa. Sayang
sekali  mukjizat Nabi Isa yang dikemukakan orang-orang Islam ini  tidak
ditunjang  sama  sekali oleh Bibel.  Orang Kristenpun  nampaknya  tidak
merasa  perlu  mengemukakan kehebatan Yesus atau Nabi  Isa  menciptakan
burung dari tanah ini sebagai penguat Ketuhanan Yesus.

"Inni  akhluqu  lakum min thiin" ........ Aku membuat untuk  kamu  dari
tanah  berbentuk burung.... seperti yang dikemukakan QS : Ali Imran  49
bisa  kita artikan secara kiasan dengan melihat arti kata "khalq"  yang
memiliki dua arti sbb:

1. mengukur, menetapkan, merencanakan......
2.  membentuk, membuat, menciptakan... dimana arti kata ini tidak  bisa
dikaitkan  kepada  wujud  selain Allah  sebagaimana  kita  lihat  dalam
QS:.... 13:16, 16: 20, 22:73, 25:3, 31:10-11, 35:40, 46:4.... dsb.

Berdasarkan  keterangan diatas dan mengingat arti "tanah liat"  seluruh
anak  kalimat bisa ditafsirkan sbb: Aku akan membuat untuk  kamu  suatu
makhluq  seperti burung, maka jadilah ia seperti burung (bisa terbang).
Ini  berarti  orang-orang biasa dari kalangan rendah dan  hina,  tetapi
mempunyai  kemampuann  tersembunyi untuk tumbuh  berkembang  biak  bila
berhubungan  dengan  beliau dan menerima amanat beliau  akan  mengalami
perubahan  dalam hidup mereka. Laksana tanah liat yang rendah,  berubah
jadi burung yang terbang membubung tinggi.

Dari manusia yang merangkak-rangkak diatas debu dan tidak melihat lebih
jauh  dari  urusan duniawi belaka, mereka akan berubah menjadi  burung-
burung yang terbang membubung tinggi keangkasa , kekawasan-kawasan yang
lebih  mulia dipuncak  kerohanian. Dan inilah sesungguhnya yang terjadi
dalam  kehidupan Yesus. Penjala-penjala ikan yang hina dina dan  rendah
dari  Galiliea, berkat ajaran Yesus dan contoh kehidupan Nabi  Isa  itu
berangsur   angsur   melayang-layang  tinggi  bagaikan   burung   dalam
menyampaikan pesan-pesan Allah kepada domba-domba  yang sesat  diantara
Bani  Israil,  dari Palestina dekat Arab  yang menyebar kearah  Kashmir
diperbatasan India dan Pakistan.

Adapun  penyembuhan  orang  buta dan penyakit  kusta  sebagaimana  juga
dikemukakan ayat diatas bisa saja kita pahamkan sebagai sbb:

Nampaknya   dahulu  sebelum  Nabi  Isa,  penderita-penderita   penyakit
tertentu    seperti   kusta   tidak   diizinkan   mempunyai    hubungan
kemasyarakatan  dengan orang lain. Kata 'UBRI'U  dapat  pula  diartikan
"Aku  menyatakan bebas" yang menunjukkan bahwa kelemahan dan  kesusahan
dari  segi  hukum dan masyarakat yang dikenakan terhadap penderita  itu
telah  dihapuskan oleh Nabi Isa. Betapa penyakit kusta yang selama  ini
dianggap sebagai penyakit kutukan dan dikucilkan dari masyarakat,  oleh
Nabi Isa diterima kehadirannya ditengah-tengah pengikutnya.

Nabi-nabi sesunguhnya adalah doter-dokter rohani yang memberikan "mata"
kepada mereka yang kehilangan pandangan rohani , memberikan pendengaran
kepada  orang  yang  telinga rohaninya tuli  dan  memberikan  kehidupan
kepada mereka yang telah mati rohaninya. Dalam hal ini kata "akmah"akan
berarti  orang  yang  mempunyai nur keimanan karena kekuatan  iradahnya
lemah, mereka tidak bertahan terhadap cobaan dan ujian. Ia melihat pada
waktu  siang  hari,  yakni selama tidak ada cobaan  dan  matahari  iman
memancar  tanpa  halangan awan, tetapi bila malam  datang  ,  bila  ada
cobaan dan ujian yang menuntut pengorbanan, penglihatan rohaninya  lalu
berhenti (2:20). Demikianlah kata "abrash" dalam urusan rohani  berarti
orang   yang  tidak  sempurna  imannya  ,  mempunyai  mental  bercacat,
berpenyakit rohani diantara bagian-bagian yangsehat.


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke