Assalamu'alaikum Wr. Wb Dalam mencerna kasus Rasulullah tentu kita harus jeli. Tidak bisa hanya melihat ajaib dan tidaknya saja. Rasulullah mempunyai arti utusan Allah. Derajat (maqam) utusan Allah bertingkat-tingkat. Nabi adalah salah satu golongan utusan Allah. Demikian juga Wali. Wali adalah tingkatan terendah dari utusan Allah tersebut. Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagaian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. (QS. 2:253) Risalah ke-Nabian telah berakhir sejak diturunkannya Rasulullah SAW . Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 33:40) Namun utusan Allah tidak berakhir dengan diturunkan-Nya Rasulullah SAW. Allah tetap menurunkan ke muka bumi ini rasul-Nya dalam tingkatan terendah, yaitu para Wali. Mereka tidak membawa risalah ataupun agama baru, tetapi sebagai penjaga kemurnian dan kelurusan Ad-Diin dan membawa metoda taubat dari-Nya untuk mensucikan umatnya. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. (QS. 49:7) Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. 2:151) Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu. (QS. 3:101) Dan Rasulullah dijanjikan oleh Allah dihadirkan dari golongan (kaum) mereka sendiri. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. 3:164) Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri� (QS. 6:130) Rasulullah akan selalu dihadirkan oleh Allah, sesuai dengan bahasa kaumnya. Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (QS. 14:4) Rasulullah selalu hadir dengan didustakan oleh kaumnya. Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula) (QS. 3:184) KARAKTER RASULULLAH Karakter atau sifat Rasulullah, terbagi atas 3 jenis, yaitu : 1. Jamal (tasbih) Jamal atau tasbih ini menunjukkan, sifat dari Rasulullah yang indah, suci dan ajaib (mendekati sifat Allah). Dalam Al Qur�an tergambar contoh dari Rasulullah dalam tingkatan Nabi yang mempunyai karakter ini, seperti: a. Nabi Sulaiman yang berkuasa atas jin, manusia, dan hewan Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (QS. 27:17) b. Begitu juga kepada Nabi Musa yang demikian hebat dalam pemerintahan, Nabi Isa yang demikian suci, dan Nabi-Nabi lainnya. 2. Jalal (tanzih) Jalal atau Tanzih ini menunjukkan, sifat dari Rasulullah yang tampak buruk atau biasa-biasa saja dalam pandangan manusia dan tidak ajaib (menjauhi sifat Allah). Dalam Al Qur�an tergambar contoh dari Rasulullah dalam tingkatan Nabi yang mempunyai karakter ini, seperti : a. Nabi Nuh yang tampak bodoh Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". (QS. 11:27) Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu". Nuh berdo'a:"Ya Rabbku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku". (QS. 23:25-26) b. Nabi Ayyub yang penyakitan dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: "(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". (QS. 21:83) 3. Insan Kamil Adalah karakter dari Rasulullah yang melingkupi jamal (tasbih) dan jalal (tanzih). Contoh Rasulullah dalam tingkatan Nabi yang ada di Al Qur�an yang mencerminkan karakter demikian adalah Nabi Muhammad SAW. Mengertinya akan karakter para Rasul ini, sebagai panduan bagi kita, bahwa Rasulullah itu mempunyai karakter yang berbeda-beda. Sehingga apabila hadir ditengah-tengah kita seorang Rasulullah dalam tingkatan Wali Allah dengan sifat-sifat Jalal (tanzih) tidak membuat kita kufur padanya. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
