Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. TINJAUAN LATIHAN TERDAHULU Bagaimana anda merasakan latihan-latihan itu: monoton, membosankan? Itulah hambatan utama dalam berlatih. Namun perlu diingat bahwa tanpa ketekunan, pekerjaan yang tampaknya mudah itu tidak akan membuahkan hasil. Untuk menguangi kebosanan ini maka dalam latihan ini kita akan mempergunakan obyek lain, kali ini benda tiga dimensi. Perlu saya tekankan lagi bahwa latihan itu bukanlah substitusi dari shalat; latihan ini hanya merupakan alat bantu agar kondisi khusyu' dalam shalat lebih mudah tercapai. Anda tetap shalat seperti biasa, memusatkan perhatian pada bacaan shalat, urutan shalat, dan jumlah rakaat. Jika dalam tahapan ini anda sudah merasakan bahwa ketika menjalankan shalat: 1. pikiran tidak disisipi urusan lain sejak takbir hingga salam, 2. rukun-rukun shalat dilakukan dengan tertib, 3. tidak terganggu oleh kegaduhan di sekitar anda; maka anda boleh menghentikan latihan ini. Tetapi dengan latihan dua minggu saja, umumnya keadaan itu belum dapat tercapai. Ada seorang rekan yang bertanya, mengapa saya menggunakan metode visualisasi, bukan metode dzikir. Jawaban saya adalah, metode ini sangat netral, dan lebih aman untuk dijalani tanpa bimbingan seorang mursyid. Saya tidak mau mengambil resiko dengan menerapkan metode yang dipakai para mursyid karena saya tidak mampu mengawasi perkembangan tiap-tiap peserta. LATIHAN KETIGA 1. Lakukan latihan ini setelah atau sebelum shalat sebagai suatu kebiasaan yang teratur, sambil duduk di atas sajadah. 2. Siapkan alat bantu berupa benda sederhana seperti bola, vulpen, ballpoint, buku berkulit polos, buah mangga atau buah lain yang polos dan sederhana, atau benda apa saja yang mudah anda dapatkan di sekeliling anda. Letakkan benda itu di atas selembar kertas putih di depan anda. 3. Pandanglah benda tersebut dengan saksama, kemudian pejamkan mata. Ketika mata terpejam, bayangkan wujud itu sampai memperoleh gambaran yang jelas. Kalau bayangan itu pudar, bukalah mata untuk menyengarkan kembali ingatan anda, lalu pejamkan kembali mata anda dan lanjutkan melihat bayangan benda itu dengan mata terpejam. 4. Sudahi latihan itu setelah waktu yang anda tentukan sendiri, misalnya sesudah 20 menit. Tidak perlu risau bila tidak segera berhasil. Yang penting dalam latihan ini ialah: anda melakukannya dengan tekun dan bersungguh-sungguh setiap hari. Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. RS --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
