Saya jadi bertanya-tanya ke diri sendiri: kenapa terjadi
perbedaan-perbedaan sedemikian dasyatnya?
masing-masing membawakan 'kebenaranya'. Padahal kalau sangat diringkas
asalnya kan satu!
Dugaan saya, permasalahannya adalah benarkah, 'kebenaran' yang pada
saat ini ada pada diri kita?
Apa iya 'kebenaran Al-HAQ' itu yang kita sampaikan? Atau yang ada pada
kita saat ini hanya merupakan serpihan pijakan dalam rangkaian proses
untuk mendapatkan AL-HAQ yang kita semua 'secara selintas' ingin
mendapatkannya- tetunya sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan-Nya
Ringkasnya jangan-jangan 'kebenaran' menurut kita bukanlah KEBENARAN
YANG SEBENARNYA tetapi hanyalah sesuatu mungkin obsesi atau bayangan
yang tentunya sangat-sangat terpengaruh oleh pikiran, perasaan
pengalaman dan kecenderungan yang kita miliki?
Masalah yang sangat mendasar bagi saya adalah bagaimana sih cara
mendapatkan KEBENARAN YANG SEBENARNYA itu sehingga nantinya akan kita
ketahui mana-mana perkara yang memang benar dan mana-mana perkara yang
tidak benar! sehingga kita tentunya kita bisa melihat atau menilai
bukan dengan kacamata kita tetapi dengan KEBENARAN YANG SEBENARNYA
tersebut.
kan KEBENARAN itu sudah diturunkan melalui turunya para utusan-Nya.
mungkin sekian dulu
---Bambang Edy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
> Salah satu tujuan dari Dakwah Islamiyah adalah menyampaikan
"kebenaran"
> dan memberikan analisis/ kajian terhadap materi yang disajikan agar
> dapat memberikan referensi positif bagi jamaah, tentunya semua itu
> dilakukan untuk mencari ridha Allah SWT semata. Oleh sebab itu
adalah
> sangat bijak apabila penyajiannya juga mempertimbangkan situasi dan
> kondisi, agar tujuannya dapat tercapai tanpa membuat saling silang
serta
> perbedaan/ pertentangan yang dapat merusak silaturahmi apabila tidak
ada
> pengendalian diri yang baik. Haruskah kita mencari ridho Allah SWT
> dengan membuat sayatan luka di hati pihak lain yang mungkin saja tidak
> sependapat dengan si penyaji ?, tidakkah terdapat cara atau jalan yang
> lebih bijaksana sehingga aspek kebaikan dapat diupayakan seoptimal
> mungkin ? Mohon maaf atas kedangkalan dan keterbatasan wawasan saya,
> saya hanya peduli kepada millis kita tercinta ini, agar ukhuwah
> islamiyah dapat tetap terus dipupuk dan dipertahankan, terimakasih.
>
> Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > Ass. Wr. Wb.
> >
> > Saya sangat salut dengan jalan tengah yang diambil bapak RS. Dengan
> > kata-kata yang tidak bertele-tele dan mudah dicerna tetapi sampai
ketujuan
> > langsung.
> >
> > Harapan saya semoga dalam milis seterusnya saya mendapatkan
kata-kata yang
> > mudah dicerna untuk dipahami.
> >
> > Wass. Wr. Wb.
> >
> > ----------
> > From: R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Wednesday, February 24, 1999 10:14 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA?
> >
> > Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> >
> > Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar
rumah
> > kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara
keselamatan
> > rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta
agar semua
> > pihak menahan diri dan tahu diri.
> >
> > Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi
kesempatan
> > kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan
menempatkan diri
> > dengan sebaik-baiknya.
> >
> > Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi,
mempelajari hukum
> > sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang
dibungkus
> > dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk
mendapat
> > tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas yang
> > berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama
akan
> > menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah
mencapai
> > level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik
itu; ia
> > memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya
sedikit
> > sekali orang yang demikian, bukan?
> >
> > Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi
dan kemasan
> > dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah,
meskipun
> > di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya
hanyalah
> > bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa
yang salah
> > dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di
milis ini.
> > Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau
anda
> > memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya
dapat sakit
> > perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan
kadar
> > cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah
anda
> > bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar
memuaskan diri
> > sendiri?
> >
> > Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan
saya lebih
> > suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam
keadaan masih
> > panas.
> >
> > Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri.
> >
> > Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> > RS
> >
> > Nadri Saadudin wrote:
> >
> > > Satria:
> > > > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini,
karena
> > nanti saudara
> > > > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti
wafatnya nabi
> > Isa
> > > > didaerah
> > > > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda
Ahmadiyah
> > lainnya.
> > > > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas
dalam milis
> > ini.
> > > > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di
ISNET
> > (kabarnya
> > > > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini
kita jadi
> > terjebak
> > > > membahas yang tidak pokok.
> > >
> > > NS:
> > > Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya
> > memahami betapa
> > > tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah
> > > argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk
> > membuktikan bahwa
> > > Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari
persoalan yang
> > mereka
> > > hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan
mendudukan
> > masalah yang
> > > mereka hadapi itu.
> > >
> > > Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan
> > menyampaikan
> > > kebenaran Islam dan mengajak mereka kepada Islam
(terutama
> > orang-orang
> > > Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...)
disatu
> > pihak
> > > sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga
mereka katakan
> > anak
> > > Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga
sekarang...
> > Bagaimana
> > > anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan
Muhammad SAW
> > nabi
> > > terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa
ibnu Maryam
> > akan
> > > turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam
sepeninggal Nabi
> > Muhammad
> > > SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi
Muhamad
> > SAW
> > > adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang
juga? Apa yang
> > ditutup
> > > oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang?
Apakah tidak
> > mungkin
> > > Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi
Muhammad SAW?
> > Apakah
> > > persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk
> > dibicarakan?
> > >
> > > Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda
menyebut hal
> > ini bukan
> > > hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan?
Anda
> > menyebutnya
> > > sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW
mengatakan
> > kebenaran
> > > itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah
mengemukakan
> > kebenaran,
> > > kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya
anda tak
> > perlu allergi
> > > dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet
dan
> > rantaunet itu.
> > > Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan
mana yang
> > benar dan
> > > tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau
memungut
> > permata
> > > dan berlian kendatipun berada dalam lumpur.
> > >
> > > Satria Iman Pribadi
> > > > (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di
Rantau-net
> > dan
> > > > Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini
sejak SMA
> > dahulu di
> > > > Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah
penting di
> > Indonesia.
> > > > Salah
> > > > satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap
> > Kristenisasi. Hal
> > > > ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar,
dimana
> > saudara
> > > > Nadri
> > > > disediakan kolom khusus oleh administratornya)
> > >
> > > NS:
> > > Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan
Ahmadiyah untuk
> > > menghadapi dan membendung Kristenisasi dan
serang-serangannya.
> > Cuma
> > > sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan
kebencian anda
> > kepada
> > > golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan
diri saya
> > sebagai
> > > orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet.
Masalah tidak
> > payah
> > > kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja
tombol delete
> > > sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi...
> >
> >
> >
---------------------------------------------------------------------
> > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Dokumentasi Milis :
> > http://www.mail-archive.com/[email protected]
> > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad
Sigit P)
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------
> >
---------------------------------------------------------------------
> > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
> > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
>
=== message truncated ===
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)