Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, saya ingin ikut
masuk dalam diskusi tentang "agama itu apa"-nya Mbak Jaret. Tetapi
sebelumnya maafkan saya, jika nanti mungkin tidak banyak tambahan dari saya.
Namun terimalah terlebih dahulu salam persaudaraan dari saya nun yang
jauh di Aceh.
-----------------
Saya sebenarnya tidak begitu setuju dengan istilah agama yang kita fahami
secara awam saat ini, karena agama sering digunakan untuk memberikan
label tertentu kepada orang-orang tertentu. Lebih jauh, agama telah
dijadikan semacam jerat-jerat untuk mengeksploitasi manusia secara
emosional oleh kalangan tertentu. Akibatnya, timbullah ide untuk
membuat kotak-kotak pemikiran dan diberikan label "... agama". Lihatalh
di Indonesia ada "sekolah agama", ada "partai agama", ada "pelajaran
agama", dan ada berbagai perseteruan yang berawal dari soal agama. Dan
agama pun bisa juga menjadi dipecah-pecah menjadi kelas-kelas atau
jenis-jenis tertentu. Mbak Jaret, misalnya mengkategorikan ada "Agama
Otoriter" dan ada "Agama humanis".
Benarkah demikian yang dimaksudkan dengan istilah agama ketika kata itu
pertama kali digunakan ? Maaf, saya sendiri belum tahu kapan istilah
agama itu mulai digunakan.
On Mon, 29 Mar 1999, Jaret Imani wrote:
>
> Secara sederhana dan tidak mereferensi pada pengertian "agama" oleh agama
> tertentu, agama menurut saya adalah "interaksi antara manusia dengan
> tuhannya". Orang yang beragama adalah orang yang memiliki interaksi /
> hubungan dengan tuhannya.Sederhana khan? (kata orang..."nothing beats
> simplicity")
>
Pendapat Mbak Jaret ini telah benar bila memandangnya bahwa seseorang
yang beragama ketika melakukan suatu ibadah yang dikotakkan sebagai
ritual memang melakukan interaksi (searah atau dua arah) antara manusia
dengan tuhannya. Memang itu salah satu faktanya. Fakta yang lain bisa
juga dikemukakan bahwa agama itu adalah "peraturan-peraturan yang
mengekang", karena faktanya "orang yang beragama 'terlihat' terkekang dan
dikekang dibandingkan dengan orang-orang yang tidak perduli agama.
Saya lebih suka menggunakan istilah "petunjuk pemakaian dan petunjuk
perjalanan" untuk manusia dari "pembuat manusia dan penyedia alam
untuk berjalan bagi manusia". Mengapa demikian ? Karena saya beranggapan
bahwa manusia 'datang' ke alam dunia ini bukan akan kehendaknya sendiri.
Manusia datang ke alam dunia ini adalah 'diterjunkan' oleh pembuatnya
untuk melakukan suatu tugas (misi) tertentu. Untuk itu dia perlu dibekali
dengan peralatan dan berbagai kemampuan tertentu untuk bisa sukses dengan
misinya.
Misalnya peralatan yang dibutuhkannya adalah tubuh. Tubuh adalah sebagai
kendaraan baginya untuk berada di alam dunia. Untuk itu dia manusia
perlulah memiliki petunjuk bagaimana mengendalikan (menyetir) tubuh itu
agar tidak mudah rusak dan tahan lama, tetapi dapat membawa manusia
kepada tujuan dari tugasnya dan pada akhirnya kembali kepada yang
mengirimnya dengan selamat. Petunjuk itulah yang saya maksudkan dengan
agama bagi kita sekarang ini.
Jadi, seseorang yang mengikuti ajaran agama bukanlah karena dia takut
atau terpaksa, akan tetapi karena dia memang membutuhkannya untuk sukses
mengemban tugasnya. Kalau dia yakin akan sukses tanpa petunjuk pemberi
tugas kepadanya - dan ini yang saya ragukan - lanjutkan saja perjalanan
hidupnya di dunia ini tanpa petunjuk dari tuhan pencipta dan pemberinya
tugas. Yang penting adalah bahwa dia harus sukses dengan tugasnya dan
kembali dengan selamat. Jika tidak ? Ya tentu saja ada sanksinya. Tak ada
paksaan kok untuk beragama dan bahkan tidaklah perlu disebut-sebut bahwa
seseorang beragama agama, karena agama apapun yang diikutinya bukanlah
ukuran untuk dia selamat dan sukses dengan misinya. Yang menjadi ukuran
sukses dan selamatnya manusia dari misinya hidup di alam dunia adalah
sampai di mana dia mampu mengikuti petunjuk dari pencipta dan pemberinya
tugas itu sendiri.
Sekali lagi mohon maaf, jika e-mail ini tidak mencukupi untuk diskusi
kita tentang "agama".
Salamu alaikum
Syaifuddin Ma'rifatullah, Aceh.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)