[Arief Mulya wrote:] >Assalaamu 'alaykum wR wB >maafkan rekan Saliks ysh, merunut ke postingnya mas Bimo, dapat kita lihat bahwa prinsip dualisme/berpasangan benda itu tidak dapat diterapkan dalam memahami keseluruhan alam ini. >Jadinya, terang dan gelap itu bukan hal yang berlawanan, melainkan satu. Tetapi saya kurang setuju dengan pendapat mas Rizki, menurut saya dua-duanya untuk menuju hal lainnya haruslah dikurangkan, tidak bisa ditambahkan. Jadi gelap untuk menuju ke terang haruslah dikurangkan kadarnya, sehingga menjadi kurang gelap, dst. >Kemudian saya masih berpikir, apa iya seperti itu ? Allah menciptakan terang dan gelap dan menjadikannya satu (two in one) ? Ataukah Allah hanya menciptakan satu hal saja, sedangkan hal lainnya merupakan ketiadaan hal tersebut ? kalau begitu, apa yang diciptakan Allah ? terang atau gelap ? kebaikan atau keburukan ? so dimana titik temunya ? >Sampai disini saya bingung, please help me. >Wassalaamu 'alaykum wR wB >arief muLya ------------ >"There's always a light in the heart of ones who Love" -------------------------------------------------------------------- [Wargino wrote:] Pak Arief, Relax dulu.... nggak usah bingung. Karena "There's always a light in the heart of ones who Love". Ternyata bukan hanya saya, anda dan pak Hendra, yang terkecoh dengan penomena di atas darimana kebaikan dan keburukan itu berasal. Saya berpendapat bahwa segala yang dari Allah itu adalah baik, sempurna dan bermuatan kebijaksaan universal. Allah menciptakan system keseimbangan, Allah menciptakan kesempurnaan, yang melambangkan sifatNya sendiri Yang Maha Sempurna dan Maha Kuasa. Salah satu bentuk keseimbangan itu adanya duality (berpasang-pasangan). Tinggi-rendah, benar-salah, baik-buruk, panas-dingin,laki-perempuan dsb. Esensi dari penciptaan itu sendiri mengandung suatu 'nilai' yang bersifat kondisional. Komponent system yang masih berupa substansi baku/dasar ini kita tidak bisa menyebutnya sebagai hal yang buruk. Tapi sebaliknya bisa saya katakan baik atau sempurna karena tertata sedemikian rupa sehingga terbentuk suatu system keseimbangan yang Maha Sempurna, seperti PenciptaNya. Coba kita nilai beberapa komponent berikut ini mana yang buruk? 1. Air 2. Api 3. Angin 4. Lebah 5. Malaikat 6. Syaitan 7. Jin 8. Nabi/Rasul 9. Manusia 10. Membunuh 11. Menolong Adakah diantara rekan yang berpendapat bahwa api itu jelek? Belum tentu, bagaimana kalau tidak ada api? Adakah rekan yang berpendapat bahwa api itu baik? Belum tentu juga, bagaimana kalau misalnya api DIGUNKANKAN untuk mebakar rumah, toko, hutan??? Adakah rekan yang berpendapat bahwa membunuh itu buruk? Belum tentu,..... Adakah rekan yang berpendapat bahwa menolong itu baik? Belum tentu juga..... Adakah rekan yang berpendapat bahwa Syaitan itu jelek? Belum tentu..... Menurut saya syaitan itu baik, dia menjerumuskan manusia itu bukan perbuatan dosa(bagi syaitan). TAPI saya belum pernah jumpa dalilnya bahwa syaitan itu dalam menjerumuskan manusia kedalam kesesatan dengan cara PAKSA. Setahu saya ia hanya menjerumuskan dan mengajak orang yang MAU saja. Tidak pernah memaksa!!! Demikian pula Malaikat dan Nabi/Rasul dalam menyampaikan risalah atau ajarannya juga tidak pernah dengan cara paksa. Padahal risalah yang dibawanya itu 100% benar. Mengapa tidak dipaksakan saja agar manusia semua baik? Malah Allah menurunkan beribu-ribu Nabi untuk memperbaiki aklak manusia. Mengapa harus banyak nabi kalau hanya untuk memperbaiki aklak, toh dengan berkehendak saja Allah tidak ada kesulitan untuk mengubah perilaku manusia semua menjadi baik. Adakah rekan-rekan yang pernah mendengar/membaca suatu riwayat seorang Nabi/Rasul berdo'a kepada Allah agar manusia diseluruh jagad keturunan Adam ini menjadi manusia yang baik semua misalnya iman semua.... islam semua.... taqwa semua.... dermawan semua... muhlisin semua....???? tanpa harus ada yang kafir, munafiq, pembohong, provokator...dsb Seperti kisah Nabi Nuh AS, berdakwah selama kl 800th hanya beberapa puluh orang saja yang mengikuti ajarannya. Padahal Beliau insya Allah tahu, bahwa biang keladinya adalah syetan dan nafsu manusia itu sendiri. Tapi mengapa Beliau tidak memohon kepada Allah agar syaitan dan hawa nafsu manusia itu dicabut saja, agar tidak ada rintangan lagi????? Dari beberapa ilustrasi di atas, saya berpendapat bahwa tidak sebutir anginpun ada kesan bahwa Allah menciptakan keburukan. Sama sekali tidak. Yang dari Allah adalah kebaikan dan kesempurnaan dan keseimbangan. Sedang keburukan itu adalah dari manusia sendiri. Kurang lebih mohon maaf, Wassalamu'alaikum wr wb, Wargino --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
