Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...
Topik pertama: Mengajar, belajar dan mendengar...........
                                                                   
Siapakah   yang   pantas  disebut  "seorang  guru   sempurna"   dan
"serbahebat"  dalam hidup dan kehidupan kita ini?  Pentingnya  kita
memperbincangkan ini adalah karena yang namanya manusia  itu  punya
kecendrungan  buat  belajar dan mengajar.  Menurut  Rasulullah  SAW
hanya  tiga tipe saja manusia yang beruntung atau meraih kemenangan
dalam  hidup  ini.  Yang pertama adalah orang yang  belajar,  kedua
adalah  yang mengajar dan ketiga adalah yang mendengar....."  tidak
ada orang  keempat yang beruntung selain dari itu", kata Rasulullah
SAW.  Kita tidak mempesoalkan kesahihan atau derajat atapun  isnad-
isnad  dan  rijal-rijal   yang mendukung  hadits  ini.  Itu  adalah
kewajiban  ahli hadits atau kalangan cendekia  IAIN  untuk  menilai
keasbsahannya.  Yang  terang hadits ini sepintas  lalu  kita  lihat
memang ada juga benarnya.

Akan  tetapi kita sebagai pengikut setia Rasulullah SAW tentu tidak
akan  begitu  gegabah menolak dan  membantah isi  hadits  tersebut,
tapi  barangkali perlu memberikan ulasan lebih lanjut tentang  yang
dikatakan  hadits tsb. Tiga tipe manusia yang dikatakan  Rasulullah
SAW,  selanjutnya juga tidak akan ada artinya kalau mereka hanya...
belajar saja, mengajar saja... dan mendengar saja tetapi sedikitpun
tidak  mengamalkan  apa yang dia pelajari,  apa  yang  dia  ajarkan
....dan  apa  yang  dia dengar. Kesuksesan tiga  tipe  manusia  itu
justeru   tergantung  sampai  dimana  dia  mengamalkan  ilmu   yang
diperolehnya  dari  proses ajar mengajar ini. Ilmu  atau  pelajaran
yang  tidak  diamalkan  sesuai dengan pelajaran  itu  adalah  tidak
berguna  sama  sekali, bahkan disisi Allah tiada  artinya,  seperti
diistilahkan   juga  dalam  Bibel  bahwa  :  Ulama  Pharisi   hanya
mengajarkan  Taurat  tetapi tidak mengamalkan  apa  yang  ada  pada
Taurat  itu. Yesus sendiri mengatakan " mereka hanya berkata tetapi
tidak  mengamalkan  apa yang dikatakannya". Yesus  berpesan  kepada
murid-muridnya.....  "Ikutlah  apa  yang  dikatakan  mereka  tetapi
jangan kamu ikuti apa yang mereka amalkan"....

Al-Qur'an sendiri sangat mencela kepada orang-orang yang hanya bisa
berkata   tetapi  tidak  penah  berbuat  sesuai  dengan  apa   yang
dikatakannya. Mari kita ikuti dua buah  ayat yang kami kutip dan
menunjukkan betapa murkanya Allah Taala apabila kita hanya  berkata
tetapi tidak mengamalkan apa yang kita katakan. " Wahai orang-orang
yang  beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu  perbuat?
Amat  besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan  apa  yang
tidak  kamu kerjakan"..........(QS: 61:3, 4). Ayat-ayat  yang  kami
kutipkan  ini  jelas-jelas...... dan  tidak  memerlukan  penafsiran
lagi...  menganjurkan  kita-kita ini agar senantiasa  menselaraskan
apa  yang  kita  katakan  dengan perbuatan  kita.  Kita  seharusnya
berbuat menurut apa yang kita katakan menurut pengetahuan yang  ada
pada kita serta kita yakini kebenaran dari pengetahuan tsb.

Jadi  baik kita sebagai pengajar, murid atau orang yang diajar atau
pun  hanya  sekedar  pendengar dan meyakini  bahwa  apa  yang  kita
ajarkan,  yang  kita  pelajari  dan  yang  kita  dengar  itu  tidak
disangsikan lagi akan kebenarannya, untuk menjadi orang yang  baik,
Muslim  sejati,  serta pengikut Rasulullah SAW, tidak  ada  pilihan
lain  selain  itu  ,  untuk diamalkan dalam setiap  denyut  jantung
kehidupan  kita  didunia ini. Mumpung hayat  kita  masih  dikandung
badan, tiada salahnya kita mencoba memasuki salah satu tipe manusia
yang diklassifikasi oleh Rasulullah SAW itu. Janganlah kita memilih
tipe  yang  keempat dimana kita , bukan pengajar, bukan juga  orang
yang  belajar dan bukan juga orang yang mendengar.  Apa  yang  akan
kita  amalkan dalam hidup ini kalau seandainya kita hanya  termasuk
kategori  keempat ? Yang bukan sebagai pengajar, bukan pelajar  dan
juga bukan pendengar?

Siapakah  yang pantas disebut pengajar yang sempurna dan  dan  maha
hebat?  Itu  adalah sebuah pertanyaan yang belum kita  jawab  dalam
pendahuluan  tulisan  ini.  Pengajar  yang  sempurna  itu  tentulah
pengajar  yang  tidak diajarkan oleh manusia, tetapi pengajar  yang
langsung diajarkan oleh Mahaguru dari semua pengajar manusia, yakni
Allah  SWT. Pengajar yang langsung disahkan oleh Allah dan langsung
dikirim kepada manusia dengan tujuan mengajarkan manusia ini.  Guru
tunjukan dan utusan Allah tsb, semua kita telah mengenalnya  dengan
sebutan  Nabi  atau Rasul yang senantiasa diutus oleh Allah  Ta'ala
sesuai dengan kebutuhan dan keperluan manusia itu.

Mengapa   kita sebut bahwa Nabi dan Rasul itu adalah pengajar  yang
"serba   sempurna"  dan  "serba  hebat"?  Tiada  lain  karena   dia
menyandang  berbagai sifat terpuji dan misinya meliputi dua  tujuan
dasar.  Pertama,  dia  mengajarkan kepada manusia  cara-cara  untuk
menjadi  manusia yang yang mengasihi dan dikasihi oleh manusia  dan
Allah Ta'ala yang menciptakannya, sedangkan yang kedua , adalah dia
mengajarkan  manusia supaya meninggalkan dan menjauhi  segala  yang
buruk, jelek, dan tidak baik sebagaimana yang diajarkannya juga .

Jadi,  misi  Nabi  atau Rasul itu hanya dua itu saja  secara  garis
besarnya.  Bagaimana  mengatur  hubungan  yang  baik  dengan  Allah
sebagai  komunikasi vertikal keatas dan bagaimana mengatur hubungan
yang  baik sesama manusia sebagai komunikasi horizontal menyamping.
Baik  itu  hubungan  vertikal ataupun hubungan horizontal  keduanya
didasarkan  dengan  rasa "cinta kasih" yang merupakan  fitrat  yang
sudah  ada dari manusia itu sendiri. Baiknya hubungan dengan  Allah
tercermin  dengan  manifestasi hubungan baik kita  sesama  manusia.
Kuncinya  semua  itu  tergantung sampai dimana  kita  bisa  berbuat
kebaikan  itu  dan  sampai  dimana  hasilnya  usaha  kita  menjauhi
kejahatan, perbuatan jelek dantidak baik itu.

Bagaimana kita mengenal Nabi? Sehingga kita bisa belajar  dari  dia
dan  bisa  menerapkan pelajaran yang kita peroleh  dari  dia  dalam
mengharungi kehidupan didunia yang fana ini? Menurut pengalaman dan
sejarah selain Nabi yang diutus oleh Allah itu, ada juga Nabi palsu
yang  mengaku juga tunjukan Tuhan. Karena kuatir salah maka umumnya
manusia  menolak hampir setiap Nabi yang datang terutama Nabi  yang
benar-benar  tunjukan  Tuhan.  Nah,  untuk  memudahkan  manusia   ,
terutama kita-kita yang hidup dizaman ini , mengenal dan membedakan
Nabi  yang  benar dan yang palsu, tulisan berikut ini yang  mungkin
terdiri dari beberapa serial akan mengunjungi anda setiap harinya.

bersambung....

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke