Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...7/10
                                                                   
Topik ketujuh: Mengenal Nabi dan tanda-tanda kedatangannya..........
Akhlak terpuji  dan masa kecilnya yang terpelihara adalah kriteria
Nabi yang benar..............
                                                                   
Untuk  membedakan antara Nabi yang benar dan Nabi yang  palsu  kita
jelas  harus  memeriksa pendakwaan seseorang  tentang  kenabiannya.
Seperti  yang  kami uraikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya  bahwa
seorang  Nabi itu adalah mengumumkan pendakwaannya sebagai  seorang
Nabi. Disini jelas bahwa Nabi itu tidak diangkat oleh manusia  atau
pengikutnya.  Pengangkatannya adalah dari Allah SWT dan  dia  hanya
"mengumumkan" pengangkatan itu kepada manusia sekali gus dia adalah
utusan  Allah  (Rasul)  kepada manusia.  Dialah  yang  satu-satunya
penghubung  antara manusia dan Allah. Ketaataan kepada dia  berarti
ketaatan  kepada Allah dan kalau kita taat kepada dia berarti  juga
taat kepada Allah. "Taatlah kepadaku jika kamu patuh kepada Allah",
kata junjungan kita Rasulullah Saw sebagaimana digambarkan dalam Al-
Qur'an.

Keadaan suatu kaum yang didatangi oleh Nabi itu juga menjadi  tanda
bagi  kita  untuk menilai suatu Nabi yang benar untuk membedakannya
dengan  Nabi yang palsu. Apabila keadaan suatu kaum sudah melenceng
jauh dari kebaikan, maka Allah akan mengutus seorang Nabi ketengah-
tengah kaum itu. Nabi yang diutus  ketengah-tengah mereka itu jelas
diantara  mereka  sendiri berbahasa dengan bahasa  mereka  sendiri,
mereka  kenal secara jelas peri kehidupannya. Karenanya kita  harus
melihat  masa dan keadaan memerlukan Nabi atau tidak . Ketika  Nabi
Besar  Muhammad  datang ketengah-tengah bangsa Arab  keburukan  dan
kerusakan  memang  sudah  tersebar  luas  didunia  ini  sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Qur'an: "Keburukan telah merajalela di  daratan
dan di lautan"...........(QS. 30:41).

Apa  yang  dijelaskan  seorang  Nabi kepada  kaumnya  juga  menjadi
kriteria bagi kita untuk menilai seorang Nabi yang benar atau  yang
palsu.  Nabi  yang  benar  selalu  mengabarkan  kabar  ghaib   yang
diterimanya  dari Allah SWT dan dia pasti mempunyai nubuwatan  yang
menunjang  kenabiannya itu. Kabar ghaib yang diterimanya dari  Yang
Maha  Ghaib  yakni  Allah  tentu saja harus  disampaikannya  kepada
manusia dimana dia itu diutus. Rasulullah SAW menjelasakan beberapa
nubuwatan  tentang peristiwa yang bakalan terjadi dimasa  datang  .
Nubuwatan  itu  terpenuhi adaklanya dimasa beliau hidup  dan  tidak
jarang  pula  berpuluh-puluh, bahkah beratus-ratus  tahun  kemudian
baru terbukti kebenaran nubuwatan tsb.

  Betapa  masyarakat Arab menyaksikan nubuwatan kekalah Persia  dan
bangkitnya  Romawi  dari kekalahannya terhadap  Persia  yang  hanya
dinuwbuwatkan  oleh  Rasulullah SAW sembilan tahun  sesudah  hancur
leburnya  Romawi. Hal ini bisa dilihat pada Al-Qur'an Surat  Ar-Rum
ayat  2,3,4  dan  5. Beberapa nubuwatan Rasulullah SAW  dimasa-masa
sekarangpun   14  abad  sepeninggal  beliau  telah  kita   saksikan
terpenuhinya. Ini juga menambah keyakinan kita betapa Nabi Muhammad
itu  adalah  seorang  Nabi yang benar, dan kita telah  mengimaninya
kendatipun kita tidak pernah berjumpa dengan beliau SAW.

Akhlak  Nabi  yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi  adalah  cermin
bagi  kita untuk menilai kebenaran seorang Nabi untuk membedakannya
dengan Nabi palsu lainnya. Akhlak yang mulia yang pernah disaksikan
oleh  kaumnya menjadi ukuran bagi kita akan kebenaran pendakwaannya
sebagai  seorang  Nabi. Seseorang yang dalam  lingkungan  bermental
bejat  dan  pendusta  dikalangan masyarakat mustahil  pendakwaannya
bisa  diterima. Tingkah laku yang bejat dikalangan masyarakat  yang
dilakukan  oleh  seorang pendakwa kenabian adalah  merupakan  bukti
nyata tentang kepalsuannya.

Sebaliknya  perilaku yang baik dan budipekerti yang  tidak  tercela
adalah merupakan kriteria utama bagi kita untuk memriksa pendakwaan
seseorang  tengtang  kenabiannya.  Sejarah  membuktikan  dan  musuh
Islampun mengakui betapa akhlak Rasulullah SAW dilingkungan kaumnya
sehingga  julukan beliau "Al-Amiin" menjadi bukti  bagi  kita  akan
kebenaran  pendakwaan beliau sebagaim seorang Nabi yang  benar  dan
diutus  bukan  hanya kepada bangsa Arab saja tetapi kepada  manusia
seluruhnya sesuai dengan pendakwaannya.

Tanda  lain  lagi yang terdapat pada Nabi yang benar adalah  ajaran
yang  dibawanya. Ajarannya yang baik dan himbauannya  agar  berbuat
baik  serta  menyuruh  kaumnya menjauhi  kejahatan  adalah  menjadi
ukuran  pula  bagi kita untuk menilai kebenaran seorang  Nabi.  Dia
dengan gigih dan tanpa takut kepada siapapun menyampaikan ajarannya
itu. Tiada manusia yang bisa menghalangi dia untuk memanggil orang-
orang  kepada kebaikan dan menyeru mereka untuk menjauhi kejahatan.
Sebagaimana  dikatakan olehnya bahwa dia adalah diperintahkan  oleh
Allah dan dia tidak mengharapkan upah dari manusia untuk itu.

Kita menyaksikan bagaimana usaha-usaha Kafir Quraisy untuk membujuk
beliau   agar   menghentikan  kegiatannya  sekaligus   tidak   lagi
mendakwakan  kenabiannya.  Apa jawab  Rasulullah  SAW  :  "Andaikan
kalian letakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku
dan  memintaku agar menghentikan dakwahku, aku tidak akan  berhenti
sama  sekali sebelum Allah sendiri yang menghengtikannya". Ini juga
merupakan  bukti bagi kita bahwa Muhammad SAW adalah  seorang  nabi
yang  benar  yang ditus oleh Allah, dan dilindunginya  dari  godaan
duniawi yang luar biasa ini. Betapa dia menolak untuk menjadi  raja
mereka,  wanita  yang ditawarkan kepadanya serta  kekayaan  duniawi
yang  dipersembahkan kepadanya. Apa yang lebih  berharga  diberikan
untuk membujuk seseorang selain dari itu? Permisalan yang diberikan
oleh  Rasulullah  sendiri  "  matahari  ditangan  kanan  dan  bulan
ditangan  kiri",  cukuplah sebagai bukti  bagi  orang-orang  dimasa
beliau   hidup  dan  kita-kita  dibelakang  ini  sebagai  kebenaran
pendakwaan beliau SAW.

bersambung....



Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke