---------------------------------------------------------------------------- -------- Ahmad Fadlah : Saya jadi berfikir apakah maqam Ikhlasnya Rabiah al-Adawiyah itu yang paling tinggi disisi Allah atau malah yang lain. Karena pernyataannya beribadah bukan mengharap surga dan bukan karena takut neraka adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk dicapai oleh sebagian besar ummat. Apakah bagi orang yang beribadah yang Khauf (takut) pada Neraka dan mereka yang Raja'(harap) akan Surga dan kenikmatan lain pasca mati, apakah ini peringkatnya lebih rendah dibanding ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah ??? Saya pernah dengar bagaimana saudara kita dari Majlis Tabligh setiap kesempatan halaqah menyempatkan membaca Fadilah Amal. Misalkan saja bagaimana orang yang sembahyang berjamaah nilainya 27 kali ketimbang sembahyang sendiri. Bagaimana orang yang berdosa tapi dia ikut dalam majelis zikir Allah juga telah mengampuni dia...dsb.. dsb. Nah bagi orang-orang yang mengarap fadilah amal seperti saya contohkan diatas.....lantas apakah mereka dipandang masih peringkat awam dalam keikhlasan ?? mungkin ikhwan yang lain dapat sharing tentang ini... ---------------------------------------------------------------------------- -------- Assalaamu 'alaykum wr. wb. Ikhwan dan Akhwat rahimakumuLLAH, khususnya Bapak Ahmad Fadlah, Izinkanlah sahaya menyampaikan pendangan-pandangan pribadi mengenai hal-hal yang Bapak pikirkan. Mohon maaf sebelumnya jika dirasakan subjektif mengingat sahaya adalah salah satu 'pengagum' Rabi'ah Al-Adawiyah. Bila merujuk pada keterangan Bapak, sahaya memberanikan diri menyatakan bahwa maqam yang dimaksud adalah ridha, sebuah maqam yang berdekatan makna dengan ikhlash tetapi 'sedikit' lebih tinggi. Mohon dikoreksi jika pendapat sahaya ini salah. Untuk lebih memperjelas, sahaya akan menampilkan sebuah gambaran menarik tentang surga dan neraka menurut Rabi'ah. Suatu hari Rabi'ah membawa sebuah obor di satu tangannya dan semangkuk air di tangan yang lain. Para sufi lain yang berjumpa dengannya di jalan menegurnya, "Hai perempuan anti dunia, hendak kemana engkau?" Rabi'ah selalu menjawab, "Hendak ke langit membakar surga dan memadamkan api neraka." Para sufi lalu bertanya, "Apa maksud perkataanmu itu?" Rabi'ah malahan balik bertanya, "Apakah kalian menyembahNYA karena takut neraka dan mengharapkan surga? Bagaimana jika ALLAH meniadakan surga dan neraka? Akankah kalian tetap menyembahNYA?" Sahaya tidak bermaksud mengecilkan semangat para salik dengan gambaran di atas. Justru sahaya ingin menyemangati para salik, termasuk diri sahaya sendiri, untuk mencoba berjuang (mujahadah) mencapai maqam tersebut. Pencapaiannya tentu melalui berbagai maqam yang 'sedikit' lebih rendah, termasuk khauf dan raja' serta ikhlash. Ini tidak berarti sahaya mensahkan tentang pemeringkatan. Semua itu tetap sahaya kembalikan kepada ALLAH Yang Maha Tahu. Tentang majlis tabligh, tidak ada larangan untuk mencari fadhilah amal. Sahaya sendiri beranggapan, yang mereka lakukan termasuk mujahadah. Bisa saja tindakan-tindakan itu justru melatih rasa ikhlash mereka. Lagipula kita tidak bisa bahkan tidak berhak menilai ikhlash karena kaitannya dengan masalah batin. Demikianlah yang dapat sahaya sampaikan. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Yang benar hanyalah dari ALLAH, kesalahan mutlak akibat sisipan hawa dalam nafsu. Wassalaamu 'alaykum wr. wb. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
