Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dear Brothers & Sisters Tasawuf
HIKMAH PERISTIWA
Berapa tahun yang lalu, ketika Indonesia masih aman tentram, makmur, dan
banyak masyarakat lupa diri, ada seorang sufi di Bandung yang saat itu
saya bertemu dengannya mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami gejolak dan
bencana.
Dalam bencana ini, hanya orang-orang yang menegakkan agama Allah, yang akan
diselamatkan oleh Allah.
Dan seperti sunnatullah sebelum ini, umat beriman selalu menang dalam jumlah
(kuantitas) yang sedikit bukan dalam jumlah yang banyak.
Dan dua bulan lalu, saya juga bertemu dengan seorang sufi di Ujungpandang
mengatakan serupa.
Bahkan lebih spesifik, beliau mengatakan bahwa beliau "melihat" bagaimana
umat Islam dari Sumatera sampai Irian Jaya di hancurkan oleh kaum nasrani,
dengan berbagai cara.
Mulai dari kasus Ninja, Kupang, Ambon, bahkan kalau kita ketahui pada saat
Idul Fitri kemarin terjadi kerusuhan di 14 kota yang umumnya kota mayoritas
non muslim.
Tentu di wilayah yang muslim mayoritas, pembantaian tidak dilakukan secara
konfrontatif antara muslim dan non muslim, tetapi dengan membayar (mengadu)
sesama muslim.
Belum lagi bencana alam (banjir, dsb) serta penyakit yang jauh lebih parah
dari kondisi sekarang.
Dari bencana-bencana tersebut, beliau juga mengatakan, HANYA orang -orang
yang beriman yang kan diselamatkan Allah.
Bahkan lebih ekstrim beliau mengatakan, bahwa ini merupakan proses
klasifikasi antara umat yang beriman dengan yang tidak, sehingga nanti
tinggal tersisa umat yang beriman, yang Allah mencintainya dan merekapun
mencintai Allah. Mereka ridlo kepada Allah, dan Allah ridlo kepada mereka.
Generasi (kelompok) inilah yang pada suatu saat akan ditolong Allah untuk
mengangkat Islam bangkit keseluruh penjuru dunia. Menurut sufi yang lain
lagi (bukan kedua sufi diatas : red) dibangkitkan dan dimulai dengan
mercusuarnya kebangkitan Islam dari kota BANDUNG.
Karena itu yang harus menjadi bekal bagi kita adalah TAUBATAN NASUHA dan
BERSERAH DIRI, sehingga kelak Allah memberikan rahmat-Nya untuk menjadikan
kita hamba yang BERIMAN (menegakkan agama Allah minimal dalam diri kita).
PERANG
=Terlepas dari kasus Ambon=
Dalam Islam penentuan waktu perang tidaklah gegabah. Karena disisi Allah,
perang bukanlah sekedar untuk membela diri atau menghacurkan lawan. Tapi
perang mempunyai muatan untuk pensucian diri orang-orang yang berperang.
Itulah kenapa di Al Qur'an dijanjikan merekan yang berperang masuk kedalam
golongan mutahharun.
Dan inilah jawaban kenapa pada zaman Nabi SAW tidak ada pola pembersihan
jiwa yang dilakukan dengan dzikir-dzikir (seperti pada banyaak thariqah)
atau dilakukan dengan latihan berserah diri lain yang dibimbing Sang
Mursyid... karena fungsi pembersihan jiwanya (pada zaman Nabi SAW) telah
dilakukan ketika orang ikut ke medan perang. (Catatan : pembersihan jiwa
juga dapat terjadi dengan seorang berserah diri terhaadap ujian yang
menimpanya, misalnya : kemiskinan, sakit, dsb)
Untuk itu disisi orang-orang yang mampu menerima petunjuk Allah, mereka baru
berperang setelah datang perintah dari Allah untuk melakukan hal tsb. Karena
mengumumkan perang baginya adalah tanggung jawab baginya (bukan hanya kepada
dirinya) tetapi kepada orang-orang yang diserukan untuk berperang. Karena
sekali lagi, fungsi perang bukan semata-mata untuk membela diri dan
menghancurkan musuh... Tetapi PENSUCIAN JIWA orang-orang yang berperang.
Untuk itu, kadang ada stereotip yang dikatakan orang bahwa para sufi tidak
mementingkan jihad perang...
Itu keliru!
Berbeda dengan orang yang tidak sanggup menerima petunjuk Allah, mereka
tidak menentukan perang menurut hawa nafsunya, tetapi menurut petunjuk Allah
SWT.
Untuk itu...
Persiapkanlah bekal kita selalu.
Bekal yang mutlak, yaitu Iman. Yang hanya dapat diperoleh dengan rahmat
Allah, akibat Taubat kita yang sungguh-sungguh serta keberserahan diri kita
(keluar dari dominasi hawa nafsu).
Sehingga suatu saat...
Kalau terjadi perintah berperang dari Allah melalui orang-orang yang sanggup
menerima petunjuk...
Kita pun tidak lari pontang-panting...
Kita pun tidak mencari beribu-ribu alasan...
Karena diri kita sudah dapat berlepas dari dunia.
Hidup dan Mati kita hanya untuk Allah semata
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Mohon Maaf
Imam Suhadi
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)