Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wr.wb. NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...8/10 Topik kedelapan: Mengenal Nabi dan tanda-tanda kedatangannya.......... Kriteria Nabi yang benar......... Nabi itu jelas tidak diangkat oleh manusia atau pengikutnya. Pendakwaannya sebagai seorang Nabi dimulai dengan keyakinan sendiri bahwa dia itu adalah Nabi. Tidak diperlukan suatu kasak kusuk atau kampanye kenabian seseorang. Tidak ada calon Nabi yang yang "dielus- elus" bagikan ayam jago oleh pengikutnya sebelumnya dan kemudian pada saat momentum yang tepat dia lalu mengumumkan kenabiannya. Nabi yang benar tidaklah demikian caranya. Nabi yang benar sebagaimana kami uraikan dalam tulisan sebelum ini adalah Allah sendiri yang "mengelus-ngelus" jagoNya dan calon NabiNya itu serta mempersiapkan dan memeliharanya dengan akhlak yang terpuji , selanjutnya menurunkan wahyu kepadanya dan memerintahkan kepadanya agar menyampaikan wahyu itu kepada kaumnya dengan mengumumkan pendakwaannya sebagai seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Telah menjadi kenyataan pula dalam pendakwaan kenabian ini bahwa biasanya kaum yang didatangi Nabi tersebut akan bangkit menyerang Nabi yang mereka kenal sebagai orang baik sebelumnya itu. Telah menjadi "sunatullah" nampaknya sebagaimana digambarkan oleh beratus- ratus ayat Al-Qur'an yang mengisahkan betapa Nabi-Nabi yang pernah diutus Allah kepada suatu kaum telah diperlakukan dengan tindakan aniaya oleh kaumnya. Betapa mereka telah dihina dan diolok-olok serta diperlakukan diluar prikemanusiaan dan hak azasinya. Tidak ada seorang Nabipun yang dikisahkan dalam Al-Qur'an dikecualikan dari hal ini. Tidak ada Nabi yang kedatangan kepada suatu kaum disanjung-sanjung, dielu-elukan dengan kalungan bunga dan disambut dengan tarian-tarian adat yang gemerlapan. Hal ini juga kita saksikan terhadap junjungan kita Rasulullah SAW yang mengalami penderitaan luar biasa yang mungkin melebihi penderitaan-penderitaan yang dialami oleh Nabi sebelumnya. Betapa beliau dan pengikutnya diboikot dan dikenakan embargo bahan makanan di awal-awal kenabian beliau. Bagaimana penderitaan yang dialami oleh pengikutnya yang mengganjal perutnya dengan batu untuk menahan kelaparan. Bagaimana pula pengalaman orang-orang beriman lainnya, yang saking kelaparan dimalam yang gelap gulita telah mengambil sebungkah tanah untuk dimakan sekedar memperpanjang hidupnya. Kita lihat bagaimana Rasulullah SAW terbirit-birit dan pontang panting lari meninggalkan Tha'if ketika diserbu dan diburu habis oleh penduduk negeri itu yang tidak sudi didatangi oleh Rasulullah SAW. Berpuluh-puluh dan beratus-ratus pengalaman pahit Nabi Muhammad SAW telah menjadi bukti bagi kita akan kebenaran beliau sebagi seorang Nabi yang diutus oleh Allah untuk kita semua. Bagaimana kesudahaan perjuangan Nabi itu juga merupakan kriteria bagi kita untuk menilai kebenaran seorang Nabi itu? Apakah perlawanan yang dilontarkan oleh kaumnya kepada Nabi itu berhasil menggagalkan misinya? Ini juga bisa kita saksikan sebagaimana juga diisyaratkan dalam Al-Qur'an : Dan sesungguhnya telah tepat janji Kami kepada hamba-hamba Kami, para Rasul. Sesungguhnya mereka itulah yang diberikan pertolongan....(QS. 37:171-173). Kendatipun perlawanan kaumnya terhadap Nabi yang diutus kepada kaum itu begitu sengitnya dan penderitaan yang dialami pengikutnya seakan-akan tidak tertahankan namun yang nama utusan Allah tentu saja tidak dibiarkan oleh Allah menjadi mangsa kaumnya yang brutal itu. Ayat diatas memberikan jaminan dan bukti bahwa setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah akan memperoleh kemenangan juga kesudahannya. Tidaklah mungkin Allah tidak menolongnya dan membiarkannya nya dalam keadaan berduka terus tanpa sedikitpun menghiburnya dengan kemenangan yang pernah dijanjikanNya. Kita bisa telusuri dalam Kitab Perjanjian Baru bagaimana penderitaan Yesus (Isa Al Masih a.s.) ketika disuruh memikul sendiri salibnya kepuncak bukit Golgota , kemudian disalib oleh kaumnya sendiri atas arahan dan fatwa dari Ulama-Ulama Pahrisi mentalis kufur yang kelihatannya tidak berdaya sama sekali. Bagaimana dia diolok-olok dengan mahkota duri. Kita lihat bagaimana Allah menyelamatkannya dari "kutukan salib" itu sehingga beliau tidak mati disana. Bagaimana pula Allah telah membalas tipu daya mereka dengan menjadikan mereka itu melihat Yesus dalam keadaan "mati" sehingga menurunkannya dari salib hanya berlangsung beberapa jam saja. Injilpun memberikan kesaksian bahwa begitu yakinnya orang-orang Yahudi itu akan kematian Yesus sehingga mereka merasa tidak perlu lagi mematahkan kakinya sebagamana biasanya mereka lakukan sehabis penyaliban seseorang. Siapa bilang Allah tidak menolong Rasul- Rasulnya? Allah menyelamatkan Yesus dari kematian terkutuk itu dan selanjutnya memberikan kesempatan baginya melanjutkan misinya "mencari domba-domba" yang sesat diantara Bani Israil menelusuri Palestina mendaki pegunungan Himalaya, menuruni lembah Kashmir sampai ke Srinagar diperbatasan India dan Pakistan. Rasulullah SAW junjungan kita bisa kita ukur dengan kriteria ini. Kita melihat bagiamana penderitaan Nabi Muhammad SAW berserta pengikutnya diawal-awal permulaan Islam di Mekah. Boikot dan embargo yang dilakukan penguasa Ka'bah terhadap Rasulullah tidak berhasil menggagalkan misi Rasulullah SAW. Pencekalan terhadap Rasulullah SAW juga tidak berhasil mencegah Rasulullah SAW meloloskan diri dari kejaran orang-orang Quraisy dari Mekah. Sejarah juga melihat bagaimana Allah menyelamatkan utusannya ini keluar dari rumah yang telah dikepung oleh masyarakat Mekah. Kita juga melihat bagaimana gua Tsur yang rendah itu bisa memberikan perlindungan terhadap Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA dari kejaran orang yang mencari dan memburunya. Sebuah peristiwa sejarah yang diluar perhitungan manusia juga dipertontontonkan oleh Allah, dimana dikisahkan mengenai bagaimana Suraqah yang dimabuk hadiah sayembara itu terjungkal digurun pasir yang dalam dengan kudanya beberapa langkah saja sebelum berhasil menangkap Rasulullah SAW. Puncak dari segalanya itu adalah suatu peristiwa Fatah Mekah, dimana Junjungan kita Rasulullah SAW dengan 10.000 tentaranya kembali ke Mekah dalam suatu penaklukan kembali kota yang mengusirnya sepuluh tahun sebelumnya.Apakah peristiwa- peristiwa diatas itu hanya suatu kebetulan saja? Apakah tidak ada tangan-tangan Allah bekerja untuk melindungi sekali gusmewujudkan kemenangan bagi Utusannya itu? Terlalu banyak peristiwa kebetulan yang kita saksikan kalau kita meyakini itu bukan tanda-tanda kebenaran seoran Nabi yang diutus kepada manusia ini. Hanya orang- orang yang menutup matanya akan kebenaranlah yang memandang peristiwa ini sebagai "hanya kebetulan" belaka. bersambung Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------- --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
