[1-2/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Topik pertama:
Ajaran tanpa bukti dan do'a Nabi Isa didengarkan Tuhan.................
                                                                       
Ajaran-ajaran  pokok agama Kristen terdiri dari empat  masalah  penting
yang bisa diringkaskan sebagai berikut.

1. Kematian Yesus atau Nabi Isa diatas salib.
2. Kebangkitannya pada hari ketiga.
3. Kenaikannya secara jasmani kelangit.
4. Kedatangannya kedua kalinya kebumi ini untuk menghakimi manusia.

Kendatipun  orang-orang Kristen dengan kata-katanya  masih  mempercayai
ajaran-ajaran ini, namun pada masa sekarang ini,sedikit sekali diantara
para Cendekiawannya bahkan di Negeri Kristen sendiri mempercayai ajaran
kayakinan  ini  atau  berani  mengemukakan  bukti-bukti  sejarah   yang
menunjang  dari  peristiwa yang dilukiskan itu.  Malahan  pertimbangan-
pertimbangan sementarapun tidak ada dikemukakan mereka untuk menguatkan
anggapan  mereka terhadap kematian  Yesus diatas salib itu.  Dan  tidak
ada  juga sekeping buktipun yang menunjang peristiwa yang tidak  sesuai
dengan  hukum  alam  tentang  hidupnya kembali  setelah  kematian  yang
disangkakan  itu, berikut  kenaikannya  keatas langit yang  selanjutnya
sekarang  berada pula disebelah kanan Allah Bapa di Sorga,  sebagaimana
yang diimani oleh kaum Kristen.

Malahan  Injil-injil  sendiripun  menyediakan  bantahan-bantahan   yang
sangat  keras terhadap ajaran-ajaran itu. Menurut iman Kristiani  ialah
bahwa  Isa selaku anak Tuhan telah datang kepermukkan bumi dalam  wujud
seorang manusia untuk memikul dosa yang diwarisi dari Adam secara turun-
temurun  dan  sekali  gus menebusnya diatas salib  dengan  kematiannya.
Orang yang mengimani adanya penebusan  ini akan terbebas dari dosa  itu
dan  akan memperoleh keselamatan.Oleh karena Yesus adalah "anak  Tuhan"
maka  ia sendiri adalah Tuhan dan kematiannya diatas salib adalah  demi
kepentingan  manusia dan ia berada dalam keadaan itu selama  tiga  hari
untuk  menenbus dosa manusia. Kemudian ia hidup kembali  dihari  ketiga
dan  naik  kelangit dengan tubuh kasarnya yang selanjutnya  akan  turun
kebumi pada masa mendatang untuk menghakimi manusia.

Tidak  satupun dari perkataan dan ajaran asli Yesus itu yang  menunjang
atau  membenarkan salah satu dari empat kepercayaan pokok itu.  Menurut
pengakuan Yesus  sendiri bahwa ia hanya seorang Nabi dibangkitkan dalam
kaum  Israil,  terutama sekali untuk memimpin segala domba  yang  sesat
dari  antara Bani Israil......(Matius 15:24). Sekiranya benar bahwa  ia
adalah  Tuhan  dan  tujuan keberadaannya dibumi ini  hanya  semata-mata
untuk menebus dosa manusia diatas salib, maka ia tidak akan kan mendo'a
dengan sangat gelisah, dan meminta murid-muridnya  agar mendo'a juga di
dalam  Taman  Getsemani  supaya kalau mungkin  cawan  (kematian  diatas
salib) dihindarkan dari padanya...(Matius 26:39).

Yesus  meyakini  juga  bahwa  Tuhan  telah  mendengar  dan  mengabulkan
do'anya. Seandainya tujuan kedatangannya semata-mata untuk menebus dosa
manusia dengan kematiannya diatas salib, apa gunanya doa  dengan sangat
gelisah  supaya  terhindar  dari  kematian  semacam  itu  diutarakannya
kepada  Tuhan? Do'a ini juga merupakan bantahan yang sempurna  terhadap
seluruh tujuan kedatangannya yang disangkakan itu.

Ia  pasti  telah  menerima jaminan dari Tuhan untuk  kelepasannya  dari
maut,  sebagai jawaban terhadap do'anya ....( Iberani 5:7). Karena  itu
selaku  seorang manusia yang ketika itu melihat dirinya  diatas  salib,
bahwa  segala  harapan akan terhindarnya ia dari kematian diatas  salib
yang penuh kehinaan dan kesedihan itu tampak telah  "lenyap" , maka  ia
ditimpa rasa kecemasan, kalau-kalau beberapa kesalahannya sendiri telah
menggagalkan maksud Tuhan untuk menyelamatkannya, untuk mana  ia  telah
memperoleh  jaminan sesudah do'anya di Taman Getsemani  itu.  Kecemasan
ini  ini menimbulkan kegelisahan baru sehingga ia berseru: "Ya Tuhanku,
ya  Tuhanku,  apakah  sebabnya  engkau meninggalkan  aku?"......(Matius
27:46).

Sekiranya kematian Yesus diatas salib adalah untuk meyempurnakan maksud
pengutusannya  kepada manusia, maka kematian yang  kini  sudah  kedalam
alam  tak  sadar  tentunya, tentulah ia akan  memenuhinya  dengan  rasa
gembira, bahwa kini ia hampir-hampir memenuhi maksud kedatangannya, dan
dalam  beberapa  jam  lagi  maksud itu akan dicapai  seluruhnya.  Kalau
inilah  yang  sebenarnya, maka seruannya tidaklah merupakan kegelisahan
dan hampir-hampir putus asa , tetapi akan merupakan seruan kegembiraan.
Ia  seharusnya  meyerukan untuk : "Untung benar! Untung  benar!  Maksud
sudah  sampai.  Manusia-manusia telah selamat karena  aku",  dan  bukan
menyerukan  :  "Ya,  Tuhan  ku,  ya  Tuhanku  apakah  sebabnya   Engkau
meninggalkan aku?"

Sekiranya ia betul mati diatas salib dan kemudian hidup kembali maka ia
akan pergi kesuatu tempat tinggi yang baik di Yerusalem dan mengumumkan
kemenangannya atas kematian kepada kaum Yahudi yang tidak percaya,  dan
dengan  mengumumkan  bukti yang tidak terbantah ini,  tentang  ia  anak
Tuhan,  ia   akan  mengundang  mereka  untuk  mempercayainya.  Dan  ini
ternyata tidak dilaksanakannya.

Sebaliknya  ia  menemui murid-muridnya beberapa kali  untuk  meyakinkan
mereka,  bahwa  ia "tidak mati" diatas salib, tidak menjadi  "terkutuk"
dan  masih hidup dengan tubuh kasarnya...(Lukas 24:39,40). Ia  berusaha
keras  menemui  murid-muridnya  dengan  rahasia  dan  kadang-kadang  ia
menukar  rupanya sampai mereka tidak mengenalnya ..... (Markus  16:12).
Tidak ada  sebuah  sebuah  catatan apapun yang  menerangkan  bahwa  ada
seorang Yahudi atau kafir sezamannya yang percaya kepadanya oleh karena
ia  dan  kemudian  hidup kembali . Sekiranya yang demikian  itu  memang
benar,  keajaiban  apa lagi yang lebih besar dari itu  yang  diinginkan
seseorang untuk dilihat?

Topik kedua:
Keselamatan hanya dengan menuruti Hukum Taurat
                                                                       
Kalau  kita menelusuri seluruh Kitab Perjanjian Baru (Injil), Nabi  Isa
sendiri (yang dalam hal ini orang Kristen menyebutnya dengan Yesus) tak
pernah  mengajarakan  ajaran penebusan dosa itu. Ia  selalu  mengatakan
bahwa  jalan untuk keselamatan ialah dengan cara berpegang  teguh  pada
"Hukum  Nabi-Nabi". Hukum yang mana yang dimaksud oleh Yesus dalam  hal
ini?  Tidak  disangsikan lagi nyatalah Hukum Musa yang  dikenal  dengan
Taurat.  Nabi  yang  mana? Jelaslah Nabi-Nabi  yang  menggantikan  Musa
didalam  Bani  Israil  . Ia mengulangi bahwa ia tidaklah  datang  untuk
menghancurkan  Hukum  Taurat tetapi mengenapinya, dan  bahwa  "sehingga
langit  dan  bumi  lenyap, satu noktah atau satu  titikpun  sekali-kali
tidak  akan  lenyap  dari pada Hukum Taurat itu sampai  semuanya  telah
"jadi" (Matius 5:18).

Yesus  juga  menganjurkan  kepada murid-murid  dan  pengikutnya  supaya
melakukan  apa-apa yang disuruhkan ahli Taurat dan Ulama Parisi,  sebab
mereka  itu  duduk pada  kedudukan Nabi Musa dan karena itu itu  adalah
orang-orang  yang  berwenang  dan berhak  menjelaskan  Hukum  Taurat  ,
walaupun Yesus sendiri selalu memperingatkan pengikutnya supaya  jangan
mencontoh kelakuan mereka "karena mereka itu berkata-kata saja,  tetapi
tidak mengamalkannya" (Matius 23:2,3).

Kepercayaan  yang didasarkan bahwa keselamatan hanya mungkin  diperoleh
dengan  perantaraan  penebusan,  adalah  bikinan  kemudian  dan   tidak
mendapat sokongan sedikitpun dari perkataan dan perbuatan Yesus.  Orang
Kristen mengatakan bahwa Yesus sendiri menyatakan bahwa ia adalah  anak
Tuhan,  tetapi ini jelas adalah suatu penggunaan arti secara  kiasan  ,
yang  biasa  terdapat dalam kitab-kitab suci. Ketika ia dituduh  karena
ucapan  itu  ,  Yesus menjawab kepada musuh-musuhnya dengan  mengatakan
bahwa  kalau orang-orang yang menerima kata-kata Tuhan  disebut  tuhan-
tuhan  atau  malahan "anak sulung" Tuhan, kenapa ia  dituduh  menghujat
Tuhan  karena  menggunakan  kata-kata itu  juga?  Kalau  mereka  berhak
memberikan arti secara kia mengapa ia dilarang?" (Yahya 10:34-36).

Kitab  Perjanjian Lama (Taurat) melukiskan Israil (Yakub) sebagai  anak
Tuhan  bahkan "anak-Ku yang sulung" (Keluaran 4: 22). Orang-orang  yang
mendamaikan  dikatakan  "anak-anak  Tuhan"  (Matius  5:9).  Dalam  do'a
umumnya  Tuhan  dipanggil dengan kata  Bapa yang berarti  bahwa  orang-
orang  itu  adalah  anak-anak Tuhan. Bibel  sering  sekali  menggunakan
ucapan ini secara kias untuk melukiskan orang-orang pilihan Tuhan,orang-
orang saleh dan malahan seluruh manusia.

Yesus  mengatakan bahwa kepada bangsanya yang "jahat dan berzina" tidak
akan  diberikan  tanda  kecuali tanda Nabi Yunus .dst..(Matius16:39-40).
Kita  hendaklah  ingat  ,  bahwa Nabi Yunus masuk  keperut  ikan  dalam
keadaan  "hidup"  ,  tinggal disana  "hidup" sekalipun  tanpa  sadarkan
diri, dan keluar dari sana juga "hidup" (Yunus, fasal 2). Dengan begitu
Yesus  ketika  diturunkan dari salib, harus juga  dalam  keadaan  hidup
sekalipun  tidak  sadarkan diri, dan keluar  dari  sana  dalam  keadaan
hidup. Sekiranya ia mati diatas salib maka tidak ada persamaan diantara
keadaannya  dan keadaan Nabi Yunus, kecuali orang-orang (termasuk orang
Kristen  sendiri...) percaya pula bahwa Nabi Yunus  juga  mati  diperut
ikan  dan  hidup kembali setelah setelah ia keluar dari sana....  suatu
teori  yang  hampir-hampir tidak dapat diterima oleh semua  orang-orang
Kristen.

Suatu  hal  yang  menarik sekali ialah bahwa dalam  teks  dari  Revised
Standart  Version (1946) bagian Perjanjian Baru, yang diterbitkan  oleh
Thomas  Nelson  and  Sons, New York, tidak lagi kenaikan  Yesus  dengan
tubuh kasarnya kelangit.

bersambung,

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke