Assalamualaikum, Untuk mememudahkan membaca tanggapan, sebaiknya diberikan pemisah dengan original messagenya, kalo harus diselang-selingi, tolong di beri tanda. Dengan begitu, kita bisa membacanya secara efektif. Terimakasih, Wassalam > -----Original Message----- > From: R. Sunarman [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Friday, March 05, 1999 9:17 AM > To: '[EMAIL PROTECTED]' > Subject: RE: [Tasawuf] Hidup tanpa tujuan? > > ------ =_NextPart_000_01BE66E1.F6F245A0 > Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1" > Content-Transfer-Encoding: quoted-printable > > Assal=E2mu 'alaikum warahmatull=E2hi wabarak=E2tuh.=20 > > -----Original Message----- > From: Ali Abidin=20 > Sent: Thursday, March 04, 1999 2:05 PM > > Saya kenal seorang teman yang sangat sering ber-istikharah. Saya > kritik = > teman saya tersebut sebab dalam kesan saya kok nggak mau berpikir > dengan = > keras tetapi selalu istikahrah. Mau beli tanah istikharah. Mau pindah > = > rumah istikharah. Mau menikah istikharah. Mau pindah kerja istikharah. > = > Mau pilih Universitas istikharah. Mau keluar kota istikharah. Orang = > tersebut hampir selalu istikharah dalam mengambil keputusan. Saya = > --dengan segenap kebodohan yang saya miliki-mengajari ybs mengenai = > metode-metode ilmiah memilih alternatif yang pernah saya pelajari. > Kalau = > ingat hal ini saya jadi senyum-senyum sendiri. Saya sendiri memang = > barusan menyadari banyaknya anjuran untuk melakukan istikharah. > > Ibaratkan istikharah [yang mendatangkan bisikan ilahi] itu tangan > kiri, = > dan akal pikiran [dengan kemampuan analisisnya] itu tangan kanan; = > bukankah dengan kedua tangan kita pakai bersama-sama, kita akan mampu > = > melaksanakan pekerjaan yang lebih berarti? > Saya jadi ingat cerita mursyid, segala sesuatu di dunia ini diciptakan > = > berpasang-pasangan. Nafs-al-muthmainnah berpasangan dengan = > nafs-al-ammarah, Otak dan Naluri, Panas dan Dingin, Bumi dan Langit, = > Neraka dan Sorga. Bapak dan Ibu, Air dan Api, dll. Kedua hal yang = > tampaknya saling bertentangan itu, kalau dipakai bersama-sama secara = > terkendali, akan dapat dipakai untuk menciptakan sesuatu. Kalau air > dan = > api dipakai keduanya secara terkendali, kita akan dapat merebus = > singkong, misalnya. Demikian juga otak dan naluri. > > Ternyata pak Sunarman sekarang mengajarkan saya untuk sering-sering = > beristikharah juga agar peka terhadap Jiwa Muthmainnah. Bisakah = > dijelaskan lebih jauh tentang hal ini? Apa hubungannya istikharah ini > = > dengan Jiwa Muthmainnah? > > Istihkarah itu shalat untuk "mohon petunjuk" dari Allah. Ketika > petunjuk = > itu datang, karena anda belum mampu membaca jiwa muthmainnah itu > dengan = > sengaja, maka Allah mengamplifikasikan sinyal dari jiwa muthmainnah > itu = > sedemikian besar sehingga mampu menembus pikiran anda, misalnya lewat > = > mimpi. > > Bagaimana anda bisa membedakan mimpi yang asal-asalan dan mimpi yang = > merupakan hasil amplifikasi getaran jiwa muthmainnah [=3Dpetunjuk = > Allah]? > Salah satu caranya ialah melakukan dzikir pengantar tidur, misalnya = > dengan membaca Shalawat Nabi berulang-ulang. Ketika anda berniat untuk > = > tidur, lepaskan semua beban pikiran dengan membaca shalawat itu tanpa > = > henti; anda baru berhenti setelah terlelap tidur. Dengan membiasakan = > diri berbuat demikian, insya Allah anda tidak akan mimpi apapun > kecuali = > mimpi yang merupakan petunjuk Allah. > > > Apakah dengan memperhatikan hasrat-hasrat maka saya akan mampu > mengenali = > Muthmainnah tsb?=20 > > Tidak otomatis demikian, tetapi dengan mengenali hasrat-hasrat > tersebut = > anda dapat tahu bahwa jiwa muthmainnah pada diri anda pada saat itu = > sedang tak berdaya. Apapun yang anda putuskan pada saat itu, hendaknya > = > ditangguhkan sampai situasinya berubah dan anda membuat keputusan baru > = > dalam keadaan jiwa yang tenang. > > =20 > > > > d. Dalam kasus-kasus yang sangat penting dan mendesak, datangi=20 > > seorang ulama yang kita ketahui atau kita duga mampu membaca > > nafs-al-muthmainnah untuk minta 'dibacakan' atau sekedar=20 > > minta dikonfirmasikan. > > Yang ini lebih sulit lagi. Saya rada alergi untuk datang ke kyai-kyai > = > untuk urusan model beginian. Paling saya nanya mengenai masalah agama, > = > berupa tafsir, hadist, fiqh dll. Saya tidak pernah menyalahkan > tetangga = > atau teman yang suka melakukan hal itu, tetapi saya tidak mampu > melihat = > manfaatnya buat saya. Sekarang pak Sunarman menganjurkan saya datang > ke = > kyai untuk masalah model beginian. Tolong dijelaskan manfaatnya. > > Hehehe... saya juga alergi. Tetapi untuk urusan yang bukan merupakan = > urusan pribadi dan sangat penting, misalnya soal bagaimana kita harus > = > bersikap dalam kasus Banyuwangi, kasus Ambon, kasus Aceh, kasus > Timtim, = > dll, saya merasa perlu untuk check and recheck kepada mursyid.> > > Wassal=E2mu 'alaikum warahmatull=E2hi wabarak=E2tuh. > RS > > > ------ =_NextPart_000_01BE66E1.F6F245A0 > Content-Type: text/plain; charset= > > --------------------------------------------------------------------- > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): > [EMAIL PROTECTED] > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P) > > > > > ------ =_NextPart_000_01BE66E1.F6F245A0-- --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
