Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Saya jadi tertarik akan ayat-ayat dimana Allah mengatakan bahwa "Aku
akan menggantikan kalian dengan umat lain yang lebih baik". Saya cuman
mencoba ilmu gothak-gathuk ala QuraishShihab.
Ada 4 petunjuk Allah yang barangkali menjadi saling menerangkan satu
sama lainnya yaitu QS 5:54, QS 47:38 QS 2:153-155 dan hadist nabi
tentang 'Al-Wahn'.
QS 5:54 adalah ayat yang sering dikutip untuk menerangkan berita langit
seputar bencana di Indonesia. Ada beberapa titik yang saya perhatikan di
sini yaitu:
1. ditujukan kepada "alladhiina Aamanu" (bukan mukminun atau
al-mukminun)
2. mengatakan "man yartadna minkum an diinihi" (bila kalian berpaling
dari diin-Nya)
3. bila 'Alladhiina Aamanu' tersebut melakukan 'yartadna min diinillah'
maka akan digantikan dengan kaum lain.
QS 47:33-38 adalah sebagian ayat yang dikutip Bapak Ahmad Anis (QS
47:38) serta dikutip oleh pak Sunarman (QS 47:36) dalam postingnya
barusan. Dalam ayat ini sekali lagi Allah mengatakan kepada
1. "Ayyuhalladhiina Aamanu" QS 47:33
2. bahwa Allah akan menggantikan kalian dengan suatu kaum lain yang
lebih baik. QS 47:38
3. Perbedaannya dengan ayat di atas adalah diceritakan bahwa kaum ini
Kikir terhadap hartanya. Dan sekali lagi dikatakan bahwa dengan Kikir
terhadap hartanya ini maka sesungguhnya kalian telah berpaling.
Yang ketiga adalah hadist yang dikutip saudara Syam_MZ bahwa Rasulullah
bersabda
1. Suatu ketika umat islam itu akan dijarah oleh umat lainnya padahal
ketika itu jumlah umat islam banyak.
2. Bahwa pada saat itu Umat islam menderita Al-Wahn yaitu mencintai
dunia (dan melupakan akhirat).
Terakhir adalah keterangan dari Imam Ja'far Asshodiq (ulama tabiin)
ketika menerangkan QS 2:153-155. Dalam ayat ini Allah menceritakan:
1. Allah sekali lagi berfirman kepada 'Alldziina Aamanu' QS 2:153
2. Bahwa akan ada cobaan dari Allah berupa ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan QS 2:155
3. Bahwa setelah cobaan tersebut Allah akan memberikan berita gembira
bagi orang-orang yang sabar.
------------------
Just Resume
------------------
Pelajaran yang saya ambil adalah:
1. Suatu saat umat islam akan dijarah oleh umat yang lain padahal umat
islam saat itu banyak
2. Sebagian 'Alladhiina aamanu' pada saat itu kikir dan tidak mau
berkorban
3. Allah berfirman bahwa akan ada cobaan berupa ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan
4. Allah berfirman bahwa setelah itu akan datang berita gembira bagi
orang-orang yang sabar (saya kira inilah kaum inilah kaum yang akan
menggantikan kaum sebelumnya, kaum yang lebih baik dari kaum terdahulu
tsb). Akan dibangkitkan 'al-qaim' di tengah kaum yang Allah mencintai
mereka dan mereka mencintai Allah.
Ayat dan hadist tersebut saya kutipkan di bawah ini sbb:
"Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing
yang mengelilingi makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan
umat Islam yang sedikit? Rasullullah menjawab tidak, bahkan jumlah
kamu masa itu banyak sebagaimana buih di permukaan air. Allah mengikis
perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu dan Allah
mencampakkan dalam hati kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia
wahan itu ya Rasullullah. Jawab Rasullullah 'cintakan dunia dan
bencikan akhirat."
Hai orang-orang yang beriman, ta'atlah kepada Allah dan ta'atlah kepada
rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu" (QS. 47:33)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan
Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan kafir, maka sekali-kali Allah
tidak akan memberi ampun kepada mereka. (QS. 47:34)
Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan
Allah-(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi
(pahala) amal-amalmu. (QS. 47:35)
Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau.Dan jika
kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan
Dia tidak akan meminta seluruh harta-hartamu. (QS. 47:36)
Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu niscaya kamu akan
kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. (QS. 47:37)
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu)
pada jalan Allah.Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang
kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.Dan
Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang
membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti
(kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
(QS. 47:38)
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad
dari diin-Nya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut
terhadap orang-orang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan
orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap
yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui. (QS. 5:54)
Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.
2:153)
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan
Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
Penjelasan Imam Jafar AsShodiq tentang ayat QS 2: 155 tsb tentang apa
yang dimaksud dalam ayat tsb sebagai ketakutan, kelaparan, berkurangnya
uang, berkurangnya jiwa, berkurangnya bahan makanan tsb:
- Ketakutan adalah disebabkan dari Penguasa yang Zalim
- Kelaparan disebabkan karena harga yang membumbung
- Berkurangnya uang karena kesalahan dalam management perdagangan dan
tak adanya surplus
- Kurangnya makanan karena banjir
- Kurangnya manusia karena kematian yang tiba-tiba
Dan kemudian berita gembira bagi orang yang Sabar dalam ayat tersebut
adalah akan datangnya "Al-Qaim". Al-Qaim disini biasanya diartikan
sebagai bangkitnya Imam Mahdi.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>----------
>From: Imam Suhadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Friday, 5 March 1999 11:37
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Tasawuf] Berita Langit (was Jihad ! - Kerusuhan Ambon)
>
>Waalaikumussalam Wr. Wb
>
>Mas Ali dan rekan-rekan. Tidak banyak gunanya memaparkan lebih detail
>peristiwa tsb. Karena bagi sebagian orang hanya dikatakan bahwa itu musyrik,
>bahwa itu paranormal, bahwa itu berita dari Jin, dsb...
>
>Dan lagi, apabila kita sedikit mengerti konsepsi takdir secara benar...
>Bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk mengangkat rencana bencana ini,
>apabila umat Indonesia menyadari semua kejadian ini, kemudian bertaubat dan
>berserah diri padda Allah (Ingat kejadian Nabi Yunus A.S).
>
>Jadi dalam memahami berita langit tsb, seharusnya bagi kita ini mensikapinya
>sebagai warning...
>Untuk mempersiapkan diri kita kepada keimanan, dengan taubat dan berserah
>diri pada-Nya.
>
>Dan kalaulah kita mampu berserah diri (semoga Allah memberikan rahmat-Nya
>untuk saya dan kita semua), berita langit ini (baik senang maupun susah)
>harusnya disambut dengan gembira. Bagaikan anak lulus SMA, mendapat khabar
>bahwa Bulan Juni akan UMPTN... mereka bahagia, karena tentu setelah UMPTN
>akan jelaslah baginya bahwa ia akan naik kelas (masuk PT). Tapi memang hal
>itu dapat terjadi kalau si Anak SMA telah mempersiapkan untu Ujian. Kalau
>tidak siap, yang ada hanya perasaan takut tidak lulus saja...
>
>Sehingga semua ujian, baik menyenang ataupun menyusahkan, dirasakan sebagai
>sebuah kenikmatan.
>
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
>To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Friday, March 05, 1999 8:16 AM
>Subject: RE: [Tasawuf] Berita Langit (was Jihad ! - Kerusuhan Ambon)
>
>
>Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>Saya takut bila mendengar berita langit seperti ini. Untuk orang yang
>sudah tinggi tingkatannya maka 'sejumput pengetahuan' Allah yang
>dilimpahkan kepadanya atas kejadian di masa mendatang mungkin tidak
>membuat takut. Tetapi buat saya yang ndeso ini tentunya membuat takut
>bahwa bencana akan semakin mendaki hingga mencapai klimaksnya suatu
>ketika, padahal saya selalu berdoa (dan sudah berharap dikabulkan)
>cukuplah sudah bencana yang dialami bangsa Indonesia ini. Saya yang
>ndeso ini khawatir pada orangtua, anak, istri.
>
>Lha wong saya yang ndeso ini masih bingung pada konsep berserah diri
>secara benar yang dikatakan adalah mendengar tuntunan jiwa muthmainnah.
>Lha wong saya ndak pernah merasa mendengar tuntunan jiwa Muthmainnah.
>Lha wong saya ini cuman menuruti apa yang baik menurut bangun pikir
>saya.
>
>Barangkali lebih baik saya tidak mengetahui kejadian apapun di masa
>mendatang. Berita langit berupa banjir, penyakit, dan bencana tersebut
>buat orang seperti saya hanya membuat saya merasa tidak berdaya.
>Biarkan saya bergulat di masa kini untuk memperbaiki situasi di masa
>mendatang.
>
>Kalaupun saya dipaksa mengetahui berita langit tentang keadaan di masa
>mendatang maka mbok ya jangan sepotong-sepotong. Kalau saya harus tahu
>kejadian mendatang maka berikan gambaran utuh biar saya tidak lagi
>ragu-ragu melangkah. Karena dengan berita bencana yang sepotong
>sana-sini membuat saya ragu-ragu bahwa apapun yang saya lakukan saat ini
>berupa pengorbanan tenaga & harta hanyalah sia-sia, barangkali lebih
>baik saya menunda pengorbanan tersebut pada saat lain saja. Justru
>berita bencana hanyalah menunda saya dalam berbuat apapun.
>
>Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)