Bagian terakhir dari 10 serial tulisan sebelumnya.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...10/10

Topik  kesepuluh: Jalan yang lurus.... bukanlah jalan yang dimurkai
Allah dan bukan pula jalan yang disesatkanNya..........

Dalam  Surat  Al-Fatihah ayat 7 Allah telah memperingatkan  manusia
bahwa  ummat manusia itu senantiasa akan  menempuh tiga jalan  yang
dua  diantaranya tidak akan mengantarkan manusia itu  kepada  jalan
keselamatan.  Satu-satunya  jalan  yang  mengantarkan  kita  kepada
keselamatan  sebagaimana yang disisyaratkan  ayat  tersebut  adalah
"an'amta 'alaihim" atau jalan yang dianugerahkan nikmat oleh  Allah
padanya.  Sedangkankan dua jalan lagi yakni  "maghdu  'alaihim"....
jalan   yang  dimurkai  oleh  Allah  dan  "dhallin"....jalan   yang
disesatkan  oleh Allah, akan mengantarkan kita kejurang  kecelakaan
yang  mengecewakan.  Ketiga jalan tersebut juga  telah  dicontohkan
oleh  Allah kepada kaum-kaum terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW  ,
sebagai  perbandingan bagi kita  dalam hidup dan kehidupan beragama
ini. Dan ita agar senantiasa berusaha untuk menempuh jalan "an'amta
'alaihim"  itu  karena hanya jalan itulah yang   bisa  menyampaikan
kita  kepada Allah sekaligus hanya pada jalan itulah Allah menjamin
dan menjanjikan  keselamatan bagi kita.

Jalan  yang  dianugerahkan  nikmat oleh Allah  itu  disebut  dengan
"jalan yang lurus....."ihdinasiratal mustaqiim"  yang terdapat pada
ayat  6  surat  yang sama. Untuk menempuh dan memilih  "jalan  yang
lurus" itu bukanlah suatu hal yang mudah dan gampang bagi kita. Dan
itu juga dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang lain. Kita  tidak
bisa  berusaha  sendiri kearah sana dan kita senantisa  membutuhkan
pertolongan  Allah  untuk itu. Kendatipun Allah  telah  menunjukkan
kepada  kita   jalan yang lurus itu , kita masih tetap  membutuhkan
Allah  untuk memberikan kekuatan bagi kita untuk melangkahkan  kaki
kearah  sana.  Dalam mengayunkan langkah dijalan  yang  lurus  itu,
Allah masih  kita  harapkan lagi untuk memberikan pertolongan  bagi
kita agar  Dia menyampaikan kita ketujuan yang ditentukanNya  yakni
"an'amta 'alaihim" yaitu jalan yang dianugerahkan nikmat oleh Allah
kepada  mereka......yang merupakan satu-satunya  jalan  keselamatan
itu.

Sebagaimana  dijelaskan  dalam  tulisan  sebelumnya  bahwa   selain
"an'amta  'alaihim" dua jalan yang lain 'maghdu 'alaihim" ....jalan
yang  dimurkai  oleh  Allah dan "dhallin" ....jalan  yang  sesat  ,
kedua-duanya  akan  mengantarkan kita ketempat yang celaka.  Ketiga
jalan  tersebut  telah  ditempuh juga  oleh  orang-orang  terdahulu
dikalangan  Yahudi  yang dalam hal ini sangat  banyak  dibincangkan
dalam  Al-Qur'an.  Dan orang Yahudi telah begitu banyak  dikisahkan
dalam Al-Qura'an sebagai contoh dan perbandingan bagi Umat Muhammad
SAW  dibelakang  sepeninggal  beliau. Dan  merekapun  telah  sampai
ketujuanmasing-masing dari jalan apa yang telah mereka  tempuh  dan
mereka pun  telah mendahului kita dan juga  telah memetik buah dari
apa yang mereka usahakan.

Orang-orang  Bani  Israel adalah kaum yang  dimuliakan  oleh  Allah
melebihi  bangsa yang lain semasanya. Dan itu juga dibenarkan  oleh
Al-Qur'an  dan  Bibel yang mengisahkan tentang mereka.  Dan  mereka
sebenarnya telah begitu banyak memperoleh nikmat dari Allah  tetapi
sayang sekali diantara mereka sedikit sekali yang mensyukuri nikmat
itu  dan   berterima  kasih kepada Allah.  Sepeninggal  Nabi  Yakub
puteranya  Nabi Ishak yang juga merupakan putera Nabi Ibrahim  itu,
banyak  sekali diantara mereka yang dibangkitkan oleh Allah menjadi
itu  dibangkitkan  nabi-nabi dan raja-raja, lebih banyak  kelihatan
muncul  dikalangan keturunan Yakub yang digelari Israel  itu.  Akan
tetapi,  kendatipun   banyak Nabi-Nabi  yang  diutus  Allah  kepada
mereka, namun  sedikit sekali diantara mereka yang mau menerima dan
mengimani  Nabi-Nabi  itu  dan  sebahagian  besar  diantara  mereka
menolak  nikmat kenabian yang diberikan kepada mereka . Orang-orang
Yahudi atau Bani Israel itu bukan hanya sekedar menolak saja tetapi
mereka   telah   bertindak  lebih  jauh   lagi   dengan   melakukan
penganiayaan yang besar terhadap Utusan-Utusan Allah tersebut.

Orang-orang  Yahudi  itu telah berkali-kali dimurkai  dan  mendapat
azab  oleh  Allah dikarenakan mengingkari nikmat dan  pembangkangan
tersebut,  tetapi  mereka  tidak jera dan  kapok  serta   menyadari
kekeliruan  mereka  itu. Bahkan sampai kepada  nabi  yang  terakhir
diutus   kepada  merekapun,  yakni  Isa  al  Masih   mereka   masih
menunjukkan  sikap yang tidak berubah, dan tetap menolak  kehadiran
Nabi  itu.  Orang-orang  Yahudi  dengan  dibantu  oleh  Ulama-Ulama
Taurat yang mengaku pemegang Kitab Musa itu, berusaha sekuat tenaga
mereka   menyeret  Isa  al  Masih  untuk  menyeret  Isa  al   Masih
kepersidangan  Pontius Pilatus Gubernur Romawi  ketika  itu  dengan
tujuan  membunuh dan menyalib Rasul Allah itu . Mereka inilah  yang
telah  dijadikan   contoh dan perumpamaan oleh Allah  sebagai  kaum
yang  telah  dimurkai karena menolak  dan tidak  mensyukuri  nikmat
yang telah diberikan kepada mereka. Nikmat yang mereka tolak adalah
nikmat kenabian sehingga mereka disebut oleh Al-Fatihah dengan kaum
yang dimurkai atau "maghdu 'alaihim"......

Isa al Masih yang disebut Yesus oleh orang-orang Yahudi  itu adalah
Nabi  yang  terakhir diantara rentetan Nabi-Nabi yang diutus  Allah
kepada  Bani Israil. Nabi-Nabi sebelum Isa al Masih masih  diyakini
sebagai keturunan dari Yakub (Israel) karena mereka masih mempunyai
kedua orang ibu bapa yang berasal dari keturunan Israel. Tetapi Isa
al  Masih  kita kenal  hanya ibunya saja yang berasal  dari  Yahudi
sedangkan  beliau sama sekali tidak mempunyai bapak. Ini sebenarnya
adalah  pertanda dari Allah bahwa nikmat kenabian itu bakal ditarik
dari  mereka.  Allah mengiisyaratkan bahwa tidak ada  lagi  seorang
laki-laki  Bani Isarel yang layak untuk menjadi bapak seorang  Nabi
sehingga  separoh  dari nikmat itu telah dipindahkan  dari  mereka.
Sebuah  pertanda   lain  lagi  bahwa apabila  mereka  menolak  juga
kedatangan  Isa  al  Masih  ini  maka  nikmat  kenabian  itu   akan
dipindahkan  dari  mereka. Dan kepada mereka tida akan  didatangkan
lagi  seorang Nabi pun kecuali seorang Nabi yang  bapak dan  ibunya
bukan  lagi dari kalangan keturunan Israel. Dan ini juga  merupakan
sebuah  bukti  yang  kuat   bahwa  Nabi  Muhammad  SAW  yang  bukan
keturunan  Yahudi  juga didatangkan untuk mereka sebagai  realisasi
dari rencana Allah sebelumnya.

Dikalangan orang-orang Yahudi ada juga yang menerima kehadiran Nabi
terakhir  Bani Israel itu yakni orang-orang Nasrani yang kita kenal
belakangan  dengan orang-orang Kristen. Mereka juga  mencela  sikap
orang-orang-orang  Bani  Israel yang lain  ,  terutama  Ulama-Ulama
Taurat yang memperlakukan Isa al Masih sebagai Nabi Palsu dan orang
yang   mengada-ngadakan  kedustaan  terhadap  Allah  sehingga  atas
prakarsa  merekalah  Isa  al  Masih digantung  diatas  salib  untuk
membuktikan kepalsuannya. Tetapi sayang sekali orang-orang  Kristen
juga  mempercayai  bahwa  Isa al Masih  mengalami  kematian  akibat
penyaliban yang dilakukan orang-orang Yahudi itu. Kematian  Isa  al
Masih ditiang salib mereka jadikan pula sebagai doktrin pokok dalam
keimanan mereka.

Sampai jumpa pada tulisan lain berikutnya..........


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke