[4/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
            
Topik keempat : Seputar penyaliban Nabi Isa ....lanjutan 2.

Didalam posting terdahulu telah kita jelaskan betapa pertentangan  yang
tajam  antara  MAINSTREAM ISLAM dan SEMPALAN ISLAM ini  dalam  memahami
siapa  sesungguhnya yang disalib dan bagaimana akhirnya dari penyaliban
itu.  Bertitik tolak dari QS: An-Nisaa 158 yang dikemukakan  sebelumnya
marilah kita telusuri lagi peristiwa penyaliban itu.  Berikut ini  kami
cantumkan kembali ayat-ayat tsb.

Artinya:   "Dan  karena  kekafiran mereka (terhadap  Isa)  dan  tuduhan
mereka  terhadap  Maryam dengan kedustaan besar (zina)      dan  karena
ucapan  mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera
Maryam  ,  Rasul  Allah,  pada  hal mereka  tidak  membunuhnya  (....ma
qataluhu)  , dan tidak pula menyalibnya (....wama shalabuhu  ),  tetapi
diserupakan  bagi  mereka  (.... walakin syubiha  lahum).  Sesungguhnya
orang-orang  yang  berselisih paham tentang tentang  (pembunuhan)  Isa,
benar-benar  dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. ........dst......
sampai  ujung ayat     tetapi (yang sebenarnya) Allah telah  mengangkat
Isa  kepada-Nya (...arrafa'ahu ) . Dan adalah Allah Maha  Perkasa  lagi
Maha Bijaksana........... (QS: An-Nisaa ayat 156, 157 dan 158).

Ada  tiga buah kata yang terdapat dalam ayat diatas yang perlu mendapat
pembahasan sehubungan dengan penyaliban Isa ini.

1.   Ma salabuhu (juga tidak meyalibnya). Akar kata "salaba" berarti ia
membakar  suatu  barang,  memeras sumsum (dari  tulang),  ia  mematikan
seseorang  dengan cara yang sudah diketahui betul. Dalam hal  ini  yang
diengkari  bukan  hanya  memakukan seseorang pada  salib,  tetapi  juga
pelaksanaan hukuman yang lengkap termasuk mematahkan tulang-tulang  dan
kematian.

2.  Syubbiha  lahum  (ia dibuat kelihatan serupa  dengan  seorang  yang
disalib  bagi  mereka  .... jadi disini penyaliban yang  diserupakan...
bukan  orang  lain  yang  diserupakan bagi  mereka).  Syabbaha  berarti
berarti  :  ia  membuat (-nya atau itu) serupa dengan  (ia  atau  itu).
Syubbiha  'alaihil  amr..berarti  hal  itu  dibuat  samar,  kabur   dan
meragukan baginya. (Lane dan Aqrab).

Alasan  yang  terutama  ialah bahwa selain Isa  tidak  ada  orang  yang
disebutkan  (disini atau ditempat lain) dan bentuk  pasif  hanya  hanya
digunakan  bila konteks sudah nyata sekali, siapa yang yang dimaksudkan
sebagai subyek yang tidak disebutkan.

3.  Mengenai perkataan raf' kita jumpai arti berikut ini dalam kamus  :
rafa'a berarti : ia mengangkat atau menaikkan (barang ataiu orang),  ia
mengangkat  (seseorang) dalm martabat,  kehormatan  ,  kedudujkan  atau
kemuliaan (Aqrab &Mufradat fil Gharib al Qur'an oleh Ar-Raghib).

Perbedaan  pokok  dini  adalah  dalam  memahami  kata  syubbiha   lahum
ini....diserupakan bagi mereka... Apa yang diserupakan atau  disamarkan
bagi mereka?

Menurut  pemahaman MAINSTREAM ISLAM yang diserupakan adalah orang  lain
yakni  Yudas yang dibuat wajahnya serupa dengan Isa. Yudas lalu  mereka
salib  dan mereka yakin mati diatas salib sedangkan Isa yang dalam  hal
ini  wajahnya tidak diapa-apakan diangkat kepada-Nya (... kelangit atau
kepada  Allah  yang  tidak  perlu  bagi  mereka  untuk  dibahas   lebih
lanjut...).  Jadi  yang mereka samakan justru orang  lain  dengan  Isa.
Sedangkan orang lain itu tidak disinggung-singgung pada ayat  ini  baik
sebagai  subjek ataupun sebagai objek yang dibicarakan dalam  ayat-ayat
ini.  Jadi  disinilah letaknya yang mengherankan itu. Yang  dibicarakan
adalah  syubbiha  lahum  ... subjek yang disamakan bagi  mereka,  bukan
orang  lain yang disamakan dengan subjek yang dalam hal ini adalah  Isa
sendiri. Begitulah pemahaman mereka mengenai ayat-ayat ini.

Bagaimana pula dengan pemahaman kelompok SEMPALAN INI?
Siapa  yang  dimaksud dengan "syubbiha lahum" disini? Dan inilah  jawab
mereka.  Tentu saja terpulang kepada kepada subjek dari ayat ini  yaitu
penyaliban  atau  orang yang disalib. Jadi yang disamarkan  itu  adalah
orang  yang  disalib itu, bukan orang lain (Yudas....) yang diserupakan
dengan Isa kemudian disalib. Jadi pemahaman orang lain yang diserupakan
dengan Isa adalah lari dari subjek yang dibicarakan karena subjek  yang
dibicarakan  pada ayat ini adalah Isa. Jadi kita harus  memahami  bahwa
yang  dikemukakan  oleh  SEMPALAN ISLAM ini memang  lebih  tepat  untuk
dipahamkan  sebagai ISA YANG DISALIB ITU YANG DISERUPAKAN. Apanya  yang
disamarkan  bagi  mereka?  Tentu  saja  orang  yang  disalib  itu  yang
disamarkan.  Mereka melihat orang yang disalib itu (yakni  Isa)  serupa
mati  diatas  salib....  pada  hal tidak  mati...  hanya  seperti  mati
disalib.  Jadi  ketika  ia diturunkan dari salib  tidaklah  mati  hanya
serupa orang mati saja.

                          

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke