rizal wrote: > Tujuan hidup kita yang saya tangkap adalah "mencari keridhaan Allah", cara > untuk mencapai hal tersebut secara sederhara adalah dengan mengamalkan > segala perintah Allah dan Rasul serta meninggalkan segala larangannya. > > Yang menjadi pertanyaan saya adalah "bagaimana cara kita bisa Istiqomah > dalam mencapai ridha Allah di dalam kondisi zaman yang seperti sekarang > ini". Zaman yang begitu banyak godaan dan begitu banyak perbuatan tercela > yang dianggap hal biasa. > > Terlalu sering saya mencoba untuk ke-arah kebenaran dan sesering itu pula > saya tergelircir kembali ke-arah ketidakbenaran. Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. Anda termasuk orang yang jujur. Semua orang yang berusaha berjalan di jalur yang lurus selalu mengalami cobaan. Makin besar usahanya, makin besar pula godaannya. Selama kita masih disebut manusia, selama itu pula kita tidak akan terlepas dari perbuatan dosa. Pada hakekatnya, manusia merupakan ajang pertempuran antara malaikat dan syaitan. Yang pertama membujuk kita agar berjalan lurus [jalan yang diridhai Allah], dan yang kedua membujuk kita agar menyimpang dari jalan itu dengan mengikuti dorongan hawa nafsu duniawi. Pertempuran itu tidak akan pernah berakhir sampai akhir zaman (baca QS 7:14-17). Kemenangan dan kekalahan terjadi silih berganti, tidak ada yang selalu menang atau selalu kalah. Kalau malaikat selalu menang pada dirinya, ia bukan lagi manusia. Pada umumnya, orang sudah disebut cukup baik bila mampu menjaga keseimbangan antara dua kekuatan yang saling berlawanan itu. Sekali-sekali mengikuti hawa nafsu, tetapi dalam batas-batas yang wajar, tidak sampai mengarah ke hal-hal yang negatif. Inilah yang disebut 'golongan pertengahan' (QS 5:66, 35:32). Namun ada pula gologan manusia yang saking takutnya menyimpang, mereka meninggalkan semua hasrat dan kenikmatan duniawi. Mereka ini orang ekstrim tetapi bukan berarti buruk. Kondisi sekarang memang menjadikan kita semakin sulit untuk istiqomah. Tatanan kehidupan sudah kacau balau, menyulitkan kita untuk bersikap dan bisa-bisa menimbulkan tekanan jiwa. Banyak sekali jalan keluar yang palsu, bagaikan minum air laut ketika kita haus. Jalan keluar yang terbaik adalah mendekat kepada Allah. Sangat baik kalau anda berkesempatan mengikuti salah satu aliran tariqat yang ada di lingkungan anda. Mursyid akan membantu anda menunjukkan jalan yang paling sesuai bagi anda pribadi. Anda juga akan diberi 'alat bantu' yang selalu memberi 'warning' ketika anda [akan] berbuat kekeliruan; namun bagaimana anda mampu mengalahkan syaitan, itu tergantung anda sendiri. Kalaupun tidak, sekurang-kurangnya anda dapat meningkatkan kualitas ibadah ritual, tidak hanya terbatas pada yang wajib-wajib saja. Misalnya, lakukan puasa Senin-Kamis dan/atau shalat malam dengan teratur. Selain itu, tingkatkan kualitas shalat anda sehingga benar-benar khusyu'. Insya Allah, kalau hal ini anda jadikan kebiasaan, syaitan yang bersarang di dalam diri anda akan lebih sering kalah dari malaikat. Kiranya resep ini tidak terlalu sulit bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin istiqomah di zaman ini. Bagaimana kaitan ibadah ini dengan kekalahan syaitan, hal ini di luar kemampuan saya untuk menjelaskannya di forum ini. Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. RS --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
