[rizal wrote]:
>Yang menjadi pertanyaan saya adalah "bagaimana cara kita bisa Istiqomah
>dalam mencapai ridha Allah di dalam kondisi zaman yang seperti sekarang
>ini". Zaman yang begitu banyak godaan dan begitu banyak perbuatan tercela
>yang dianggap hal biasa.
>Terlalu sering saya mencoba untuk ke-arah kebenaran dan sesering itu pula
>saya tergelircir kembali ke-arah ketidakbenaran.
Istiqomah.... oh... Istiqomah......
Begitu sempurna Tuhan mengukir wajahmu..
Melati yang mekar di hatimu....
Wanginya merasuk keseluruh pembuluh darahmu....
Begitu harum keringatmu wahai Istiqomah.....
Segala tingkahmu seharum melati hatimu.....
Hujan dan badai tak mampu menepis asamu...
Hingga akhir hayatmu....
Engkaulah Istiqomah sejati....
Engkaulah Sang Khusnul Chotimah.....
(Check...chk...chk... berpantun ni ye...)
Pantun cengeng spontanitas di atas timbul, karena judul tulisan mas Rizal
tentang Istiqomah, membuat angan-angan saya jadi sentimentil dan romantis,
juga karena 'istiqomah' itu banyak dipakai sebagai nama seorang wanita.
Gambaran saya tentang si Istiqomah itu sepertinya seorang wanita yang
cantik wajahnya, aklaknya mulia, pakaiannya selalu bersih,rapi sempurna
menutupi auratnya.
Sesaat kemudian pikiran saya melambung... istiqomah ibarat pakaian!
Dia adalah pakaian yang menghangatkan disaat kedinginan,
Dia menyejukkan di saat kepanasan,
Dia memeberikan keagungan dalam kesederhanaan,
Dia memberikan ke-anggunan tanpa kesan kesombongan,
Dia menampakkan kesahajaan diantara kemewahan,
Dia menampilkan sosok berkepribadian dan keteguhan.....
Dia...perkasa...sabar...rendah hati...tawakal.... dia.....
dia....dia....
Istiqomah itu adalah perjuangan.
Istiqomah si cantik jelita yang asli itu mempunyai suatu pertanda khusus
(versi wargino), yaitu "Khusnul Chotimah". Jadi yang namanya Khusnul
Chotimah
pasti dia-lah si istiqomah.
Kalau istiqomah itu suatu perjuangan, tentu ada sasaran, system pertahanan
dan strategi perjuangan.
SASARAN
=======
Sasaran itu tidak mesti harus yang paling ideal (menurut saya sih). Tapi
sesuatu yang membakar jiwa (the burning desire). Karena inilah yang akan
mengobarkan api semangat untuk berjuang tanpa kamus surrender.
Kalau sasaran itu ikut-ikutan orang lain (misalnya 'mencari ridlo Allah')
sasaran itu baik tapi kalau itu bukan yang membakar semangat kita, pada
akhirnya kita akan loyo... dan jatuh tersungkur. Lalu ketemu si nona jelek
"Su'ul Chotimah" keponakannya si Abdul Munafiq. Makanya nggak usah ikut-
ikutan pakai target orang lain kalau itu hanya membohongi diri sendiri.
SYSTEM PERTAHANAN
=================
Namanya orang berjuang ya sudah pasti banyak halang-rintangnya. Capek,
putus asa, dan berbagai ilusi itu akan menjadi musuh dalam selimut.
Yang bisa membantu proteksi diri dari hal tersebut, antara lain selalu
mengingat sasaran yang membakar tersebut. Agar api itu menyala lagi.
Yang KEDUA adalah kita senantiasa bersandar kepada sandaran Yang Maha Kokoh
tidak lain Allah Al 'Aziz (Q.S 2:107; 3:150; 4:45; 7:200; 9:116 dsb..)
Jangan pernah membiarkan kesangsian akan perlindungan Allah. Inilah yang
merusak system pertahanan sendiri.
Yang KETIGA, sadari bahwa kita tidak sendiri dalam berjuang.
Ribuan bahkan jutaan manusia sama-sama berjuang. Bahkan semua makluk hudup
harus tetap berjuang untuk memperthankan existensinya.
Orang sering bilang pohon itu semakin tinggi semakin kuat juga anginnya.
Kalau kita hanya ingin seperti rumput yang tak pernah merasakan kuatnya
terpaan angin, ya hanya bakal jadi makanan ternak, dikencingi ternak,
diinjak-injak, kalau ada air mati, datang air hidup lagi, kering mati lagi
datang hujan hidup lagi dst....
Kalau kita menginginkan iman kita hidup-mati seperti rumput itu, saya pikir
tidak perlu berjuang mati-matian.
Lain halnya pohon Jati, pohonya tinggi, siap berjuang melawan ganasnya
angin.
Di musim kering dia menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan, namun
akar tunjangnya menghujam kedasar bumi untuk mencari air kehidupan. Tetap
hidup dalam segala cuaca. Kayunya menjadi primadona karena bagus, kuat dan
memiliki ketahanan terhadap cuaca yang luar biasa...
Yang KEEMPAT, setiap perjuangan pasti ada hasil. Ingat ini!
STRATEGI PERJUANGAN
===================
"Do what you need, don't do what you want"
Seringnya kita terjerumus kejurang kegelapan itu kebanyakan karena kita
suka melakukan apa yang INGIN kita lakukan, tapi tidak melakukan apa yang
PERLU kita lakukan.
Lakukan yang PERLU sekalipun tidak INGIN.
Jangan lakukan jika tidak PERLU sekalipun INGIN.
Tentu timbul pertanyaan, kalau referensinya hanya PERLU dan INGIN, tentu
akan jadi subyektif?
Harapan saya tidak demikian. Kita sudah mempunyai hukum-hukum syariah yang
baku. Yang saya maksud PERLU disini bilamana syariah menyuruhnya.
Janji Allah sudah pasti kebenarannya. Mari kita renungkan firman Allah
dalam surat An-Nisa':175 di bawah ini :
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh
kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam
rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan
menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya".
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)