Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Tulisan berikut rasanya sudah pernah dimunculkan di milis, tetapi
dalam bahasa Inggris. Kali ini, meskipun belepotan, saya tampilkan
dalam bahasa Indonesia. Mudah-mudahan dapat membuka cakrawala baru
bagi rekan-rekan yang masih berdiri di luar tasawuf.
Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
------
Seringkali kita mendengar istilah mistik atau ilmu tasawuf. Bukan
tak beralasan mengapa di sini dipergunakan kata "ilmu". Penggunaan
istilah Ilmu Tasawuf dimaksudkan untuk memberi kesan sebagai
berikut:
(a)
Ilmu pengetahuan, apapun jenisnya, mistik atau bukan, semuanya
berakar dari pengalaman empirical. Namun, salah satu perbedaan utama
antara sains and ilmu tasawuf adalah, ilmu tasawuf mengeksplorasi
secara ketat pengalaman-pengalaman yang datang dari sumber di luar
panca indera.
(b)
Penggunaan instrumen-instrumen berperan penting dalam proses-proses
ilmu pengetahuan. Dalam sains, instrumen-instrumen (misalnya
mikroskop, teleskop, akselerator partikel, oscilloscope, gas
chromatography, seismograf, dll) berkaitan dengan pengalaman panca
indera yang kita gunakan.
Dalam Ilmu Tasawuf, manusia mempunyai berbagai instrumen internal
(pikiran, hati, sirr, ruh, dll) yang memungkinkan seseorang, atas
izin Allah, untuk mengakses pengalaman akan realita di luar
jangkauan panca indera. Namun instrumen-instrumen internal ini,
sebagaimana instrumentasi yang lain, harus dikalibrasikan dengan
baik agar memberi hasil yang dapat dipercaya. Proses kalibrasi ini
dilakukan di bawah bimbingan seorang guru spiritual [mursyid].
(c)
Semua bentuk of ilmu pengetahuan berlandaskan pada metodologi
rekursif untuk membantu para pencari kebenaran dalam memperoleh
perkiraan yang makin dekat dengan berbagai aspek fenomena kenyataan
yang dipelajarinya. Metodologi rekursif adalah rangkaian
langkah-langkah yang diulang-ulang sedemikian rupa hingga hasil dari
tiap pengulangan dipelajari sebagai umpan balik. Dengan demikian
langkah eksperimen berikutnya ditentukan oleh hasil yang telah
dicapai sebelumnya. Tujuan dari aspek rekursif dalam proses ilmiah
ini adalah agar urutan pengulangan-pengulangan makin menyempit ke
arah penemuan dalam dimensi kebenaran yang makin dalam mengenai
obyek yang dipelajari.
Dalam Ilmu Tasawuf, proses dalam metodologi rekursif memainkan peran
yang fundamental. Pencari kebenaran, di bawah bimbingan guru
spiritualnya, mengulang-ulang siklus langkah-langkah metodologis
yang selalu disesuaikan dengan hasil yang diperoleh dari langkah
sebelumnya. Rekursi atau pengulangan yang demikian, dengan variasi
tertentu, insya Allah akan mengantarkan pencari kebenaran ke arah
pemahaman yang lebih mendalam dalam dimension realita lain.
(d)
Terdapat beberapa aspek dalam ilmu pengetahuan fisik yang
memanfaatkan kaidah "bersembunyi" yaitu cara mempelajari fenomena
yang tidak mempengaruhi, mengubah atau merusak obyek yang
dipelajari. Namun, kebanyakan metode yang diterapkan sains, dalam
derajat yang berbeda-beda, selalu mempengaeruhi atau mengubah
proses-proses dan struktur realita yang dipelajari.
Dalam Ilmu Tasawuf, penekanan dilakukan dalam mengupayakan penerapan
metode "bersembunyi" dalam proses pencarian. Untuk itu pencari harus
melakukan pekerjaan berat untuk melenyapkan semua penyebab distorsi,
bias, praduga, pra-anggapan, dll. dari proses pencarian.
Memang, kondisi spiritual pengetahuan adalah cara untuk mengetahui
suatu realita yang tidak ditengahi oleh konsep, emosi, keyakinan,
perkiraan, perasaan, atau bahasa. Dengan demikian, dalam satu sisi,
pengetahuan adalah suatu contoh dari kaidah 'tersembunyi' (lebih
bersifat kualitatif dari pada kuantitatif) yang tidak memasukkan
'benda asing' ke dalam suatu realita. Seseorang mengalami suatu
realita dalam bentuk manifestasi (menyatu dengan obyek) dan bukan
dalam keadaan terpisah dari obyek.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)