Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. Dalam latihan-latihan terdahulu, kita melatih pikiran untuk membayangkan benda-benda di luar tubuh kita. Kali ini, selain melanjutkan latihan serupa, kita mulai belajar membayangkan diri kita sendiri. Jadi ada dua macam latihan. Setiap saat kita hanya melakukan satu jenis latihan. Karena latihan ini dilakukan beberapa kali dalam sehari sebelum atau sesudah shalat, kita dapat membagi sendiri menurut apa yang kita rasakan terbaik. Misalnya sebelum shalat subuh kita melakukan Latihan A, dan setelah shalat maghrib Latihan B. Latihan ini untuk kita lakukan selama 2 minggu berturut-turut. Karena itu, minggu depan tidak anda latihan baru. LATIHAN KELIMA Latihan A: 1. Lakukan latihan ini setelah atau sebelum shalat sebagai suatu kebiasaan yang teratur, sambil duduk di atas sajadah. 2. Gunakan alat bantu berupa jam dinding atau jam weker elektronik (alarm clock) dan tempatkan di depan anda agak jauh hingga anda kurang jelas mendengar suara detaknya. 3. Amati benda itu, kali ini bukan saja bentuknya, tetapi juga gerakan jarum detiknya. Kemudian pusatkan perhatian pada gerakan jarum. Pejamkan mata dan lihatlah gerakan jarum itu dengan mata tertutup. Setelah jangka waktu kira-kira 1-8 menit, buka mata dan cocokkan posisi jam di belakang mata tertutup tadi dengan posisi jam di depan anda. Ulangi latihan ini hingga kedua jam itu mendekati persamaan, tiap kali dengan manin memperpanjang jarak waktu 1-8 menit di atas; artinya mula-mula gunakan 1 menit, kemudian secara progresif kita tingkatkan menurut kemampuan kita masing-masing. Latihan B: 1. Lakukan latihan ini setelah atau sebelum shalat sebagai suatu kebiasaan yang teratur, sambil duduk di atas sajadah. 2. Pejamkan mata. Bayangkan perwujudan diri kita sedang duduk pada posisi sekarang, seolah-olah kita mempunyai 'mata' yang sekarang berada di luar tubuh kita. Tentunya kita sudah sering melihat bentuk bagian-bagian tubuh kita melalui cermin atau melihat langsung. Ingatan itulah yang kita pergunakan untuk membentuk citra dalam keadaan mata tertutup. Sekiranya dapat membantu, boleh saja sekali-sekali kita membuka mata untuk melihat bagian tubuh yang sulit kita bayangkan. Sasaran kita adalah menghasilkan citra yang jelas dan dapat bertahan beberapa menit tanpa diselingi bayangan lain. Latihan B ini insya Allah akan kita kembangkan pada latihan-latihan mendatang untuk membantu mencapai kekhusyukan shalat kita. Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. RS --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
