Alhamdulillah,
Saya mengamati diskusi tentang Mirza Ghulam Ahmad di mailing list ini.
Saya melihat ada dua kubu yang saling"bertentangan", yang satu mencoba
membenarkan bahwa MGA seorang Nabi dan al-Mahdi dan yang lain mengatakan
ia bukan Nabi, melainkan seorang pendusta di kalangan ummat Islam. Mana
yang benar?
Sulit buat kita, kalau kita berfikir apriori, untuk mengatakan yang
pertama benar dan yang kedua benar. Bahkan "rasa pedas" pun bisa dikatakan
asin kalau yang mengatakannya ingin mengajak orang lain mencoba rujaknya
yang sesungguhnya pedas. Saya pun mungkin cenderung apriori. Wallahu
A'lam.
Memang benar bahwa agama Islam bukan agama spekulatif. Islam ditegakkan
atas dasar aqidah dan syariat yang bersumber pada wahyu Allah. Jika apapun
itu namanya, mengaku dirinya bagian dari Islam, tetapi bertentangan dengan
ketentuan Allah maka yang demikian itu bukan Islam.
Seseorang di mailing list ini berkata :
- Bahwa bukti kebenaran MGA adalah bahwa Allah memberikannya umur panjang.
Sungguh lucu untuk mengatakan MGA berumur panjang, panjang itu relatif
terhadap siapa. Musailamah al-Kadzab, yang mengaku Nabi, umurnya lebih
panjang dari Nabi SAW. Beranikah Anda mengatakan bahwa al-Kadzab membawa
risalah yang benar?
- Lagi ia berkata, bahwa MGA pernah berkata tidak ada seorang pun yang
akan melawan hujjah-hujjahnya, dan ini terbukti. Benarkah? Tahun 40-50an
A. Hassan melakukan serangan terhadap pimpinan Ahmadiyyah di Indonesia
dan diajak Mubahalah. Tahun 60-70 seorang ulama Tasikmalaya Aminullah,
yang juga murid A. Hassan, melakukan serangan pula terhadap Ahmadiyyah.
Sekali lagi bukti yang anda sampaikan ternyata tidak akurat.
Dan jangan pula menyempitkan makna "menyerang" itu sebagai serangan
terbuka, bahwa makna itu bisa luas sekali. Misalnya, serangan dengan
buku-buku, dakwah, dan penolakan. Puluhan buku yang menyerang Ahmadiyyah
telah dibuat, puluhan organisasi Islam menolak mengakui Ahmadiyyah
sebagai bagian dari Islam.
- Lalu ia mengatakan : bahwa janji MGA lainnya yaitu bahwa ajarannya akan
tersebar ke seluruh pelosok dunia. Sungguh, begitu banyak ajaran agama
(baru) yang dapat mencapai setiap ujung dunia. Allah berkehendak atas
segala sesuatu, man yahdillah fa la mudhillalhu wa man yudhlil fa la
hadiyalahu. Saya tanya : Jamaah mana yang besar pengikutnya diantara dua
ini, Ahmadiyyah atau Protestant? Protestant adalah agama baru. Saya
tanya di Irja ada Ahmadiyyah atau tidak? Di Kutub Utara ada jemaah
Ahmadiyyah atau tidak? Di Mekkah ada jamaah ahmadiyyah atau tidak?
Terlalu sempit untuk mengatakan bahwa karena Jamaah Ahmadiyyah memiliki
kekhalifahan di London itu sudah membuktikan kebeneran janjinya dn janji
Allah. Setiap orang bisa merasakan suatu pengalaman batin dan secara
apriori bisa mengatakan inilah yang benar. Sama seperti seorang maling
yang sangat menikmati setiap ia berhasil menggasak barang orang lain.
Banyak hadits yang menerangkan tentang khataman-anbiya, misalnya:
- Aku diutus Allah untuk menyebarkan wahyuNya ke seluruh dunia. Dan garis
kenabian berakhir padaku (Muslim)
- ..."Aku Muhammad, Nabi yang ummi" dan diulangnya kalimat itu tiga kali.
Dan berkata :"Tidak akan ada Nabi setelahku" (Ahmad)
Dan seterusnya. Mungkin kita bisa berkilah, MGA itu mengaku dirinya sebagi
Nabi Isa, dan Nabi Isa itu datang sebelum Nabi, SAW, jadi MGA bukan nabi
baru. Ada banyak riwayat yang menerangkan tentang kedatangan al-Masih.
Beberapa diantaranya diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Tapi tahukah anda apa yang terjadi bagi ummat Islam yang mentaatinya
disaat kedatangannya. Kemenangan besar!! Yahudi dan Nashrani dikalahkan
dimanapun mereka bersembunyi. ( Dalam satu riwayat disebutkan bahkan
batu-batu tempat mereka bersembunyi pun mengatakan tempat
persembunyiaannya ). Babi-babi dan minuman keras dibersihkan.
Sudahkan hal-hal seperti ini terjadi selama kedatangan MGA? Sungguh
malang!! Nabi yang satu ini bukan saja tidak pernah menaklukan Yahudi
dan Nashrani tetapi malah bersekongkol dengan Inggris di Pakistan.
Bahkan sekarang kekhalifahannya pun di London. Disana (Inggris) babi dan
arak diperjualbelikan secara bebas.
Saya menyimpulkan:
1. Jika ia mengaku nabi, maka sesungguhnya ia seorang pendusta karena
tidak ada nabi setelah Nabi, SAW, apapun bentuk kenabiannya. Jika ada yang
mengakui kenabiannya maka sesungguhnya ia telah keluar dari Islam, dan
wajib diperangi sebagaimana Abu Bakar memerangi al-Kadzab.
2. Jika ia mengaku sebagai Nabi Isa, maka sesungguhnya ia pun seorang
pendusta, karena sesungguhnya selama kedatangannya apa yang Rasul, SAW
terangkan perihal kedatangannya tidak pernah tercapai.
Perihal rujak, ada suatu hal semestinya diingat. Jika rujak itu adalah
Islam dan rasanya pedas waktu disampaikan oleh Nabi, karena dibuat dengan
cabe 10 butir, gula merah 1 gandu, terasi satu sendok teh, dan asam satu
biji, maka sampai kapanpun Islam akan terasa pedas. Jika ada yang
mengatakan agak pedas maka sesungguhnya ia belum berislam. Dan jika ia
tambahkan 10 butir cabe lagi lalu mengatakan pedas, maka ia berkata dusta,
karena semsetinya lebih pedas dan yang lebih pedas itu bukan Islam. Jika
Islam itu pedas maka selamanya akan pedas, tidak akan tidak pedas, agak
pedas, sangat pedas, apalagi asin!!!!
Wassalam,
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)