Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Ijinkan saya mengemukakan pandangan saya pribadi tentang konsep dosa
asal (dosa warisan) itu. Pendapat ini bukan mencerminkan pendapat
Islam, bukan pula pendapat Kristen pada umumnya. Ini sekedar hasil
pemahaman sementara (hipotesis) dalam upaya mencari kebenaran yang
terkadung di balik konsep 'dosa asal' Kristen.
Kristen sebenarnya bukan hendak menuduh Adam telah mewariskan dosa
akibat perbuatannya kepada keturunannya. Yang dimaksud sebetulnya
ialah bahwa tiap individu manusia pada hakikatnya cenderung untuk
berbuat dosa. Kecenderungan ini kita lihat sebagai fakta, sebagai
sunnatullah, sesuatu yang tak dapat diingkari bahkan sampai detik ini.
Dengan demikian, ajaran Kristen yang mengatributkan sifat itu sebagai
'warisan', saya pahami sebagai sebuah jalan yang telah mereka pilih
untuk menerangkan fakta itu.
Kita sendiri melihat bahwa Allah menerangkan fakta itu dalam Al Qur'an
2:36 sbb:
..... Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan
dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu!
sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat
kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
Dalam pandangan saya, ayat tersebut menerangkan fakta yang sama dengan
yang diterangkan Kristen dengan 'dosa asal'. Hakikat manusia di bumi
ini adalah berdosa. Seandainya manusia tidak berdosa, bukan di bumi
tempatnya, melainkan di sorga. Seandainya kita ingin, kitapun bisa
menyebut bahwa kita melakukan dosa itu karena kita keturunan Adam;
kita mewarisi sifatnya yang cenderung berbuat dosa.
Mengenai penebusan dosa, yang diajarkan kepada umat yang awam adalah
bahwa kematian Yesus di tiang salib merupakan tebusan bagi dosa
seluruh manusia. Ini tentu saja lebih bernuansa syi'ar daripada
menerangkan fakta. Karena ini merupakan metode syi'ar mereka, percuma
saja membantahnya, bisa-bisa kita malah dibenci. Syi'ar Islam dan
syi'ar Kristen sama-sama memiliki kelemahan. Maka, kalau kita saling
membuka borok pihak lain, bukankah neraka yang akan kita peroleh?
Kalangan tariqat Kristen berpandangan lain dari pandangan awam.
Beberapa orang yang telah saya jumpai setuju dengan pandangan saya
bahwa Yesus bukan menebus dosa seluruh manusia, melainkan hanya
sekedar menunjukkan bagaimana cara kita untuk membebaskan diri kita
masing-masing dari dosa. Berserah diri kepada kehendak Allah adalah
kata kuncinya. Penyerahan diri ini didemonstrasikan oleh sikap hidup
Yesus, yang mencapai puncaknya ketika iapun berserah diri di tiang
salib. Namun, seperti halnya dalam Islam, pemahaman esoterik ini
hanya diedarkan di kalangan tariqat, tidak diajarkan secara terbuka
untuk umum.
Kalau sama-sama berserah diri sebagai metode untuk membebaskan diri
dari dosa, apa bedanya ajaran esoterik Kristen dan Islam?
Yang tampak jelas berbeda adalah ajaran eksoteriknya: syari'atnya,
dogma-dogmanya, susunan perkataannya, nuansa ritualnya. Karena itu,
selama kita terpaku pada tampilan luar agama lain, makin banyak yang
kita perhatikan, kita hanya akan melihat makin banyak perbedaan-
perbedaan.
Saya tidak bermaksud memaksa orang lain untuk mengikuti pemahaman
saya. Hanya sekedar sharing untuk bahan renungan kita, bagaimana kita
sebaiknya menahan serangan 'kristenisiasi' tanpa harus membalas dengan
mengusik [menjelek-jelekkan] keyakinan [iman] agama mereka, bagaimana
kita menerangkan bahwa umat Islam dan Kristen itu sesungguhnya
menyembah Tuhan yang sama meskipun dengan cara yang berlainan,
sehingga beralih dari Islam ke Kristen itu tidak bermanfaat. Kalau
kita merasa tidak mampu memberi penjelasan yang terbaik, mungkin jalan
yang terbaik adalah... DIAM!
Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
Nadri Saadudin wrote:
> Karena pada umumnya ada orang -orang Islam yang menganggap bahwa memang
> Adam itu berdosa dan Allah menghukumnya dengan mencampakkannya kebumi
> sehingga kita-kita ini, gara-gara hukuman itu betul-betul susah
> dibuatnya. Kalau bukan karena itu tentu kita-kita ini sekarang masih
> berada dalam sorga dan tidak perlu bersusah payah kembali berusaha
> untuk memasukinya. Kenapa dia makan itu buah khuldi..... sehingga kita
> jadi begini. Banyak juga diantara ummat Islam yang menyesalkan tindakan
> Adam itu sehingga peluang untuk mengakui adanya Dosa Warisan dari Adam
> dan perlunya Penebusa Dosa yang dikemukakan orang-orang Kristen itu
> sulit juga mereka bantah adanya. Sekarang marilah kita lihat
> berdasarkan Kitab Suci Al-Qur'an dan Bibel sehubungan dengan Dosa
> Warisan dan Penebusan Dosa itu.
>
> Menurut Al-Qur'an Adam memang melakukan kekeliruan .....(bukan dosa)
> dengan mendekati pohon (sajjarah) itu tetapi Adam menyatakan
> kekeliruannya kepada Tuhan dan Tuhan sendiri telah menerima
> pengampunannya. Jadi kalau masih dianggap Adam melakukan suatu
> dosaketika itu...... (kendatipun Islam hanya memandang sebagai
> kekeliruan belaka) tetapi Tuhan tidak mengampuninya mungkin saja dosa
> itu bisa diturunkan kepada anak cucunya, tetapi hal itu tidak terjadi
> karena memang Allah itu telah mengampuni kekeliruan Adam. Berfirman
> Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 37 sbb:
>
> Artinya: "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka
> Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat ,
> lagi Maha Penyayang."
>
> Ayat ini dengan jelas dan terang benderang menyatakan bahwa semua dosa
> (....kekeliruan ) Adam telah habis dan diampuni oleh Tuhan sekali gus
> tidak memerlukan Penebusan Dosa lagi.
>
> Dalam Kitab Perjanjian Lama, Yehezkiel 18: 1, 20 dan 30 dapat dibaca
> sbb:
>
> Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:...................... Orang yang
> berbuat dosa itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung
> kesalahan ayahnya dan ayah tidak tidak akan turut menanggung kesalahan
> anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan
> orang fasik akan tertanggung atasnya..................Oleh karena itu
> Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya , hai kaum
> Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH..........dst....
>
> Betapa ayat-ayat ini masih kita jumpai sekarang pada Bibel. Begitu
> jelasnya keterangan itu dan orang Kristen awampun mengerti bahwa dosa
> itu sama sekali tidak bisa diturunkan kepada anak cucu. Dan setiap
> diri akan memikul dosa sendiri dan sama sekali tidak mungkin orang yang
> tidak berdosa akan memikul dosa orang lain. Dalam hal ini tidak mungkin
> sama sekali Yesus akan memikul dosa Adam berikut anak cucunya. Masih
> dalam Kitab Perjanjian Lama, II Raja-Raja 14:6 dikatakan sbb:
>
> Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati olehnya, seperti
> yang tertulis dalam Kitab Taurat Musa, dimana TUHAN telah memberikan
> perintah : "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah anak
> dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati
> karena dosanya sendiri."
>
> Ayat ini juga merupakan suatu bantahan terhadap adanya dosa seorang
> ayah yang diturunkan kepada anaknya sehingga anaknya akan memikul dosa
> ayahnya itu. Masing-masing diri akan memikul dosa masing-masing.
> Tidaklah mungkin dalam hal ini semua anak cucu Adam secara berantai dan
> turun temurun kan menanggung derita dosa yang dilakukan oleh Adam
> sebagai nenek moyang mereka. Sebagaimana anak cucu Adam tidak memikul
> dosa Adam demikian pula Adam sendiri tidak bisa menurunkan dosanya
> kepada anak cucunya.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)